Belajar Bertani

Waspada Nematoda, Parasit Tak Kasat Mata Bagi Bisnis Pertanian

nematoda

Nematoda adalah salah sati parasit yang tidak terlihat oleh kasat mata. Jika berbicara tentang parasit, tentu hal pertama yang muncul dalam benak Anda pasti suatu hal yang tidak menguntungkan dan terus menempel untuk mencari keuntungan pribadi. Ketika Anda memiliki sebuah bisnis pertanian, satu hal yang perlu Anda ingat adalah tetap menjaga kesehatan dan juga kebersihan area pertanian. Salah-salah tanaman Anda malah justru dihinggapi parasit yang akan merugikan bisnis Anda. 

Beberapa parasit seperti nematoda, merupakan sebuah parasit yang berbentuk organisme cacing mikroskopis yang mampu hidup di dalam air dan ruang berpori yang berisi air di dalam tanah. Nematode sendiri dinilai mampu untuk mengisi hampir seluruh bagian dan tubuh yang mengandung sejumlah air.

Kebanyakan nematoda merupakan organisme yang hidup bebas, umumnya memakan bakteri, jamur, protozoa, atau parasit lainnya. Meskipun parasit tersebut adalah organisme kecil, mereka bisa sangat berbahaya bagi tanaman. Nematoda adalah hama tanaman yang didistribusikan secara luas dari daerah beriklim sedang ke daerah tropis. Banyak petani tidak menyadari efek berbahaya dari infestasi nematoda. Namun faktanya, parasit ini di daerah yang terkena dampak serius dapat mempengaruhi produksi tanaman, bahkan membuat pertanian masa depan jadi  tidak mungkin.

Nematoda memakan semua bagian tanaman, termasuk akar, batang, daun, bunga, dan biji. Bergantung pada bagian tanaman tempat mereka makan, nematoda dikelompokkan menjadi:

  • Ektoparasit
  • Semi-endoparasit
  • Endoparasit migrasi
  • Endoparasit menetap
  • Nematoda batang dan umbi
  • Benih nematoda empedu
  • Nematoda daun.

 Sifat yang dimiliki oleh nematoda sendiri tidak hanya berbeda dalam jaringan tanaman yang mereka serang, nematoda juga menyebabkan berbagai gejala pada jaringan tanaman. Beberapa spesies parasit lainnya menarik isi sel tanaman sehingga menciptakan lubang yang besar pada jaringan tanaman yang akhirnya membunuh tanaman. Beberapa parasit lainnya membuat deformasi pada jaringan tanaman dengan ‘menipu’ sel-sel tanaman untuk memperbesar dan tumbuh sehingga menciptakan lebih banyak sel untuk dijadikan santapan bagi parasit yang satu ini.

Banyak nematoda parasit tanaman memakan akar tanaman. Makanan mereka merusak sistem akar tanaman dengan cara berikut:

  • Massa akar berkurang
  • Distorsi struktur akar
  • Pembesaran akar
  • Kemampuan tanaman berkurang untuk menyerap air dan nutrisi
  • Meningkatkan kerentanan tanaman terhadap patogen tanaman lainnya.

Nematoda sendiri sebetulnya bisa ditekan penyebarannya dengan proses kontrol yang kompleks dan tahan lama dengan menggabungkan berbagai tindakan budaya, biologis, dan juga kimia. Perawatan yang satu ini sendiri harus diambil untuk mempraktikkan tindakan pencegahan sebelum populasi parasit ini meningkat dan menginfeksi seluruh lapangan.

Kendati demikian, pengendalian dari parasit sendiri sebetulnya bergantung pada iklim, tipe tanah, tipe tanaman, dan juga tingkat serangannya. Disinilah peran pengetahuan para petani sangat dibutuhkan untuk penanganannya, serta kemampuan dari modal usaha pertanian untuk menerapkan praktik kontrol pengendalian.

Mengetahui hal tersebut, disini peran CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian, hadir sebagai solusi permodalan untuk para petani di Indonesia. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, CROWDE juga hadir memberikan sebuah platform investasi pertanian bagi orang-orang yang ingin turut serta membantu pemberdayaan petani di Indonesia. Mulai dari Rp10.000, Anda sudah bisa ikut mendukung terciptanya kesejahteraan petani Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

Faktor Pengaruh Produktivitas Bisnis Pertanian

0 comments on “Waspada Nematoda, Parasit Tak Kasat Mata Bagi Bisnis Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *