Belajar Bertani

Urban Farming Solusi Untuk Krisis Pangan, Simak Faktanya Uniknya!

Masa pandemi akibat virus Covid-19 tahun 2020 mungkin sudah terlewati, tapi pandemi ini memasuki tahap baru di tahun 2021. Karena kasus untuk virus corona terus meningkat sampai saat ini. Bahkan virus corona dikabarkan dapat terus bermutasi. Selain itu, virus ini juga belum selesai diteliti sampai saat ini, dan yang dikhawatirkan oleh orang Indonesia dengan tetap merebaknya virus ini di Indonesia adalah krisis pangan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) beberapa waktu lalu telah mengingatkan bahwa kemungkinan akan ada krisis pangan yang diakibatkan ketergantungan rantai pasok pangan dunia akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, diharapkan untuk warga Indonesia lebih mandiri, terlebih untuk warga kota. Lalu, kemandirian seperti apa yang harus diterapkan oleh warga kota? Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah urban farming atau pertanian perkotaan untuk menjadi salah satu solusi kekhawatiran tersebut.

Mengusung konsep tentang merubah lahan perkotaan yang terbatas menjadi lahan produktif untuk melakukan bisnis pertanian, sistem urban farming sendiri dalam  budidayanya dimulai dari penanaman bibit sampai panen dan juga distribusi hasil bisa dilakukan di dalam kota. Untuk itu beberapa fakta tentang urban farming berikut ini mungkin bisa Anda terapkan untuk mengatasi kekhawatiran Anda terhadap krisis pangan.  

Jenis urban farming terbagi menjadi beberapa jenis. Beberapa diantaranya adalah vertikultur, taman dinding, taman rooftop, hidroponik, aquaponik, pertanian indoor (indoor farming), rumah kaca (green house), dan masih ada yang lainnya. Skalanya pun berbagai macam mulai dari rumah tangga sampai komersial. Berikut ini adalah beberapa fakta dari urban farming yang dapat menjadi solusi untuk krisis pangan yang mungkin terjadi.

Dapat membantu menurunkan suhu di sekitarnya

Mengatur lebih banyak ruang di kota untuk menanam tanaman benar-benar dapat mengurangi suhu di kota, salah satu studi dalam di Cardiff University pada tahun 2007 mengatakan keberadaan tanaman atau taman pada sebuah rooftop atau tanaman dinding dapat menurunkan suhu udara pada area sekitarnya secara signifikan. Semakin luas anda membuat area yang hijau, semakin besar efek kesejukan yang dihasilkan.

Urban farming membantu mengurangi polusi udara di perkotaan

Metode penanaman ini juga dapat mengakibatkan meningkatkan kualitas udara pada area sekitarnya yang tercemari oleh polusi udara. Ruang hijau di perkotaan pada dasarnya bisa mengurangi polusi karena tanaman dapat menyerap karbon dan gas-gas pada rumah kaca.

Sebagai solusi ketahanan pangan 

Konsep urban farming sendiri pada umumnya digunakan untuk memaksimalkan lahan kecil agar bisa menjadi lahan produktif. Lahan itu bisa Anda manfaatkan untuk menanam sayur, buah dan sebagainya bahkan untuk menangani ketahanan pangan. Bahkan juga bisa untuk lahan bisnis. Bahkan Di negara-negara berkembang pun, komoditas untuk urban farming seperti buah, sayuran, dan unggas mampu memenuhi sampai 40 persen kebutuhan gizi orang-orang dan keluarga di perkotaan. Oleh karena itu bisa dikatakan, urban farming sebenarnya berperan besar bagi ketahanan pangan di perkotaan.

Nah itu dia beberapa fakta menarik tentang urban farming , yang salah satunya dapat bermanfaat sebagai solusi untuk menangani keterbatasan bahan pangan atau krisis pangan. Bahkan juga bisa untuk membuka peluang bisnis baru bagi Anda di bidang pertanian. Bagi Anda yang tertarik pada bisnis di sektor pertanian, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan tentang pertanian dan juga modal usaha pertaniannya. 

Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Permodalan disalurkan oleh CROWDE berdasarkan prospek yang diberikan oleh para petaninya. Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian, para petani hanya perlu mengunduh aplikasi CROWDE atau langsung mengisi form berikut! Dalam pencairan dananya, CROWDE memilih untuk mendata setiap kebutuhan petani dan menyalurkannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. Bagi Anda yang tertarik untuk mendukung para petani di Indonesia, mulai dari Rp100.000 Anda juga sudah bisa ikut serta dalam terciptanya kesejahteraan petani di Indonesia. Informasi lebih lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “Urban Farming Solusi Untuk Krisis Pangan, Simak Faktanya Uniknya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *