Indonesia adalah negara berkembang padat penduduk. Meski demikian, Indonesia juga dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah. Seperti, luasnya lahan pertanian dan perairan Indonesia tidak jarang membuat negara tetangga iri. Kekayaan alam ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik dan dimaksimalkan untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya. Hingga bisa mencapai ketahanan pangan. Tidak berhenti pada pencapaian ketahanan pangan saja. Ketahanan pangan juga harus dipertahankan agar penduduk Indonesia bisa mencapai cita-cita zero hunger di tahun 2030. Lalu, apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mempertahankan ketahanan pangan dalam negeri?

Melakukan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal

Kebutuhan pangan penduduk Indonesia sangat bergantung pada beras. Padahal ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas sangat berbahaya. Dari segi konsumsi, dapat mengakibatkan penyempitan pilihan komoditas lain yang semestinya juga berpotensi untuk dijadikan bahan pangan utama. Kalau dari segi produksinya, dikatakan rawan karena produksi komoditas padi sendiri sangat ditentukan oleh ketersediaan air irigasi yang cukup, padahal air irigasi semakin langka. Ditambah, terjadinya laju konversi lahan sawah ke non-sawah. Lalu, strategi diversifikasi menjadi upaya yang harus dilakukan sebagai cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi risiko produksi akibat perubahan iklim. Yang paling penting, dapat membuka peluang bagi komoditas lain untuk dijadikan sumber pangan utama bagi penduduk Indonesia. Namun, tetap melihat potensi berbasis sumber daya lokal. Apa yang ada di sekitar, mampu dikembangkan melalui industri pengolahan skala kecil dan menengah.

Karena itu, pemerintah sudah mencanangkan akselerasi diversifikasi pangan yang dituangkan dalam Perpres No. 22 Tahun 2009. Pemerintah meyakini bahwa upaya diversifikasi pangan dapat mendukung stabilitas ketahanan pangan nasional.

Melakukan upaya pelestarian dan eksplorasi bahan pangan

Pemerintah juga tengah mengupayakan penelitian di sektor pertanian berbasis Sumberdaya Genetik. Tujuannya adalah untuk menciptakan keanekaragaman komoditas bahan pangan untuk mencapai ketahanan, keamanan, hingga kedaulatan pangan. Bahkan database sumberdaya genetik telah dipersiapkan dalam platform website Pusat Genom Pertanian Indonesia (PGPI). Database sumberdaya genetik ini nantinya bisa dimanfaatkan secara bersama-sama oleh berbagai stakeholder guna mempertahankan ketahanan pangan.

Sumberdaya genetik juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat dan pencadangan ragam komoditas di masa mendatang. Pengembangan sumberdaya genetik dilakukan melalui upaya eksplorasi, evaluasi, dokumentasi, hingga pemanfaatan plasma nutfah. Selain harus bereksplorasi di dalam negeri, Indonesia juga tetap perlu melakukan kerja sama global untuk bisa mengakses sumberdaya genetik milik luar negeri.

Memuliakan petani

Bila ingin ketahanan pangan nasional dapat dipertahankan, petani sebagai pejuang pangan harus dinomor-satukan. Terlihat dari data BPS berikut, dari tahun 2014 – 2017 tingkat kesejahteraan petani terus membaik. Bahkan di tahun 2018, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mengalami peningkatan tajam dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu menjadi 111,47. Dimana kesejahteraan petani salah satunya dapat dilihat melalui indikator NTUP. Bila sudah berada di atas 100, menandakan bahwa usaha petani surplus. Meningkatnya kesejahteraan petani juga terlihat dari menurunnya jumlah penduduk miskin di pedesaan. Pada Maret 2015, penduduk miskin di Indonesia masih sebanyak 11,22% dari total keseluruhan penduduk. Namun, pada Maret tahun 2018 hanya tinggal 9,82% atau sebanyak 25,96 juta jiwa.

Sudah menjadi tugas seluruh penduduk Indonesia untuk memuliakan petani. Agar upaya untuk mempertahankan ketahanan pangan nasional bisa terwujud. Mampu mencukupi kebutuhan pangan hanya dari hasil produksi dalam negeri. Mampu mengatur kebijakan pangannya sendiri secara mandiri. Serta, mampu melindungi dan mensejahterakan petani sebagai pelaku utama penyedia pangan di Indonesia.

Oleh karenanya, dengan ikut melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani, berarti kamu telah ikut berkontribusi memajukan negaramu sendiri. Lalu, bagaimana caranya supaya bisa ikut meningkatkan kesejahteraan petani? Gampang, kamu cuma perlu cek caranya di sini! Enggak besok, enggak nanti, tapi sekarang!

 

Referensi:

Sosiawan Nusifera. 11 April 2013. Universitas Jambi: https://bit.ly/2XMWzzL

Zulfah Goenawan. 20 Oktober 2018. IDN Times: https://bit.ly/2UvxzLt

Kuntoro Boga Andri. 28 Agustus 2018. Media Indonesia (online): https://bit.ly/2Uv5h3R

Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini.