Uncategorized

Tren Perkembangan P2P Lending Hingga Tahun 2019

Beberapa tahun belakangan, telinga kita disibukkan mendengar kata Peer-to-Peer (P2P) Lending. Sebuah instrumen investasi baru yang digadang oleh penyedia layanan finansial berbasis teknologi atau biasa disebut fintech. Penetrasi internet di Indonesia yang sudah mencapai 50% menjadi peluang bagi kehadiran P2P Lending di Indonesia. P2P Lending juga bisa ikut memacu laju pertumbuhan ekonomi dengan memberi kemudahan akses permodalan ke banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan tren perkembangan fintech lending hingga tahun 2019? Yuk, cari tau di ulasan berikut!

Jumlah P2P Lending hingga saat ini

Seperti yang kita ketahui kalau semakin banyak jumlah P2P Lending di Indonesia. Mulai dari yang legal atau sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sampai bermunculan juga fintech lending ilegal. Tercatat hingga Desember 2018, total ada 88 fintech lending resmi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Kesemuanya beroperasi di Indonesia dan memiliki track record yang baik. Sementara untuk P2P Lending ilegal, tercatat ada 227 fintech yang masih menjaring konsumennya di Indonesia. Untuk itu, konsumen diminta tetap waspada agar tidak tertipu praktik fintech lending ilegal ini.  

Total penyaluran modal ke UKM di Indonesia

Masih ada sekitar 49 juta UKM di Indonesia yang belum bankable sehingga sulit untuk mendapat akses permodalan yang wajar. Oleh karenanya, hadir P2P Lending untuk memudahkan UKM tersebut mendapat akses permodalan. Agar UKM bisa terus berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia lebih banyak lagi.

Total penyaluran pinjaman modal yang dilakukan oleh fintech lending dari tahun 2016 adalah sebesar Rp 284,15 miliar. Hingga tahun 2018 terus bertambah menjadi Rp 6.160 miliar. Ditargetkan pada tahun 2019 ini, total penyaluran modal ke UKM bisa mencapai Rp 10 triliun. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah investor (lender) yang tertarik berinvestasi ke P2P Lending juga semakin bertambah. Total ada sekitar 123.633 investor yang melakukan investasi ke P2P Lending. Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan hingga 22,48% dari tahun 2017.   

Cara kerja P2P Lending sebagai instrumen investasi

P2P Lending lebih dikenal dengan skema gotong-royong dalam memberikan permodalan. Investor atau lender diberikan hak pilih seluas-luasnya untuk menentukan proyek mana yang akan dimodali. Semua proses dilakukan secara online termasuk dalam hal pemantauan jalannya proyek permodalan. Transparansi menjadi kunci utama, terutama soal ekspektasi profit yang akan diterima investor sebagai pemberi modal. Pilihan jangka waktu juga sudah dicantumkan, termasuk juga bagaimana tingkat risiko dari proyek permodalan tersebut. Sehingga investor memiliki bahan pertimbangan yang pasti sebelum menentukan pilihannya. Sudah saatnya investasi bisa dilakukan dengan mudah, namun tetap aman.

 

Masifnya perkembangan fintech lending di Indonesia menuntut masyarakat untuk melek terhadap investasi. Menyadarkan akan seberapa pentingnya investasi untuk kehidupan yang akan datang. Sekarang, sudah tidak ada lagi alasan yang bisa menghalangi kamu untuk mulai berinvestasi. Segala jalan sudah dipermudah apalagi dengan tambahan instrumen investasi baru berupa P2P Lending. Profit yang bisa kamu dapat juga menjanjikan lho! Tinggal kamu yang harus mengupayakannya. Supaya tidak menyesal di kemudian hari. Kalau mau investasi dengan P2P Lending yang mudah dan aman, bisa kamu klik di bawah ini!

 

 

 

Referensi:

Nindya Aldila. 29 Agustus 2018. Bisnis.com: https://bit.ly/2Gb9zJb

Admin Publikasi. 8 Januari 2019. ojk.go.id: https://bit.ly/2RuJwP4

0 comments on “Tren Perkembangan P2P Lending Hingga Tahun 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *