Padi merupakan tanaman pangan penghasil beras sebagai makanan pokok orang Indonesia. Tanaman padi siap panen ketika 95% butir sudah menguning atau berusia 33 – 36 hari setelah berbunga dan 135 – 145 hari setelah masa tanam. Dalam proses budidaya, petani harus mengupayakan beberapa hal agar hasil panen padinya bisa maksimal. Sebab, tanaman padi dianggap sangat penting untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari dan perekonomian petani dalam tujuan mencapai kesejahteraan hidup.  

Karena itu, CROWDE punya beberapa tips ampuh yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen padi jadi lebih maksimal. Cari tahu di sini, ya! 

Gunakan Benih Bermutu

Cara sederhana memilih benih padi bermutu adalah dengan meletakkan telur di dasar air garam. Biarkan hingga telur terangkat ke permukaan, lalu ambil telur dan masukkan benih padi, bila ada benih yang terapung segera buang dan hanya gunakan yang masih terendam. Benih yang bermutu dapat tumbuh dengan cepat dan seragam, sehingga meningkatkan produktivitas. Varietas benih/bibit unggul antara lain adalah varietas Mekongga, Mira 1, Batang Gadis, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Cibogo, dan Bondoyudo.

Meski, penggunaan varietas bibit unggul bukanlah faktor penentu satu-satunya karena rahasia untuk meningkatkan hasil panen padi juga bergantung pada tanaman yang tumbuh subur serta sehat, yang dipengaruhi oleh pemupukan dan pengendalian OPT padi secara tepat.

Perhatikan Sistem Tanam

Gunakan sistem tanam jajar legowo (2:1) karena dapat memudahkan petani mengendalikan hama, penyakit, dan gulma. Penggunaan pupuk pun jadi lebih efektif dan efisien, serta terdapat ruang kosong untuk pengaturan air. Sistem tanam padi ini adalah cara tanam dengan dua barisan dan diselingi oleh satu barisan kosong yang setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam ½ x jarak tanam antar barisan dan legowo. Atau, 2:1 artinya 20 cm (antar barisan) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). Sistem ini terbukti dapat meningkatkan hasil panen hingga 7 – 8 ton/ha, asal bibit padi tidak ditanam terlalu dalam, cukup dengan kedalaman 1 – 2 cm.

Pemupukan yang Berimbang

Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman padi. Paling tidak butuh unsur hara sebanyak 17,5 kg Nitrogen (N), 3 kg Fosfor (P), dan 17 kg Kalium (K) untuk menghasilkan satu ton gabah padi. Pastikan untuk selalu menyesuaikan penggunaan pupuk pada kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. 

Selain itu, pupuk juga harus diberikan tepat waktu agar menjadi efektif, yaitu pada waktu PI (panicle initiation), atau saat berumur 42 – 43 hari setelah masa tanam dan kandungan pupuk yang paling berperan pada waktu PI adalah unsur kalium dan kalsium. Kalium berfungsi untuk meningkatkan ketahanan dan kekuatan tanaman, merangsang pertumbuhan akar dan memperbaiki kualitas bulir padi. Sedangkan kalsium berfungsi untuk mempertebal dinding sel sehingga tanaman tidak mudah rebah dan meningkatkan daya simpan. Pemupukan sebaiknya dilakukan sebanyak 3 – 4 kali karena pupuk punya sifat slow release.

Pengendalian hama dan tanaman pengganggu (OPT)

Petani harus mengendalikan tingkat pertumbuhan gulma dengan cara mencabut gulma sebanyak dua kali, yaitu saat tanaman padi berumur 3 dan 6 minggu. Selain itu, berbagai serangan OPT juga akan mempengaruhi pengisian bulir. Pada masa generatif, beberapa OPT seperti tikus, penggerek batang, wereng, kresek, hingga neck blast (patah leher) menjadi hama dan penyakit tanaman yang mempengaruhi pengisian bulir padi. Penggerek sering menyerang padi saat berusia 45 – 55 hari setelah masa tanam, sedangkan wereng menyerang saat pengisian bulir hingga menjelang panen. Ada lagi serangan patah leher yang sangat mengkhawatirkan petani karena meski sudah terserang membuat tanaman padi terlihat tetap sehat saat keluar malai, padahal pengisian bulir terjadi dengan tidak sempurna, bahkan bisa mengakibatkan bulir padi hampa/kosong. 

 

Banyak upaya yang harus diperjuangkan para petani agar bisa panen padi dengan hasil sempurna. Bahkan saat panen saja mereka harus memperlakukan tanaman padi dengan benar agar tidak mengalami kerugian. Seperti, melakukan penanganan pasca-panen agar mendapat hasil gabah pada tingkat kematangan optimal dan mencegah kerusakan serta kehilangan gabah seminimal mungkin. Penentuan waktu dan cara panen padi yang tepat akan memberikan keuntungan berupa hasil gabah yang maksimal. Untuk itu, bila ingin mendapat informasi lebih lanjut langsung dari para ahli, bisa temukan di sini!

 

Referensi:

Ternyata Inilah Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah: https://bit.ly/3bzK80B

Rahasia Padi Bernas: https://bit.ly/3bDTicE