Komoditas

4 Tips Mudah Menanam Cabai Sendiri dalam Pot

Menanam Cabai

Harga cabai yang fluktuatif sering membuat resah masyarakat. Apalagi masyarakat Indonesia adalah konsumen tetap dari komoditas satu ini. Siapa sekarang yang tidak pernah makan cabai? Cabai sudah menjadi salah satu bumbu utama masakan Indonesia. Apalagi bagi para pemilik bisnis kuliner, harga cabai yang naik bisa membuat keuntungan mereka berkurang. Nggak heran kalau banyak yang tertarik ingin menanam cabai sendiri di rumah. Karena ternyata, cabai juga bisa dibudidayakan dalam pot, lho! Bagaimana caranya? Berikut CROWDE punya 4 tips menanam cabai sendiri dalam pot. Simak, yuk!  

Gunakan benih yang berkualitas

Ada dua jenis cabai yang umum di tanam di Indonesia, yaitu jenis cabai lokal dan hibrida. Cabai lokal memang lebih mudah ditanam karena cocok dengan iklim dan kondisi tanah di negara kita. Selain itu, benihnya juga mudah didapat karena kalau benih cabai hibrida biasanya diimpor dari Taiwan dan Thailand. Benih cabai yang bisa kamu pilih seperti Senopati F1, Wibawa F1, Prabu F1, dan CH3 IPB. Benih cabai tersebut bisa langsung kamu semai untuk menyeleksi benih kualitas terbaik. Saat proses penyemaian, ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan, seperti:

menanam cabai

  • Rendam benih di air hangat selama 6 jam untuk merangsang pertumbuhan.
  • Media semai menggunakan tanah bercampur sekam dan pupuk kandang (1:1:1), diletakkan dalam polybag hingga memenuhi tiga perempat bagian.
  • Lalu, benih ditanam sedalam 1,5 cm dan simpan di tempat yang minim penyinaran atau tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung.
  • Jangan lupa untuk menyiramnya setiap pagi dan sore hari selama satu bulan.
  • Saatnya memilih bibit berkualitas. Caranya? Setelah sebulan, benih akan bertunas dan pilih tunas yang ketinggiannya sudah mencapai 5 – 10 cm dan terlihat sehat untuk dipindahkan ke dalam pot.

Pilih ukuran pot yang tepat

Ukuran pot juga menentukan keberhasilan budidaya cabai. Jika kamu menggunakan polybag yang ukurannya 5 x 10 cm untuk bibit cabai, ukuran pot yang kamu pakai untuk budidaya harus berdiameter minimal 30 cm. Lalu, isi lagi pot tersebut dengan campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang (3:1:2) dan hati-hati saat melepaskan bibit dari polybag agar tidak rusak ketika ditanam dalam pot. Serta, tanam bibit ke dalam pot dengan kedalaman 10 cm.

Beri nutrisi yang sesuai di waktu yang tepat

Lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Kamu bisa menggunakan air cucian beras yang lebih kaya akan nutrisi untuk tanaman. Lalu, perlu diingat untuk memberikan nutrisi tambahan di waktu yang tepat, yaitu pada 5 – 7 hari setelah pemindahan bibit cabai ke dalam pot. Kenapa? Karena pemberian nutrisi tambahan saat cabai baru saja dipindahkan justru bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Nutrisi tambahan bisa berupa pupuk sebanyak 5 ml yang dicampur dengan 1 liter air. Beri pupuk setiap 10 hari sekali dan dosisnya bisa ditambah seiring pertumbuhannya. Tidak lupa juga untuk menyemprot tanaman cabai dengan pestisida organik secara berkala (setiap minggu) sesuai dosis yang diperlukan.  

Cabut dan ganti bibit yang sudah mati

Agar budidaya cabai kamu berhasil dipanen, penting untuk mencabut dan mengganti bibit cabai yang sudah mati. Tidak lupa untuk juga mengganti beserta tanahnya agar penyakit tanaman yang tersisa di dalam tanah tidak menulari bibit selanjutnya. Tanam lagi bibit baru yang lebih sehat dan jangan lupa harus rutin membersihkan tanaman dari gulma. Tanaman cabai bisa dipanen ketika berumur 80 – 90 hari setelah tanam atau setelah cabai sudah berwarna merah seutuhnya.

Nah, tips tambahan untuk kamu yang ingin menanam cabai sendiri di rumah. Yaitu, bisa menggunakan pupuk organik yang kamu buat sendiri. Seperti pupuk kandang hasil olahan kotoran hewan, termasuk pupuk organik yang baik untuk produktivitas tanaman cabai. Tapi perlu diingat untuk menggunakan pupuk kandang yang sudah matang agar tidak terjadi pengomposan ulang ketika digunakan pada tanaman cabai. Jadi, mau budidaya cabai sendiri di rumah? Ternyata caranya mudah, kan? Kamu yang sudah berhasil membudidayakannya, lalu bisa mencoba di lahan yang lebih luas. Atau gabung di ekosistem CROWDE agar kamu mendapat bimbingan langsung dari para ahli. Klik di sini, ya! 

Baca juga: Mengenal Tanaman Rumahan yang Memiliki Fungsi Ganda

0 comments on “4 Tips Mudah Menanam Cabai Sendiri dalam Pot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *