Inspiratif

Pemilik Ternak Sapi Berada di Daerah Cijapati, Sukses Berdayakan Peternak Lain

Siapa yang nggak mau sukses di usia muda? Apalagi bisa memberi impact positif ke masyarakat sekitar. Seperti salah satu peternak muda satu ini. Dika panggilan akrabnya, sudah mulai beternak sapi sejak usia 21 tahun. Awalnya Dika memulai beternak sapi karena takut setelah lulus kuliah, dia akan sulit mendapat pekerjaan sesuai bidang studi yang diambilnya, yaitu jurusan peternakan. Tapi justru kebetulan tersebut yang membawanya menjadi peternak sukses dan bisa ikut memberdayakan usaha ternak sapi berada di daerah Cijapati, Jawa Barat. Nah, ingin tahu bagaimana cara Dika bisa memberdayakan peternak lain? Yuk, simak ceritanya di bawah, ya! 

Awal mula usaha peternakan milik Dika

Dika memulai usahanya dengan mencari demain-nya dulu. Menawarkan produk daging dari peternakan orang lain. Dika coba tawarkan ke saudara, teman, tetangga di sekitar, dan dia sadar kalau permintaan daging sapi ternyata cukup tinggi. Terlebih saat ada momen hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru, jumlah permintaan daging sapi jadi semakin meningkat. 

Dari situ Dika berpikir untuk memelihara sapinya langsung, yang nanti hasil dagingnya bisa dia jual agar profit yang dihasilkan jadi lebih maksimal. Dimulai dengan memelihara 3 – 5 ekor sapi, dua tahun berselang – Dika sudah berhasil memiliki ternak 12 ekor sapi. Apalagi Dika juga merangkul para peternak sapi yang ada di Cijapati. Dari kelompok peternak itu, Dika berhasil memiliki peternakan dengan kapasitas 100 ekor yang saat ini sudah terisi sebanyak 70%.

Tantangan yang ditemukan di lapangan

Setiap usaha pasti ada tantangannya. Terlebih saat merangkul para peternak tradisional yang notabene punya peliharaan sapi hanya untuk tabungan, bukan untuk bisnis. Mereka juga tidak serta-merta bisa langsung menerima niat baik Dika. Tapi Dika tidak kehabisan akal dan tetap berusaha, hingga akhirnya jumlah peternak yang ikut bergabung di kelompoknya terus bertambah. 

Apa usahanya? Ya, Dika berusaha meyakinkan para peternak lain bahwa beternak sapi itu juga bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Dika juga menawarkan lokasi peternakan yang mudah diakses bahkan oleh truk sekalipun. Sehingga pembeli lebih mudah menjangkau lokasi hewan ternak mereka. Tidak hanya itu, Dika juga memberi akses ke RPH (Rumah Potong Hewan) lokal yang bisa langsung memotong hasil ternak mereka, serta akses ke pemasaran. 

Pemasaran hasil ternak sapi

Untuk penjualannya sendiri, Dika membagi ke dalam dua produk, yaitu berupa sapi hidup yang nanti dagingnya masuk ke pasar tradisional, dan berupa produk daging potong. Untuk penjualan sapi hidup, para pelanggannya tidak hanya berasal dari sekitar Jawa Barat, tapi juga dari Jakarta. Sedangkan untuk produk daging potong, permintaan banyak datang dari wilayah Bandung dan sekitarnya. Karena Dika memiliki jaringan relasi yang kuat, yang sudah dia bangun sejak awal, setiap bulan dia dan kelompoknya bisa menjual 10 – 12 ekor sapi dengan berat masing-masing 500 kg. Yang mana, satu ekor sapi dapat menghasilkan daging potong seberat 215 kg. Jadi, bila harga daging Rp130.000/kg, pendapatan yang bisa diterimanya setiap bulan mencapai Rp335,4 juta. Bukan angka yang kecil, kan?

ternak sapi berada di daerah

Pesan untuk anak muda yang tertarik beternak sapi

Dika berpesan, “Jangan malu/gengsi untuk memulai usaha peternakan karena usaha ini juga menguntungkan, meski harus sabar menunggu 3 – 4 bulan untuk proses penggemukan”. Dia juga menambahkan, usaha peternakan ini demain-nya masih sangat tinggi, jadi tidak perlu takut kalau nggak ada pembeli. Apalagi jumlah peternak di Indonesia masih sedikit. Dika juga punya rencana untuk mem-branding produk daging potongnya bersama kelompok peternak dengan merek dan kemasan yang menarik agar lebih memudahkan proses pemasaran. 

Dika percaya bahwa kunci keberhasilannya adalah dengan mau mencari ide agar biaya produksi tetap stabil dan harus berani untuk memulai dulu. Meski agar bisa dibilang jago beternak memang butuh pengalaman, tapi yang penting kamu bisa peka terhadap lingkungan sekitar. Membuktikan dan mencari tahu sendiri apa yang dibutuhkan hewan ternakmu. 

Gimana, ternyata untuk bisa sukses di usia muda itu mungkin, kan? Apalagi bisa sekaligus ikut memberdayakan masyarakat sekitar. Pasti hasilnya lebih memuaskan. Memang tidak akan bisa tercapai tanpa kerja keras dan keberanian, seperti Dika yang menjalankan ternak sapi berada di daerah Cijapati. Dan sesuai katanya, ternyata usaha di bidang agrikultur juga bisa membuahkan hasil. Kenapa tidak kamu mulai sekarang?

Baca juga: Faiz Lebih Mencintai Hidupnya Setelah Terjun Bertani

0 comments on “Pemilik Ternak Sapi Berada di Daerah Cijapati, Sukses Berdayakan Peternak Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *