Image kuno dan ‘ndeso’ yang melekat pada sektor pertanian kita bisa hilang dalam sekejap berkat banyaknya penemuan teknologi pertanian. Ternyata selain buat tambah keren, ternyata juga mampu menarik minat petani muda loh. Anak muda Indonesia kan suka sekali dengan teknologi. Lalu kalau teknologi tersebut mampu diterapkan ke sektor pertanian, hasilnya akan positif. Selain dapat memaksimalkan hasil produksi, juga mampu menjadi solusi akan kondisi Indonesia yang darurat petani muda. Teman CROWDE ingin tahu apa saja teknologi pertanian yang telah ada di Indonesia? Yuk cari tahu!

Kalau pertanian di luar negeri sudah tidak asing lagi menggunakan drone, Indonesia juga bisa!

Nah, apa kamu tahu kalau drone sudah bisa dibuat di Indonesia? Drone asal Temanggung ini bahkan sudah dipesan langsung oleh Kementan sejak peluncurannya Januari 2018 lalu. Dibuat oleh para pemuda Temanggung yang tergabung dalam Temanggung Aeromodeling Club (TMGAC). Drone ini kemudian dimanfaatkan untuk menyemprotkan pestisida. Dengan daya tampung pestisida hingga 15 liter, mampu menyemprot lahan pertanian seluas 5 ha hanya dalam waktu satu jam.

Bukankah ini sangat membantu pekerjaan petani? Sehingga petani punya banyak waktu untuk mengatur manajemen pertaniannya. Karena ternyata banyak petani yang menjalankan usaha namun tidak memiliki manajemen yang baik dan teratur. Padahal manajemen usaha pertanian kan sangat diperlukan demi keberlanjutan usaha tani itu sendiri.

Menggunakan sistem terintegrasi antara peternakan dan lahan pertanian

Agar lahan pertanian tidak mudah rusak dan bisa digunakan secara berkelanjutan, petani harus menggunakan jenis pestisida dan pupuk organik. Namun, tidak mengurangi kualitas hasil panen, justru semakin menambah kualitasnya. Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, dibuat sistem terintegrasi antara peternakan dengan lahan pertanian. Sehingga limbah hasil ternak dapat disalurkan ke lahan pertanian kemudian diolah sedemikian rupa hingga mampu menghasilkan pupuk dan pestisida alami.

Selain itu, puluhan rumah burung hantu mulai banyak dibangun di lahan pertanian. Agar burung hantu bisa mengusir hama tikus secara alami. Cara ini diterapkan juga untuk memaksimalkan hasil panen. Yang biasanya mereka memanen setahun hanya 2 kali, dengan menggunakan sistem terintegrasi – dalam 1 tahun bisa panen hingga 5 kali.

Teknologi dengan model otomatisasi berbasis IoT

Sudah banyak perusahaan rintisan berbasis teknologi yang berhasil menciptakan alat yang mampu membantu petani meningkatkan hasil produksi panennya. Seperti Tanibox yang memiliki produk bernama Terra. Terra merupakan sensor pendeteksi berbagai macam kebutuhan tanaman mulai dari data temperatur, intensitas cahaya, kadar air dalam tanah, kelembapan udara, hingga nutrisi tanah. Semua berjalan secara otomatis dan lagi-lagi mempermudah kerja petani. Petani hanya akan menerima laporan lengkap hasil pembacaan dari alat tersebut.

Mudah kan? Semudah itu juga kamu bisa bantu modali usaha petani Indonesia. CROWDE hadir sebagai platform peer to peer lending untuk permodalan petani. Beragam proyek usaha tani bisa kamu temukan di CROWDE. Kamu tinggal pilih mana yang ingin kamu danai. Nanti CROWDE yang akan menyalurkan dana investasimu itu. Kamu tinggal terima deh hasil profitnya. Ayo, coba aja dulu sekarang!