News

Tahun 2019, Kementan akan Gunakan Anggaran untuk Ini!

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) telah menentukan anggaran tahun 2019 untuk Kementerian Pertanian sebesar Rp 21,1 triliun. Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk memaksimalkan kinerja sektor pertanian di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, pemerintah masih terus memberikan bantuan (subsidi) pupuk kepada para petani Indonesia. Oleh karenanya, anggaran untuk memenuhi hal tersebut harus disediakan. Apalagi pemerintah juga sedang giat mengembangkan dan memproduksi benih berkualitas sendiri. Untuk kemudian dibudidayakan di dalam negeri. Supaya benih yang biasanya kita banyak impor, porsinya bisa mulai dikurangi. Lalu, digunakan untuk apalagi anggaran sebesar itu oleh pihak Kementan? Ingin tau? Yuk, simak ulasannya berikut ini!   

Paling besar disalurkan ke Direktorat Tanaman Pangan

Kementan ingin tetap fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, dana sebesar Rp 6 triliun disalurkan ke program peningkatan jumlah produksi, produktivitas, serta mutu pangan di Indonesia melalui Direktorat Tanaman Pangan. Sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati sumber pangan yang memadai serta berkualitas. Produktivitas petani didorong dengan tetap memperhitungkan tingkat kesejahteraan petani. Tujuan akhirnya, pemerintah ingin mengurangi jumlah impor pangan dan menambah volume ekspor ke luar negeri.

Terbesar kedua lari ke Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian

Untuk mendorong produksi pertanian dalam negeri, pemerintah memberi bantuan sarana dan prasarana kepada petani. Bantuan tersebut berupa alat mesin pertanian (alsintan), pembuatan atau perbaikan irigasi, dan sarana prasarana lain yang dianggarkan sebesar Rp 5,1 triliun. Beberapa daerah seperti Bali contohnya, sudah merasakan program pipanisasi yang diupayakan oleh Kementan. Juga di Kalimantan, petani di sana senang karena mendapat bantuan alsintan dari Kementan berupa hand tractor. Nantinya dengan besar anggaran tersebut, bantuan alsintan akan ditambah. Seperti bantuan berupa power thresher yang juga dibutuhkan oleh petani Indonesia.

Anggaran untuk subsidi pupuk

Di tahun 2019 ini, pemerintah mengajukan subsidi pupuk untuk petani sebanyak 9,55 juta ton atau setara dengan Rp 29,9 triliun. Bantuan pupuk tersebut terdiri dari pupuk urea, SP-36, ZA, NPK, maupun pupuk organik. Dimana pupuk sangat dibutuhkan oleh petani untuk menjalankan budidayanya. Petani sangat terbantu oleh bantuan pupuk dari pemerintah. Meski pemerintah harus berkorban untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.  

Bahkan, Menteri Pertanian sampai memotong anggaran operasional di Kementan yang biasa digunakan untuk kegiatan seminar, perbaikan kantor, hingga untuk membeli kendaraan dinas. Dari yang semula sebesar 48%, dipangkas menjadi hanya 8%. Lagi-lagi, Pak Menteri ingin mendahulukan petani agar mereka jadi lebih sejahtera.

 

Seharusnya tidak hanya Pak Menteri dan jajarannya saja yang rela berkorban untuk petani Indonesia. Karena tidak akan cukup bila hanya mereka yang berjuang. Butuh bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia. Kan sektor pertanian nasional menopang kebutuhan pangan seluruh penduduk Indonesia. Lantas, kalau yang berjuang hanya sejumlah puluhan orang, apakah cukup? Tugasnya pasti akan sangat berat. Oleh karena itu, kamu sebagai warga sipil sekarang sudah bisa kok ikut berkontribusi membantu sektor pertanian dalam negeri. Dengan langsung memberi permodalan ke proyek budidaya petani yang ada di Indonesia. Bantuan modal ke petani akan sangat berarti bagi mereka. Coba kamu temukan caranya di sini!

CROWDE sebagai startup fintech bidang pertanian, yang memberdayakan petani di seluruh Indonesia melalui teknologi dan permodalan. CROWDE punya proyek ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian, peternakan, dan juga perikanan. Kamu sudah bisa menyalurkan permodalan ke toko tani, pelaku usaha tani, dan juga ke offtaker penyalur hasil pertanian untuk dijual langsung ke konsumen. Ternyata semua bisa dilakukan dengan mudah, asalkan punya niat dan kemauan. Indonesia yang merupakan negara persatuan masih sangat kental dengan budaya gotong-royongnya. Karena semua jadi mudah bila dilakukan secara bersama-sama. Kalau sendirian aja, nanti berat!  

 

Referensi:

Moch. Prima Fauzi. 13 September 2018. Detik.com: https://bit.ly/2Rh90o4

Mikhael Gewati. 23 Oktober 2018. Kompas.com: https://bit.ly/2FjObkz

0 comments on “Tahun 2019, Kementan akan Gunakan Anggaran untuk Ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *