Ada beberapa skema dalam investasi berbasis syariah. Sebagian besar investasi dengan syariah menerapkan konsep bagi hasil atau profit sharing. Beberapa yang lain juga menerapkan prinsip syariah pada skema jual beli. Meski demikian, jual beli tersebut tetap bebas dari riba yang memang merupakan karakter utama dari pembiayaan syariah. Pada skema syariah keuntungan diperoleh dari persentase bagi hasil (keuntungan) atas usaha yang dijalankan, sedangkan pada skema konvensional keuntungan diperoleh dari persentase bunga atas modal yang diberikan.

Apa itu skema investasi Murabahah?

Ada dua skema yang paling sering digunakan dalam konsep bagi hasil, yaitu mudharabah dan musyarakah. Mudharabah merupakan skema yang melibatkan dua pihak utama, yaitu pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola modal (mudharib). Pada skema ini, satu pihak menanamkan modalnya ke pihak lainnya untuk dikelola dalam suatu usaha di mana keduanya lalu bersepakat untuk sama-sama menanggung risiko dan menentukan pembagian laba untuk masing-masing pihak.

Bagaimana proses investasi dengan skema murabahah?

Pada dasarnya murabahah adalah proses jual beli dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Penerapan skema murabahah pada sebuah usaha merupakan salah satu bentuk pembiayaan untuk persediaan produksi dengan menggunakan prinsip jual beli tersebut. Pada skema ini investor merupakan pihak yang memiliki modal untuk membeli bahan produksi, kemudian menjualnya kepada pengelola usaha untuk memperoleh keuntungan sebagai imbal hasil.

Sedangkan pinjaman pada sebuah usaha merupakan skema peminjaman modal dari pemilik modal (investor) kepada pengelola usaha dengan imbal hasil untuk pemilik modal seringkali berupa bunga. Dengan demikian, bunga selalu ditetapkan di awal pada saat modal disalurkan kepada pengelola usaha.

Murabahah menjadi salah satu akad yang dipilih oleh CROWDE dalam menjalankan skema investasi syariah. Skema ini dapat digunakan untuk pengadaan aset petani berupa traktor, cangkul, penyemprot pestisida, atau perlengkapan lainnya. Selain itu, murabahah juga dapat diterapkan untuk pengadaan kebutuhan bahan produksi seperti pupuk, pestisida, atau obat-obatan lainnya.

Pada skema ini dana investasi dari Teman CROWDE digunakan untuk membeli kebutuhan usaha tani, kemudian menjualnya kepada petani di mana petani dapat membayarnya secara tangguh hingga selesai masa panen. Penjualan kepada petani telah ditambah dengan keuntungan yang disepakati sebagai imbal hasil bagi investor.