Event Inspiratif

Menurut Kamu, Siapa Sosok Kartini Masa Kini?

Sosok Kartini

Kira-kira siapa, ya, sosok kartini masa kini? Ya, mereka para petani wanita Indonesia termasuk salah satunya. Kenapa? Itu karena pekerjaan mereka di ladang yang sudah menghabiskan banyak energi, masih harus terkuras lagi karena kewajiban mengurus anak, suami dan keperluan rumah tangga lain. Tanpa melibatkan pihak lain (pembantu) untuk mengurus rumah tangga, mereka mengerjakan semuanya sendiri. Tapi, apakah mereka merasa kesulitan? Bagaimana cara mereka menyeimbangkan peran ganda tersebut? Nah, kali ini CROWDE berkesempatan melakukan wawancara dengan mitra petani wanita di Ciasem. Mereka adalah Ibu Irna dan Ibu Sri yang sudah bertani komoditas padi selama 6 – 7 tahun. Yuk, kita dengar langsung dari sumbernya!

Antara bekerja dan mengurus rumah tangga, bagaimana cara mereka membagi waktu?

Ibu Irna punya alasan tersendiri kenapa memilih profesi sebagai petani. Yaitu, karena beliau merupakan keturunan petani dan merasa punya potensi menjalankan bidang ini. Ibu Sri menambahkan bahwa faktor lingkungan juga memberi pengaruh untuk beliau memilih profesi sebagai petani karena sebagian besar penduduk di wilayahnya juga menjalankan pertanian. Baik Ibu Irna maupun Ibu Sri mengaku bahwa mereka selalu mendahulukan urusan rumah tangga. Kalau kata Ibu Sri, “Jalani aja sesuai kebutuhan”. Jadi, setelah semua urusan selesai, barulah mereka meninggalkan rumah untuk bekerja di ladang. 

Ibu Irna juga memiliki dua pekerja yang membantunya bertani di ladang. Saat sore hari, beliau ke ladang untuk memberi arahan kepada para pekerjanya. Baru keesokan hari setelah semua kewajiban sebagai ibu rumah tangga selesai, beliau ikut bekerja bersama mereka. Meski melelahkan, namun bila semua dilakukan masih dalam batas kemampuan kita, semua akan baik-baik saja.          

Menjalani peran ganda tersebut, apa tantangan yang sering mereka hadapi?

Jelas tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah soal membagi waktu. Ibu Sri bahkan bercerita bahwa tantangan terbesarnya adalah soal anak karena mengurus anak juga membutuhkan waktu yang banyak. Dalam sehari hanya ada 24 jam, nah, mereka berusaha membagi waktu secara adil agar tidak ada yang dikorbankan.

Bagi Ibu Irna yang terpenting adalah selalu berusaha maksimal menjalankan setiap peran yang diemban. Ketika sedang mengurus rumah tangga, fokus menjalaninya dengan baik agar bisa segera selesai dan beralih ke peran yang lain, begitu juga sebaliknya. Baginya itu kunci keberhasilan beliau dalam membagi waktu agar tetap bisa berkembang secara pribadi tanpa harus mengabaikan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Terlebih beliau selalu mendapat dukungan dari suami dan keluarga terkait profesinya sebagai petani.

“Keluarga mendukung 100% sehingga pekerjaan saya ini juga bisa membantu perekonomian keluarga”, ungkap Ibu Irna.    

Mereka juga punya pencapaian untuk diapresiasi, apa itu?

Menurut data tahun 2018, jumlah petani wanita di Indonesia ada sebanyak 8 juta orang. Hampir 24% dari total keseluruhan jumlah petani sebanyak 25,4 juta orang. Data ini juga mencatat bahwa jumlah rumah tangga usaha pertanian dengan wanita sebagai pemimpin dalam rumah tangga berjumlah sekitar 2,8 juta rumah tangga. Data tersebut menunjukkan, banyak juga pencari nafkah tunggal yang berprofesi sebagai petani wanita.

Melalui pertanian, mereka tetap bisa menghasilkan untuk menghidupi keluarganya. Ibu Irna berkata bahwa hasil keuntungan dari bertani masih bisa ditabung sedikit demi sedikit untuk masa depan keluarganya. Selain itu, Ibu Irna dan Ibu Sri juga mengaku sudah bisa menambah luas lahan garapan selama menjalani profesi petani, yang dapat digunakan untuk menambah kapasitas produksi dan meningkatkan keuntungan.  

Pesan mereka untuk para pejuang pangan wanita lainnya..

Menjalankan budidaya pertanian memang tidak mudah. Ada alam dan cuaca tidak menentu yang sering menggoda kesabaran mereka sebagai seorang petani. Belum lagi godaan tangisan dan kenakalan anak yang tetap harus dihadapi setiap hari. Meski tidak mudah, mereka tetap harus berjuang untuk kehidupannya. Tapi, bila dijalani dengan penuh syukur, semua masalah pasti bisa dilewati dan rasa bahagia akan menghampiri ketika waktu panen tiba. Itu mengapa, sosok kartini masa kini cocok disematkan kepada mereka. 

“Untuk para petani wanita lain tetap semangat dan jangan pernah putus asa ketika kegagalan menghampiri karena kita wanita juga bisa”, pesan Ibu Irna kepada para petani wanita di luar sana. 

Ibu Sri juga menyampaikan semangatnya untuk terus maju pantang mundur kepada para pejuang pangan wanita. 

Itu dia contoh semangat dari sosok kartini masa kini yang patut ditiru. Mereka berjuang untuk kehidupannya melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan kaum pria. Jika mereka mampu, kamu juga pasti bisa. Kenapa nggak? Yang penting ada kemauan untuk memulainya. Jika kamu ingin memulainya sekarang, jangan ragu untuk gabung di sini! Biar CROWDE dukung kamu seperti kami mendukung Ibu Irna dan Ibu Sri. Karena dengan bersama semua jadi lebih mudah.

Baca juga: Jangan Remehkan Peran Petani Perempuan di Indonesia!

0 comments on “Menurut Kamu, Siapa Sosok Kartini Masa Kini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *