Inspiratif News

Senyum Petani Hilang, CROWDE Bisa Apa?

Resolusi

Menjelang tutup tahun 2020, pasti banyak dari kita yang sudah mulai mengukur tingkat keberhasilan pencapaian resolusi tahun ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana usaha yang telah kita lakukan sepanjang tahun 2020. Menurut kamu, apakah usaha yang dilakukan sudah maksimal? 

Petani

Nah, jika belum, tenang aja! Coba kamu perbaiki tahun depan dengan mulai membuat rencana dari sekarang. Ngomongin soal resolusi, CROWDE juga punya, lho! Perjalanan CROWDE hingga jelang akhir tahun, terdapat selipan pencapaian dari resolusi di tahun 2020. Mengembalikan senyum petani berkat kerja sama para mitra dan solidnya tim internal CROWDE. Apa saja yang berhasil kami capai? Yuk, sama-sama kita cari tahu di bawah ini!

Tidak ada hasil bila tidak ada pencapaian

Perjalanan yang kami lalui untuk mengembalikan senyum petani telah membuahkan hasil. Hingga kini tercatat ada 31.831 lender yang telah bergabung, 24.769 mitra petani, 3.215 mitra toko tani, serta total penyaluran permodalan lebih dari Rp146 miliar. CROWDE juga menjalin kemitraan dengan institusi lender untuk bersama-sama mendukung kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Kami menyalurkan permodalan ramah petani yang tidak membebani mereka pada sistem pengembalian dana secara angsur per bulan, melainkan pengembalian berupa hasil panen. Selain itu, permodalan disalurkan dengan sistem cashless atau dalam bentuk saprodi (sarana produksi) yang dibutuhkan petani untuk menjalankan proyek budi daya pertanian mereka. Ada 88,24% petani yang setuju bahwa CROWDE lebih ramah petani dibanding akses permodalan lain yang pernah mereka pilih.  

Bukan berantas nyamuk, tapi CROWDE punya peran berantas kemiskinan

CROWDE turut andil mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang pertama, yaitu memberantas kemiskinan. Setidaknya ada 49% rumah tangga Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan dan bergantung kepada sektor pertanian sebagai sumber pendapatan mereka. Nggak heran senyum petani hilang.  

Kami hadir untuk menyediakan akses permodalan bagi petani, memberikan pendidikan literasi keuangan, serta penggunaan teknologi yang efektif kepada para petani. Hingga kini, setidaknya ada 5% petani mitra CROWDE yang pendapatannya meningkat ketimbang saat mereka mendapat pinjaman dari rentenir. Karena, kami berhasil menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dengan menyalurkan hasil panen petani langsung kepada off-taker mitra CROWDE untuk mendapatkan harga jual dan keuntungan yang optimal. 

Selain itu, sebelum mendapat permodalan dari CROWDE, 50% petani tidak memiliki akun bank. Kini, mereka telah memiliki akun bank untuk bertransaksi sehingga mampu mengelola keuangan dengan lebih baik.

Masalah kelaparan juga bisa perlahan diatasi

Ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang kedua, yaitu memberantas kelaparan. Data menunjukkan 19 juta orang Indonesia masih mengalami kelaparan. Mereka biasanya hanya mampu makan satu kali dalam sehari. Untuk bantu menyelesaikan masalah tersebut, CROWDE ikut berperan meningkatkan kemampuan petani untuk menjalankan budi daya agar hasil panen mereka lebih maksimal. Karena ternyata, 90% petani di Indonesia masih menderita karena kurangnya pengetahuan di bidang pertanian.

Hingga di tahun 2019, kami berhasil menyalurkan 506.000 kg makanan ke seluruh Indonesia. Penyaluran makanan terlaksana melalui kerja sama CROWDE dengan 9 institusi off-taker, yaitu MCI, Indofood, Japfa, Indowooyang, Lotte Mart, PT Tani Suri Pemuka, dan ACEFOOD. Kami juga bekerja sama dengan 118 ritel off-taker di beberapa lokasi di Indonesia. 

Para petani mitra CROWDE pun menyatakan bahwa CROWDE telah berperan mengontrol risiko pertanian seperti hama, penyakit tanaman, dan bencana alam melalui pendampingan langsung di lapangan. Sehingga proses penanggulangan dapat dilakukan secara tepat dan mengurangi risiko kerugian.

Ikut berpartisipasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi 

Kami juga memiliki tujuan yang sama dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang kedelapan, yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, serta mengurangi pengangguran. Tahun 2019, pertumbuhan ekonomi di pedesaan mengalami pertumbuhan sebesar 56%. Ini membuat 9 juta orang yang menganggur jadi memiliki pekerjaan yang layak. Setelah mendapat permodalan dari CROWDE, mitra petani bisa mengembangkan bisnis mereka, baik memperluas lahan garapan, maupun meningkatkan produktivitas, serta membuka lebih banyak peluang kerja di bidang pertanian.

Alhasil, jumlah pekerja meningkat hingga dua kali lipat untuk mengelola bisnis pertanian. Dengan begitu, peluang dan kesempatan kerja juga mengalami peningkatan sebesar 50%. Ini dikarenakan, setiap petani yang terdaftar sebagai borrower di CROWDE mampu mempekerjakan 2 kali lebih banyak pekerja untuk menjalankan proyek budidaya pertanian. Tidak hanya itu, kami telah mendukung seratus petani baru di daerah pedesaan untuk bisa mendapat akses permodalan pertanian.  

CROWDE optimis bisa terus bertahan karena masih ada 39,7 juta jiwa petani di Indonesia dengan luas lahan garapan yang mencapai 7,1 juta hektar yang selalu menanti dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Tidak selamanya ini hanya menjadi beban pemerintah. Kita pun sebagai warga sipil bisa ikut serta memberi perubahan asal mau mencoba untuk membuka diri. Bisa dimulai bersama kami di sini untuk berbarengan mencapai masa depan pertanian yang lebih cerah. 

Baca juga: Kisah Startup: Crowde, Bantu Modernisasi Pertanian Indonesia

0 comments on “Senyum Petani Hilang, CROWDE Bisa Apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *