Belajar Bertani

Sensor Cerdas Untuk Pengukuran Tanah yang Akurat

sensor cerdas

Sensor cerdas merupakan salah satu dari sekian banyak teknologi yang dihasilkan dari adanya pertanian modern, sensor ini dikembangkan dengan tujuan untuk membantu petani memperoleh hasil yang lebih cepat dan juga lebih baik, serta membantu dalam penentuan berbagai karakteristik tanah. Sensor pada bisnis pertanian modern umumnya digunakan untuk mengukur secara real-time sehingga mengontrol aplikasi tarif variable. Selain itu, teknologi sensor juga dapat digunakan untuk memetakan tanah dengan penggunaan GPS.

Lokasi yang umumnya ditempel sensor terletak di depan traktor atau dipasang pada bagian
badan traktor yang bersentuhan langsung dengan tanah atau setidaknya dekat dengan permukaan tanah. Pasalnya, ketika traktor melewati lapangan maka sensornya dapat mengumpulkan data serta memprosesnya dan juga menginterpretasikannya pada peta tanah, sehingga dapat memberikan informasi tentang beberapa lapisan mengenai tanah.

Dalam kasus sensor real-time, data yang dikumpulkan dan diinterpretasikan mengarah pada perubahan dari yang sebelumnya. Kendati demikian, sensor tidak hanya memiliki satu jenis sensor untuk melakukan pemetaan tanah. Berikut ulasannya.

● Elektromagnetik
● Elektrokimia
● Mekanik

1. Sensor Elektromagnetik

Sensor elektromagnetik memiliki fungsi untuk mengukur berbagai komponen sifat tanah yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman, seperti tekstur tanah, kapasitas tukar kation, kondisi drainase, tingkat bahan organik, salinitas, dan karakteristik lapisan tanah. Cara kerja dari sensor yang satu ini menggunakan sirkuit listrik untuk mengukur kemampuan partikel tanah menghantarkan atau mengakumulasi muatan listrik. Sensor elektromagnetik mengukur EC tanah dengan menggunakan dua metode yaitu kontak dan non-kontak.

Sementara itu, pada umumnya EC tanah yang diukur tidak berpengaruh langsung pada pertumbuhan atau hasil tanaman. Akan tetapi, berdasarkan data tanah yang terukur, seorang petani dapat dengan mudah menentukan sifat-sifat tanah tertentu yang dapat mempengaruhi hasil panen.

2. Sensor Elektrokimia

Berbeda dari sensor elektromagnetik, sensor cerdas elektro kimia umumnya digunakan untuk mengukur karakteristik dari tanah untuk meningkatkan presisi dari tingkat hara tanah dan pH. Sensor ini dapat menjadi satu alternatif bagi para petani yang perlu menganalisis kimia tanah tanpa budget berlebih.

3. Sensor Mekanik

Sensor mekanis digunakan untuk memperkirakan ketahanan mekanis tanah (pemadatan) yang terkait dengan variabel tingkat pemadatan. Sensor ini menggunakan mekanisme yang menembus atau memotong tanah dan mencatat gaya yang diukur dengan alat pengukur regangan atau sel beban. Cara kerja dari sensor ini adalah ketika sebuah sensor bergerak melalui tanah, ia mencatat gaya resistansi yang timbul dari pemotongan, pemutusan, dan perpindahan tanah.

Dalam menciptakan sebuah tatanan bisnis pertanian yang baik dan juga modern di Indonesia saat ini memang memerlukan sebuah modal usaha pertanian yang besar pula. Apalagi melihat peluang saat ini orang berlomba-lomba untuk menerapkan pola hidup  sehat dan produk pertanian akan semakin menjadi primadona. Menerapkan peluang tersebut, CROWDE hadir sebagai sebuah platform fintech yang mengusung tema  pemberdayaan petani Indonesia agar semakin baik dengan cara menghubungkan pemodal serta petani untuk melakukan bisnis pertanian yang lebih baik. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi dari CROWDE.

CROWDE: Mengenal Drone Untuk Bisnis Pertanian 2.0

0 comments on “Sensor Cerdas Untuk Pengukuran Tanah yang Akurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *