Nasi adalah bahan pangan utama bagi penduduk di Indonesia. Semua orang pasti mengkonsumsi nasi untuk mencukupi kebutuhan pangannya sehari-hari. Bahkan penduduk Indonesia perumpamaannya belum kenyang kalau belum makan nasi. Sebegitu pentingnya nasi bagi kehidupan penduduk dalam negeri, membuat nasi menjadi komoditas dengan nilai konsumsi paling besar. Per tahun konsumsi beras nasional bisa mencapai 114,6 kg per kapita. Namun, sebelum nasi bisa sampai di meja makanmu, ada alur yang harus dilaluinya lebih dulu. Ingin tau bagaimana alur tersebut? Yuk, simak di ulasan berikut ini!

Saat masih menjadi tanaman, namanya padi

Proses budidaya tanaman padi dimulai dari pemilihan benih berkualitas. Kualitas benih yang baik adalah kunci keberhasilan budidaya ini. Setelah itu, baru dilakukan proses persemaian tepat di 25 hari sebelum masa tanam. Lalu dilakukan pengolahan lahan agar lapisan tanah yang semula keras bisa menjadi gembur hingga melumpur. Setelah itu dilakukan proses penanaman serta pemeliharaan. Pada tahap pemeliharaan, tanaman padi akan melalui proses penyiangan, pengairan, pemupukan, hingga pengendalian hama. Proses pemupukan harus dilakukan dengan seimbang, tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Begitu juga dengan proses pengendalian hama yang menjadi ujung tombak keberhasilan dari budidaya padi.    

Setelah panen, namanya berubah menjadi beras

Setelah petani melakukan budidaya padi selama kurang lebih 95 hari, padi siap panen. Ditandai dengan bulir padi yang memadat dan memiliki kadar kelembaban biji mencapai 25%, serta warna tanaman yang mulai menguning. Proses panen bisa dilakukan secara manual menggunakan sabit atau dengan mesin pemanen padi. Lalu gabah dipisahkan dari tanaman padi dengan cara dipukul-pukul atau menggunakan mesin. Setelah itu, gabah dikeringkan dengan cara dijemur lalu baru digiling untuk memisahkan sekam padi dari beras. Sampai di situ baru jadilah beras, tapi masih jadi beras merah. Jika ingin menjadikannya beras putih, bekatul juga harus ikut dihilangkan bersama sekam. Proses terakhir adalah dilakukannya pemutihan beras menggunakan bubuk glukosa atau bubuk talc.

Saat siap dikonsumsi, namanya jadi nasi

Lalu beras siap didistribusikan dan dipasarkan ke pedagang eceran, seperti ke Toko Tani Indonesia, ke pasar tradisional dan modern, atau langsung masuk ke Bulog. Untuk kemudian bisa dibeli oleh konsumen. Dari beras, konsumen siap mengkonsumsinya sebagai nasi dengan terlebih dulu dimasak menggunakan alat pemasak nasi (rice cooker). Finally, siap untuk disantap bersama aneka ragam lauk-pauk yang juga bersumber dari para petani kita.

 

Panjangnya proses produksi dari padi hingga menjadi nasi menunjukkan kerja keras yang nyata dari para petani Indonesia. Lalu apakah kerja keras mereka tidak perlu mendapat apresiasi? Siapa lagi kalau bukan mereka yang memperjuangkan kebutuhan pangan dalam negeri agar dapat tercukupi?

Untuk memberi apresiasi terhadap kerja keras mereka tidak harus kok dengan ikut turun ke sawah. Bisa hanya dengan smartphone kamu saja. Gunakan jari-jarimu untuk hal yang lebih bermanfaat. Seperti, berusaha membantu petani dengan mengetikkan nominal angka yang bisa kamu investasikan sebagai modal usaha bagi mereka. Cara itu saja sudah membuat mereka sangat terbantu lho! Kemudahan ini bisa kamu dapatkan sekarang juga di sini! Yuk, jangan tunggu sampai nanti karena petani sudah menunggu!