Inspiratif

Indonesia vs Luar Negeri: Sama-Sama Profesi Petani, Tapi Beda Image

Image dari sebuah profesi menentukan status sosialnya di masyarakat. Itu mengapa, profesi pekerjaan yang punya image buruk di benak masyarakat, cenderung dihindari. Nah, uniknya, profesi petani di Indonesia punya image yang keliru. Bukan buruk, tapi profesi petani dekat dengan image yang harus berkotor-kotoran, tidak menjanjikan atau terlalu tradisional. Pandangan ini yang kemudian suka menciutkan nyali seseorang untuk terjun ke dunia pertanian. Padahal, seluruh penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya ke petani. Sekarang, bagaimana kamu bisa terus makan kalau tidak ada petani? Siapa lagi yang akan memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia kalau bukan petani? Lalu image yang keliru tersebut justru semakin menambah masalah. Hingga berhasil membuat sektor pertanian seakan kehilangan regenerasinya. Apakah ini hanya terjadi di Indonesia? Yuk, simak ulasan tentang bagaimana perbandingan antara image profesi petani di Indonesia dengan di luar negeri? Kira-kira lebih baik mana ya?

Kira-kira bagaimana pertanian dan image para petani di Jepang?

Jepang yang dikenal dengan sebutan negara sakura, ternyata memiliki sektor pertanian yang maju. Beragam teknologi terbarukan dipakai di setiap budidaya yang dilakukan. Penduduk Jepang juga sering melakukan penelitian untuk menemukan sebuah inovasi. Sehingga, meski cuaca di sana tidak sebagus di Indonesia, tapi sektor pertanian di sana terbilang maju. Bahkan penduduk bisa melakukan kegiatan pertanian di ruang bawah tanah atau di pekarangan rumah. Bukti bahwa di Jepang sudah menerapkan sistem pertanian yang modern adalah teknologi traktor tanpa awak, mesin tanam dan mesin panen, serta pemanfaatan lampu LED untuk menghalau hama. Karena inovasi dan teknologi pertaniannya sudah sangat maju, image petani di sana juga ikut terangkat. Dianggap sebagai profesi yang menjanjikan bahkan bergengsi. Profesi petani disukai pula oleh generasi mudanya yang tertantang menemukan beragam inovasi terbaru.

Lalu, kalau di Belanda gimana ya?

Luas negara ini sebenarnya tidak mencapai satu persen pun luas negara Indonesia. Ditambah iklim di sana yang juga tergolong dingin, secara logika akan menyulitkan sektor pertaniannya. Tapi, sesuatu yang tidak mungkin bisa diubahnya menjadi mungkin. Bahkan, Belanda mampu menduduki urutan kedua negara pengekspor produk pertanian terbanyak di dunia. Produk andalan ekspornya adalah benih dan bunga. Sistem pertanian di Belanda kental dengan riset yang dilakukan oleh para ahli. Sehingga image petani yang harus berkotor-kotoran, berevolusi menjadi lebih eksklusif karena banyak researcher yang ikut berkecimpung di sektor tersebut. Sehingga tuntutan terbesarnya bukan hanya hasil produksi yang berlimpah, namun juga mampu menciptakan inovasi dan kreativitas tanpa batas. Dengan begitu, tujuan akhirnya tidak hanya berfokus pada optimalisasi keuntungan, namun juga sangat memperhatikan sustainable dan keramahan lingkungan.

Apakah image dari profesi petani di Amerika Serikat lebih baik?

Tidak kalah dengan negara lain, Amerika Serikat juga telah menerapkan teknologi yang sangat maju untuk pengelolaan lahan pertaniannya. Sehingga tidak heran bila hasil produksi pertanian di sana tergolong berkualitas sangat baik. Mesin traktor bisa berfungsi sebagai penarik alat-alat lainnya, seperti mesin pencangkul, pemupuk, penanam benih, pemotong, dan pemanen. Kemajuan teknologi juga ikut memperbaiki sistem pengemasan hasil pertanian, pengangkutan, hingga pemasaran. Tidak sedikit anak muda yang justru menjalankan sektor pertanian di sana. Mulai dari proses awal (pembibitan) hingga panen. Bahkan para pelajar tidak malu untuk menggunakan waktu luangnya selepas pulang sekolah untuk ikut bertani. Karena mereka merasa tertantang untuk menggunakan, serta mengembangkan teknologi yang diterapkan oleh sektor pertaniannya. Dan membuat regenerasi petani menjadi satu hal yang sangat mudah.

Ulasan di atas menunjukkan secara jelas bahwa teknologi bisa menjadi sebuah solusi untuk menarik generasi muda tanah air. Tujuannya juga agar Indonesia tidak kesulitan menciptakan generasi penerus profesi sebagai petani. Anak muda yang dekat dan sangat menyukai teknologi bisa ikut berperan mengembangkan teknologi di bidang pertanian. Menciptakan bermacam inovasi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Termasuk teknologi yang memudahkan siapapun untuk ikut terlibat dan berkontribusi di sektor pertanian. Serta dapat bersentuhan langsung dengan para petani tanah air. Demi pertanian Indonesia yang lebih baik lagi. Kalau enggak percaya, coba buktikan semuanya di sini!

 

Referensi:

approve.cc. 26 Agustus 2015. Kaskus: https://bit.ly/2SWQCl4

Tim Boucher. 3 Februari 2016. Medium: https://bit.ly/2GJMU80

Ben Potter. 24 Mei 2016. AgWeb: https://bit.ly/2VhcO6b

Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini.

0 comments on “Indonesia vs Luar Negeri: Sama-Sama Profesi Petani, Tapi Beda Image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *