Suka cita menyambut tahun 2020 biasanya berbarengan dengan penyusunan target baru yang ingin dicapai, yang akrab disebut dengan resolusi. Tidak terbatas pada individu, setiap perusahaan kebanyakan juga memiliki resolusi yang ingin dicapainya di tahun yang baru agar dapat membuat perusahaan tersebut jadi lebih baik lagi di tahun 2020. Tidak terkecuali CROWDE. Di tahun 2020, CROWDE telah memulai tahapan baru untuk bisa meningkatkan kualitas layanan dan keamanan bertransaksi, baik bagi petani, pemodal, off-taker, dan partner. Apa saja yang menjadi resolusi CROWDE di tahun 2020? Simak ulasannya berikut, yuk! 

Menerapkan RDL dan RDB

Sesuai peraturan OJK, demi untuk meningkatkan keamanan dalam transaksi permodalan di CROWDE, kami mulai menerapkan Rekening Dana Lender (RDL) dan Rekening Dana Borrower (RDB) pada setiap layanan permodalan. RDL adalah rekening milik pemodal (lender) yang diberikan oleh suatu bank sesuai dengan nama masing-masing pemodal. Sehingga dana milik pemodal tidak lagi bertumpuk pada satu akun fintech lending, dan pemodal memiliki kendali penuh atas uang yang ada di rekeningnya. Sedangkan RDB adalah rekening yang dimiliki oleh peminjam (borrower) yang dipegang oleh suatu bank agar lebih aman karena terdapat riwayat transaksi keuangan yang jelas.  

Penerapan sistem cashless

CROWDE menerapkan 100% sistem cashless dalam penyaluran modal ke petani melalui kerjasama dengan toko pertanian setempat untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan budidaya petani. Sistem ini sebelumnya sudah kami terapkan perlahan sebagai uji coba sejak tahun 2019, dan akan terus diterapkan pada tahun 2020 karena terbukti efektif menjaga keamanan dalam transaksi permodalan di CROWDE. Selain itu, CROWDE berupaya memberikan pembinaan ke para petani terpilih untuk meminimalisir terjadinya proyek gagal dan risiko lain. Para petani juga diberikan edukasi manajemen finansial untuk usaha yang dijalankannya.

Lebih banyak melakukan kerjasama

CROWDE bekerjasama dengan berbagai institusi dan memperbanyak jumlah agen lapangan untuk membantu petani membuat laporan dan mengawasi jalannya proyek permodalan petani. Selain itu, CROWDE juga bekerjasama dengan off-taker untuk memastikan penjualan hasil produksi petani maksimal, serta pengembalian modal dari petani ke para lender berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Jika terjadi masalah, sistem penyelesaian masalah bisnis akan dilakukan bersama paguyuban petani.

Memperketat proses credit scoring

Proses credit scoring pada proyek permodalan dilakukan dengan tahapan yang lebih lengkap, seperti melakukan analisa kondisi lahan petani, mengecek akses terhadap irigasi, kondisi tanaman/lahan di sekitarnya, dan mengukur tingkat akses ke lahan pertanian. Tingkat risiko pada masing-masing proyek permodalan di platform CROWDE akan disesuaikan juga berdasarkan skema permodalan dan jenis komoditas yang dibudidayakan. CROWDE juga akan melakukan perbaikan pada prosedur dan sistem penanganan konsumen oleh tim CS. Kami akan menjawab pertanyaan/keluhan berdasarkan tingkat urgensinya (low, middle, high, serious).

Tanpa menjanjikan kesempurnaan, CROWDE akan terus mengupayakan perbaikan layanan dan memastikan kita semua bisa lebih baik lagi dalam mendukung petani Indonesia. Bila Anda ingin membantu kami untuk terus berkembang, jangan ragu menyampaikan pertanyaan, kritik dan saran, demi sektor pertanian di Indonesia yang lebih cemerlang di tahun 2020.