Untuk menjalankan sebuah bisnis, modal adalah hal utama yang harus dipikirkan. Modal dapat didapatkan darimana saja. Salah satunya dengan melakukan usaha kerjasama menggunakan sistem bagi hasil. Sistem ini termasuk menguntungkan bagi banyak pihak karena memiliki tiga jenis partner bisnis, yang masing-masing dari partner tersebut memiliki pembagian jumlah yang berbeda, berikut ulasan dari jenis partner atau rekan bisnis dalam investasi bagi hasil yang ada di Indonesia.

 

 

  • Pemberi modal dan juga rekan kerja

 

Pemberi modal pada kasus ini adalah orang yang memberi modal dan juga ikut berperan mengurus usaha itu bersama dengan Anda. Rekan atau partner jenis ini dapat disebut juga dengan rekan kerja aktif. Maksud dari rekan kerja aktif adalah seorang pegawai yang mendapat gaji setiap bulan. Sebab, profit dari usaha kerjasama bagi hasil ini terbagi menjadi dua, yaitu dividen dan gaji. Pembagiannya pun berbeda, jika gaji satu bulan sekali, sedangkan dividen satu tahun sekali. Dividen diperoleh dari hasil keuntungan bersih selama satu tahun, yang didapat setelah memotong keuntungan dengan biaya investasi tahun depan dan juga biaya operasional. Sedangkan nanti dalam pembagiannya, akan disesuaikan pada porsi masing-masing rekan kerja aktif atau juga disebut pegawai tadi. 

 

 

  • Pemberi modal dalam bentuk saham

 

Sama seperti namanya, pemberi modal seperti ini hanya memberikan modalnya dalam bentuk saham. Mereka tidak terjun langsung mengurus usaha yang dimodalinya. Para partner bisnis ini lebih dikenal sebagai investor. Nantinya, kedua belah pihak harus melakukan kerjasama bagi hasil dimana hanya salah satu pihak saja yang berinvestasi. Pembagian dari hasil keuntungannya juga hanya melalui dividen, karena modal 100% dimiliki oleh satu individu saja. Namun, sebelum pihak pemberi modal dan yang akan dimodali melakukan kesepakatan, mereka harus menyetujui porsi pembagian hasil masing-masing. Misalnya, sebesar 50:50 atau 40:60. Pembagian ini dilakukan secara adil dan transparan.

 

 

  • Pemberi modal dalam bentuk utang

 

Hampir sama dengan ulasan di atas tentang investor saham. Pemberi modal dalam bentuk utang biasanya hanya menerima  utang usaha. Utang tersebut memiliki pokok utang, seperti bunga dan juga waktu jatuh tempo. Biasanya partner bisnis seperti ini dapat disebut sebagai kreditur. Karena itulah, dalam perjanjian antara kreditur dengan yang akan dimodali pasti memiliki pokok utang, bunga, dan waktu jatuh tempo. Perbedaan dengan investor saham, bila usaha yang dijalankan mengalami kegagalan, maka kreditur tidak akan menanggung atau bertanggung jawab akan hal itu. Pembagian dari keuntungan itu juga dilakukan dengan cara pembayaran pokok utang dan bunga dalam jangka waktu yang ditentukan. Besar daripada bunganya juga biasa disepakati oleh kedua belah pihak. Jika pembayarannya melewati masa tempo, maka bunga yang akan diberikan juga akan semakin besar.

 

Itulah jenis-jenis partner atau rekan bisnis dalam investasi bagi hasil yang ada di Indonesia. Bagi Anda yang tertarik untuk bekerja sama dengan investasi bagi hasil, Anda harus tahu dulu model kesepakatan yang akan Anda jalani sebelum memulai proses usahanya. Salah satu investasi terpercaya yang bisa Anda pertimbangkan adalah investasi di sektor pertanian bersama CROWDE. CROWDE adalah sebuah platform yang menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal kerja petani. Dengan sistem permodalan crowd-lending, CROWDE menjalankan tiga skema proyek permodalan, yaitu skema bagi hasil, skema pinjaman, dan skema syariah musyarakah. Dengan skema tersebut, memungkinkan siapa saja untuk memberikan modal dan memilih proyek usaha tani mana yang ingin dimodali. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, maka Anda dapat memperolehnya melalui website official CROWDE.