News

Regenerasi Petani Untuk Indonesia Zero Hunger Di Tahun 2030

Hhindari CROWDE Penipuan

Deklarasi 189 negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di tahun 2015 memunculkan apa yang disebut dengan SDG (Sustainable Development Goals). Atau yang diartikan sebagai tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Ada 17 tujuan yang telah dirumuskan dan telah diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan nasional. Tidak terkecuali Indonesia. Dalam ke-17 poin tersebut yang akan disorot kali ini adalah poin ke-2, yaitu soal zero hunger di tahun 2030. Yang artinya, tidak ada lagi fenomena kelaparan. Semua kebutuhan pangan serta gizi nasional dapat terpenuhi.

Tentu hal ini dapat terwujud bila regenerasi petani di Indonesia jumlahnya mencukupi. Karena Indonesia tidak bisa terus bergantung pada 65% petani yang usianya sudah di atas 45 tahun. Yang mana dalam kurun waktu 10 tahun lagi mereka sudah memasuki masa pensiun. Dimana produktivitas akan menurun, dan tentu hasil panen yang dihasilkan kurang maksimal. Yuk, kita bahas lebih lanjut. Mari disimak!

Kenapa sebuah negara dengan zero hunger menjadi penting?

Bicara soal lapar ini berhubungan dengan kebutuhan pangan yang mana merupakan kebutuhan pokok manusia. Negara tanpa masyarakatnya yang kelaparan akan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, dan meningkatkan gizi masyarakat agar tidak mudah terserang penyakit. Terlebih bila tingkat demografi di sebuah negara mengalami peningkatan, namun tidak diikuti dengan peningkatan pengelolaan pangannya serta ditambah perekonomian global yang cenderung tidak stabil, akan menambah jumlah masyarakat miskin di negara tersebut. Yang buat makan saja susah. Bukankah ini mimpi buruk yang harus dihindari?

Sehingga tujuan zero hunger di tahun 2030 akan ikut mendorong produktivitas pertanian, peternakan, dan perikanan di Indonesia. Tidak hanya itu, namun juga diharapkan mampu membuat sistem produksi pangan yang berkelanjutan. Sehingga dapat dimanfaatkan secara terus-menerus.       

Masa depan pertanian Indonesia juga bergantung pada regenerasi petaninya

Berdasarkan hasil survei LIPI, hampir tidak ada anak petani yang ingin menjadi petani seperti orang tuanya. Status sosial seseorang yang berprofesi sebagai petani sering dianggap rendah. Ini yang membuat generasi penerusnya tidak berminat. Hanya sekitar 4% dengan usia 15 – 35 tahun yang berminat menjadi petani. Selebihnya habis tergerus oleh janji-janji sektor industrialisasi. Bukan hanya minat yang kurang, ternyata persoalan lahan pertanian juga menjadi kendala. Lahan pertanian milik petani banyak mengalami konversi menjadi lahan pemukiman, jalan tol, dan juga pabrik. Rata-rata petani hanya memiliki lahan kurang dari 0,5 ha.

Regenerasi petani harus hadir disertai penemuan inovasi yang dibawanya. Seperti mengupayakan pertanian organik atau non-tanah menggunakan sistem hydroponic atau aeroponic. Sehingga mampu menarik banyak perhatian generasi muda dan mengubah image petani menjadi lebih modern.    

Apakah mereka mampu? Kalau bukan kita yang percaya siapa lagi?

Bicara soal kemampuan, semua akan terjawab bila ada kemauan. Apa lagi generasi anak muda sekarang terkenal kreatif. Yang berarti sangat mudah untuk mempelajari suatu hal baru. Bisa berkreasi dan menemukan ide baru yang mungkin diterapkan di bidang pertanian. Regenerasi petani juga butuh dukungan. Dukungan yang bisa diberikan berupa kepercayaan. Percaya bahwa mereka bisa membuat sistem pertanian di Indonesia jadi lebih baik lagi. Jangan sepelekan mereka. Entah karena umurnya yang masih muda atau karena profesinya sebagai petani. Toh, kalau tidak ada yang bergerak menyelamatkan ketersediaan pangan di Indonesia – lalu dengan apa kamu akan makan? Dengan apa kamu akan mengatasi rasa laparmu? Bantu upaya mereka dengan mendukungnya dari belakang.

 

Bersama CROWDE, kamu bisa ikut berkontribusi pada proyek ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian. CROWDE bekerja sama dengan toko tani penyalur kebutuhan proyek usaha tani untuk menjamin ketersediaan barang. Hingga bantu menyalurkan hasil panen langsung kepada konsumen. Melalui offtaker rekanan CROWDE agar harga jual lebih stabil. Sehingga kontribusi mu sepadan dengan hasil profit yang bisa kamu dapatkan. Yuk, segera gabung di CROWDE!  

 

Referensi:

Niswatin Hasanah. 20 Agustus 2018. Geotimes.co.id: https://bit.ly/2R0AcDl

Maulida Rahma. 17 April 2018. Medium.com: https://bit.ly/2TzTmlh

Dwi Murdaningsih. 6 Agustus 2018. Republika.com: https://bit.ly/2Fx8NYg

V Soma Ferrer. 6 Agustus 2018. Kompasiana.com: https://bit.ly/2R1gHKX

 

    

 

0 comments on “Regenerasi Petani Untuk Indonesia Zero Hunger Di Tahun 2030

Leave a Reply

Your email address will not be published.