Siapa yang doyan banget makan pakai sambal? Rasanya kalau nggak ada sambal, kurang lahap makannya. Ya, lidah kita orang Indonesia memang lekat sekali dengan cabai merah segar yang diulek menggunakan cobek, ketimbang saus sambal olahan yang diproduksi pabrik. Selain untuk cocolan, hampir semua bumbu masakan Indonesia menggunakan cabai merah. Makanya nggak heran bila kebutuhan konsumsi nasional bisa mencapai 254.670 ton. Kebutuhan sebanyak itu saja Indonesia masih bisa surplus, keren nggak tuh kinerja petani kita? Para petani di daerah sentra produksi berhasil memproduksi cabai merah sebanyak 281.712 ton. Daerah sentra produksi di Indonesia ada di 10 Provinsi, kira-kira dimana saja, ya? Berikut adalah 5 diantaranya, simak, yuk!

Jawa Tengah

Luas panen terluas untuk komoditas cabai merah berada di Provinsi Jawa Tengah, yaitu 23.712 ha dengan jumlah produksi mencapai 164.980 ton. Itu berarti setiap 1 ha lahan mampu menghasilkan 6,96 ton cabai merah. Lokasi sentra produksi cabai merah besar di Jawa Tengah terletak di Kabupaten Temanggung, Magelang, Banjarnegara, dan Brebes. Dari hasil produksi tersebut ada juga yang diekspor ke beberapa negara, seperti Thailand dan Singapura. Pada saat musim hujan, para petani di Jawa Tengah menggunakan sungkup plastik atau rain shelter sebagai antisipasi budidaya mereka dari potensi terjadinya gagal panen. 

Jawa Barat

Hasil produksi cabai merah besar dari Provinsi Jawa Barat ternyata menjadi penyangga kebutuhan cabai di wilayah Jabodetabek. Luas panen cabai merah di provinsi ini adalah 16.315 ha, namun hasil produksinya terbanyak di Indonesia mencapai 242.113 ton, yang berarti setiap 1 ha lahan mampu menghasilkan 14,84 ton cabai merah. Lebih banyak dari Provinsi Jawa Tengah tadi. Sentra cabai merah besar di Jawa Barat salah satunya ada di Bandung Barat, yaitu di Kecamatan Lembang, Parongpong, Cisarua, Saguling, dan Cililin. Rata-rata petani di sana membudidayakan cabai merah menggunakan metode tumpang sari dengan komoditas tomat. Biaya produksi yang tinggi, harus ditopang dengan harga jual yang stabil agar mereka tidak mengalami kerugian. 

Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara menjadi provinsi penyebaran sentra produksi cabai merah ketiga di Indonesia. Dengan luas panen mencapai 14.454 ha mampu memproduksi sebanyak 152.630 ton, yang berarti setiap 1 ha lahan mampu menghasilkan 10,56 ton cabai merah. Produksi cabai merah besar tertinggi berada di Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, dan Langkat. Penanaman cabai merah oleh para petani di sana biasa dilakukan pada bulan Maret atau April, dan puncak panen berada di bulan Juni. Hasil produksi cabai merah di Sumatera Utara selalu mengalami surplus setiap tahun sehingga bisa dijual ke daerah lain, seperti ke Batam, Pekanbaru, dan juga Padang.

Jawa Timur

Luas panen komoditas cabai merah di Jawa Timur adalah 13.571 ha dengan hasil produksi mencapai 95.539 ton, yang berarti setiap 1 ha lahan mampu menghasilkan 7,04 ton cabai merah. Sentra produksi cabai merah di Jawa Timur berada di Kabupaten Kediri, Blitar, Malang, Tuban, Banyuwangi, dan Mojokerto. Harga jual cabai merah besar memang fluktuatif. Ketika harga jualnya anjlok, hanya sedikit petani yang menanamnya sehingga luas panen menjadi minim yang setelahnya membuat harga jual cabai jadi meroket. Oleh karena itu, kebijakan pasar perlu mematuhi Harga Patokan Produksi (HPP) agar para petani tetap semangat melakukan budidaya cabai merah ini.

Sumatera Barat

Kebutuhan konsumsi cabai merah di Sumatera Barat adalah 30.000 ton per tahun. Sedangkan luas panen cabai merah mencapai 8.600 ha dengan total produksi 68.224 ton, yang berarti 1 ha lahan mampu memproduksi 7,93 ton. Ini berarti hasil produksi cabai merah mengalami surplus setiap tahun. Daerah sentral produksi cabai merah berada di Kabupaten Agam, Solok, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan. Pemerintah daerah di sana juga melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para petani terkait pola penanaman cabai, seperti pengaturan musim tanam agar terus mendapatkan hasil yang maksimal. 

 

Selain 5 provinsi di atas, ada lagi area persebaran produsen cabai merah di Indonesia yang terdapat di Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Aceh. Bila dilihat persebarannya masih terfokus di wilayah Jawa dan Sumatera, sedangkan pulau lainnya masih menerima pasokan dari daerah sentra produksi atau sudah bisa memproduksinya sendiri, namun masih dalam skala kecil. Untuk itu, agar persebaran sentra produksi cabai merah lebih merata, petani-petani di seluruh Indonesia bisa ikut serta mengupayakan budidaya cabai merah secara maksimal. Caranya bisa ditemukan di sini!