Komoditas

Produksi Jagung Meningkat, Hasil Prestasi Petani Dalam Negeri

jagung

Dulu untuk komoditas yang satu ini, Indonesia masih harus melakukan impor agar dapat memenuhi kebutuhan nasional. Namun faktanya mulai tahun 2015 produksi jagung Indonesia terus mengalami peningkatan. Dari yang 19,6 juta ton pada tahun 2015 meningkat menjadi 23,6 juta ton pada 2016. Disusul satu tahun kemudian meningkat lagi menjadi 27,9 juta ton. Sehingga Indonesia mampu menjadi swasembada jagung dan justru melakukan ekspor ke luar negeri. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah yang memberikan subsidi bibit unggul kepada para petani Indonesia agar prestasi yang telah dicapai dapat terus dipertahankan. Selengkapnya informasi terkait komoditas ini akan kita bahas berikut ini, simak yuk!

Jagung, dari untuk dikonsumsi secara langsung hingga sebagai bahan baku industri

Kebutuhan jagung untuk dikonsumsi secara langsung berkisar 400 ribu ton per tahun. Dari total produksinya, itu hanya mengurangi 4% – 10% saja. Justru komoditas ini banyak digunakan pada industri pengolahan pangan yang menghabiskan 90% – 96% produksi jagung nasional. Produk olahan pangan yang dihasilkan oleh jagung di antaranya: tepung (meizena), minyak goreng, dan juga pemanis rendah kalori. Dari dalam negeri, produk olahan tersebut permintaannya juga tergolong tidak sedikit.      

Risiko budidaya dan harga jualnya di pasaran

Persiapan lahan untuk pembudidayaan komoditas ini dilakukan dengan cara penggemburan tanah. Suhu udara yang cocok untuk tanaman jagung adalah berkisar 23 – 27 derajat C. Namun saat proses perkecambahan benih jagung membutuhkan suhu yang lebih tinggi, yaitu 30 derajat C. Budidaya komoditas ini juga termasuk yang berisiko tinggi. Musuh utamanya adalah gulma. Bahkan gulma sudah menyerang tanaman jagung sejak umur 15 hari. Masa kritis tersebut masih akan berlanjut hingga masa seperempat atau sepertiga dari daur hidup tanaman ini. Cara mengatasinya dengan melakukan penyiangan gulma sejak usia dini, penimbunan tanah pada sekeliling tanaman, serta pemberian pupuk tepat waktu.

Untuk harga jualnya, komoditas ini tergolong stabil apalagi Indonesia telah berhasil mencukupi kebutuhan dalam negerinya sendiri. Harga jagung per kilogram berkisar Rp 3.500 – Rp 4.000. Dengan modal awal per musimnya petani menghabiskan sekitar Rp 17 juta, keuntungan yang di dapat per sekali panen bisa mencapai ± Rp 30 juta. Sudah cukup menguntungkan bukan bagi petani?     

Dukung swasembada jagung dengan modali petaninya!

Berhasilnya Indonesia menjadi swasembada jagung merupakan capaian prestasi bagi petani jagung Indonesia. Semangat petani memproduksinya terbilang tinggi karena komoditas ini termasuk kebutuhan pokok kedua setelah beras. Untuk tanaman jagung ini, petani juga sudah mulai menggunakan konsep pertanian konservasi dengan memanfaatkan lahan kering di beberapa daerah di Indonesia. Yuk tunggu apalagi? Teman CROWDE pasti gak bakalan menyesal modali petaninya di sini!

0 comments on “Produksi Jagung Meningkat, Hasil Prestasi Petani Dalam Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published.