Inspiratif

Siapa Bilang Petani Wanita Lemah Bertani?

Petani Wanita

Beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia, Bung Karno merilis sebuah buku berjudul Sarinah pada tahun 1947. Di buku fenomenal tentang kemerdekaan Indonesa tersebut, Bung Karno menyatakan bahwa perempuan merupakan penemu ilmu pertanian yang pertama. Faktanya, Indonesia tidak hanya memiliki petani berjenis kelamin laki-laki, namun juga ada petani wanita. Karena tidak sedikit perempuan di Indonesia yang menjadi tulang punggung keluarga atau sekedar ingin membantu menambah pendapatan keluarga daripada hanya berdiam diri di rumah.

Kenyataan ini terkadang kurang mendapat dukungan, termasuk juga di sektor pertanian. Pekerja tani perempuan mendapatkan upah hanya setengahnya dari total upah tani laki-laki. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Karena selama ini petani perempuan dipekerjakan hanya untuk sekedar membantu. Tidak dilibatkan mengerjakan bagian dari pekerjaan utama. Padahal tani perempuan juga memiliki keinginan dan kemampuan yang sama. Hal ini yang kemudian juga menjadi penyebab susahnya petani perempuan mendapatkan permodalan jika ingin memulai usaha taninya secara mandiri.

Data berikut menunjukkan ketimpangan antara jumlah petani laki-laki dan perempuan:

Gambar: Data jumlah petani laki-laki dan perempuan berdasarkan sektor/subsektor tahun 2013

Sumber: www.bps.go.id

Faktor lain yang menyebabkan petani perempuan sulit mendapatkan akses permodalan karena sulitnya mereka mendapat legalitas kepemilikan lahan. Kebanyakan nama yang tercantum pada sertifikat lahan adalah nama laki-laki. Sehingga menyulitkan petani perempuan untuk memiliki agunan kredit yang sah. Alhasil, mereka hanya banyak berakhir di lilitan hutang para tengkulak.

Nasib lain yang menyelimuti petani perempuan adalah kurangnya akses terhadap kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Kebanyakan organisasi pertanian dipimpin oleh laki-laki. Akibatnya, suara petani perempuan kurang didengar. Karena muncul asumsi bahwa petani perempuan hanya mencoba peruntungan dan tidak menjadikan aktivitas bertani sebagai mata pencaharian yang serius. Padahal para perempuan yang memilih menjadi petani adalah mereka yang kondisi ekonominya sangat miskin. Dengan menjadi petani adalah satu-satunya cara mereka untuk bertahan hidup.

Lantas bagaimana nasib mereka jika upahnya hanya dibayar setengah dari upah petani laki-laki?

Bukankah mereka hanya akan bertambah miskin?

Padahal selain bertani, petani perempuan juga punya tanggung jawab mengurus rumah tangga sekaligus.

Andil petani wanita di sektor pertanian Indonesia, apakah andilnya masih penting?

Sudah tidak heran lagi bila seorang perempuan menjadi kunci ketahanan pangan dalam sebuah keluarga. Kenapa? Karena mereka melakukan perencanaan akan bahan makanan, mengolahnya, juga mempertimbangkan besar kecilnya anggaran yang digunakan. Mereka yang tidak asing akan keberadaan bahan-bahan pangan.

Perempuan juga dianggap mampu menciptakan SDM unggul karena perannya menjaga asupan gizi yang cukup bagi keluarga. Sehingga akan lebih baik jika perempuan juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan atau perumusan kebijakan terutama dalam sektor pertanian.

Perempuan bukan orang awam di bidang pertanian. Mereka bukan tidak mengerti caranya bertani, atau tidak terampil dalam berbudidaya. Bukan.

Bahkan perempuan yang pertama kali menemukan aktivitas bercocok tanam di saat mereka tidak bisa berburu. Hanya saja selama ini mereka hanya mendapat sedikit akses untuk turut mengembangkan sektor pertanian. Bukankah ini potensi yang terbuang sayang?

Lalu apakah andil atau peran perempuan masih dibutuhkan? Untuk keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.

Membahas tentang isu kesetaraan gender yang tidak ada habisnya memang belum membawa hasil yang signifikan. Hal ini dirasakan juga oleh petani perempuan yang selalu hanya dianggap sebagai pembantu suami. Jadi usaha apapun yang dilakukan petani perempuan akan sulit mencapai posisi upah yang setara dengan petani laki-laki.

Padahal, keterlibatan perempuan dalam sektor pertanian bisa jadi memberi garansi akan ketahanan pangan bukan hanya di lini rumah tangga, namun juga nasional. Lalu mengapa masih sulit saja untuk menghargai kerja keras mereka?   

Program pertanian yang bisa dikembangkan oleh para petani wanita Indonesia

Petani perempuan memiliki banyak skill yang dapat berguna untuk memajukan pertanian Indonesia. Subsektor pertanian keluarga di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh petani perempuan. Memiliki peran yang besar dalam proses produksi pertanian untuk konsumsi keluarga, mulai dari pengelolaan benih hingga pengelolaan hasil panen. Namun, jika mereka hanya terbatas pada lingkup produksi pertanian keluarga saja, bagaimana mereka bisa berkembang? Bagaimana mereka bisa merasakan keuntungan dari sektor pertanian?

Padahal, ternyata petani perempuan juga berpotensi menjalankan praktik pertanian alami. Seperti melakukan proses pembuatan pupuk dan pestisida secara alami. Mereka memilih sendiri bahan-bahan yang digunakan, hingga melakukan proses penghalusan dan fermentasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan bila menjalankan praktik pertanian kimiawi.

Petani perempuan juga bisa diajak mengembangkan Bio Solutions mengangkat konsep Pola Budidaya Ayam Sehat tanpa mengganggu lingkungan dengan tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Selain itu juga agar konsumen lebih sehat jika mengkonsumsi sumber protein yang terbebas dari bahan-bahan kimia.

Kepala Staf Presiden Moeldoko juga memberi dukungan akan peran petani perempuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Yang berarti Indonesia bisa secara mandiri memproduksi bahan baku pangan. Tidak lagi bergantung pada produk impor.

Karena sejatinya kebijakan impor benih dan pangan, akan tambah mengancam keberadaan petani perempuan. Mereka semakin tertimbun oleh produk-produk impor yang membanjiri pasar Indonesia. Sehingga jika pemerintah bisa sedikit cermat, untuk memberi dukungan penuh – petani perempuan memiliki potensi untuk menjadi pejuang kedaulatan pangan di Indonesia.

Keuntungan yang didapat dengan memberdayakan petani wanita di Indonesia

Jika perempuan mendapat akses yang lebih luas di sektor pertanian, akan berdampak pada meningkatnya produktivitas pertanian. Yang artinya, akan berdampak pada peningkatan dan kestabilan pendapatan keluarga yang membuat keluarganya lebih sejahtera.

Hal ini telah terbukti, bila terjadi peningkatan pendapatan pada perempuan di dalam sebuah keluarga, akan lebih signifikan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Karena perempuan dinilai lebih multi-tasking sehingga lebih menguntungkan bila juga memiliki pendapatan yang baik.

Dengan begitu, peran perempuan ini akhirnya akan berdampak pada peningkatan perekonomian Indonesia.

Jadi tidak lagi hanya bertumpu pada hasil yang diperoleh kaum laki-laki. Bukankah semua pihak wajib berperan meningkatkan perekonomian bangsa?

Petani perempuan secara nyata harus mendapatkan akses untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru melalui beragam penyuluhan. Seperti yang biasa dilakukan oleh CROWDE, penyuluhan tidak terbatas hanya untuk petani laki-laki, namun juga ditujukan untuk petani perempuan.  

Akses permodalan juga harus dipermudah bagi petani perempuan. Karena mereka sangat membutuhkannya. Kalau mereka meminta modal ke suami, juga pasti suaminya akan kesulitan mengingat pendapatan yang pas-pasan juga. Akses ke permodalan bank pasti akan lebih sulit. Dikarenakan petani perempuan kurang bisa meyakinkan pihak bank.

Namun, CROWDE mendukung pemberdayaan petani perempuan dengan memberi ruang permodalan khusus usaha tani yang dikelola oleh petani perempuan. Karena CROWDE sadar bahwa partisipasi perempuan dalam pertanian juga turut membangun bangsa.

Apa bentuk dukungannya? Sudahkah cukup membuat petani perempuan juga ikut sejahtera?

Bila petani perempuan tidak lagi bergantung dengan para tengkulak, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik dari hasil produksi taninya. Hasil panen tidak lagi dijual melalui tengkulak. Mereka bisa mendapat akses langsung kepada konsumen sehingga harga jual menjadi wajar.

Di CROWDE, petani perempuan bisa mengakses permodalan dengan lebih mudah. Melalui sistem crowd-investment, dimanapun kamu berada bisa ikut bergotong royong memberdayakan petani wanita di Indonesia.

Karena tidak ada ruginya untuk turut serta memberdayakan perempuan. Ketahanan perekonomian bisa terwujud melalui pemberdayaan perempuan khususnya di sektor pertanian. Sektor yang sangat mudah dijamah oleh kaum perempuan. Meski mudah, namun mereka tahu cara menjadikannya sebagai peluang ekonomi yang menguntungkan.   

0 comments on “Siapa Bilang Petani Wanita Lemah Bertani?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *