Permodalan

Ini Alasan Mengapa Petani Butuh Bantuan Modal Usaha!

Petani

Setiap akan membangun sebuah usaha pasti membutuhkan modal. Baik itu dalam jumlah besar ataupun kecil. Tidak terkecuali pada proyek usaha pertanian yang dijalankan oleh petani kita. Pasti membutuhkan modal awal yang angkanya terbilang tidak kecil. Sehingga tidak heran bila petani terpaksa meminjam modal dari sektor informal, seperti tengkulak atau rentenir. Yang membuat mereka bisa menjalankan usahanya, namun tidak bisa memberi mereka untung yang wajar. Itu mengapa petani kita akan tetap berada di bawah garis kemiskinan. Supaya Teman CROWDE lebih yakin lagi seputar modal usaha yang dibutuhkan petani, yuk simak ulasan berikut!

Bicara modal usaha untuk petani padi, ini dia kisahnya!

Kamu tau tidak kalau lahan pertanian di Indonesia tergerus oleh banyaknya pembangunan jalan, perumahan, hingga pabrik? Ini kemudian yang membuat rata-rata petani hanya memiliki lahan kurang dari 0,5 ha. Sedangkan kebutuhan pangan penduduk Indonesia terus bertambah karena laju pertumbuhan penduduk yang tidak terhindarkan.

Hal ini kemudian membuat petani banyak yang harus menyewa lahan untuk bisa berbudidaya dan menghasilkan penghasilan. Permodalan proyek usaha petani padi paling besar dikeluarkan untuk biaya sewa lahan. Yang paling tidak untuk sewa 1 ha lahan membutuhkan biaya sebesar Rp 12 juta. Itu baru lahannya saja, belum lagi untuk bibit dan pupuknya yang bisa menghabiskan dana Rp 5 juta. Kalau ditotal secara keseluruhan dengan biaya lain-lain, rata-rata petani padi membutuhkan modal usaha sebesar Rp 22 juta. Sedikit dari mereka yang punya uang sejumlah ini langsung di awal. Maka tidak heran kan mengapa petani butuh bantuan kamu?

Enggak jauh berbeda dengan usaha petani jagung ini  

Itu tadi petani padi. Yang mana beras yang dihasilkannya merupakan makanan pokok penduduk Indonesia. Mana penduduk Indonesia yang enggak makan nasi? Kecuali kalau emang lagi diet ya! So, enggak jauh berbeda dengan petani padi. Budidaya jagung juga membutuhkan biaya sebesar Rp 11 juta untuk pengolahan 1 ha lahan sebagai tahap persiapan budidayanya. Pengeluaran terbesar setelahnya adalah untuk pembelian bibit atau benih yang menghabiskan biaya sekitar Rp 8 juta. Lalu bila ditotal dengan biaya lain-lain, besar modal yang dibutuhkan untuk budidaya jagung adalah Rp 23 juta.   

Sama-sama usaha untuk 1 ha lahan, petani tomat butuh lebih banyak modal

Padi dan jagung tadi masih tergolong budidaya bermodal kecil, meski angkanya tidak terbilang kecil. Sama-sama berbudidaya di lahan 1 ha, petani tomat butuh modal usaha yang lebih besar. Yang mana untuk persiapan lahannya saja, budidaya tomat membutuhkan biaya sebesar Rp 33 juta. Tanaman tomat banyak menghabiskan dana untuk kebutuhan pupuk. Terutama pada saat persiapan lahan. Nanti saat setelah masa tanam, tanaman tomat akan diberi tambahan pupuk NPK lagi. Yang harganya terbilang lebih mahal dari pupuk organik. Lalu karena tanaman tomat termasuk jenis tanaman merambat, butuh tambahan biaya untuk pembelian ajir dan mulsa. Sehingga tidak heran bila petani tomat membutuhkan total modal usaha sebesar Rp 41,5 juta.


Petani tidak bisa memenuhi sendiri kebutuhan modal usaha yang nilainya besar tersebut. Oleh karenanya, petani membutuhkan bantuan penanaman modal dari Teman CROWDE. Permodalan yang kamu berikan dimanfaatkan sebagai bentuk investasi yang menghasilkan profit. Berinvestasi pada proyek ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian, kenapa tidak?

Kamu bisa memilih mulai dari toko tani penyedia kebutuhan pertanian, lalu petani yang menjalankan proyek usaha tani, hingga offtaker penyalur hasil panen petani untuk dijual langsung kepada konsumen. Ekosistem ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan dan harga jual hasil panen. Selain itu, untuk dapat memaksimalkan dana investasi milik investor. Sekarang, masih belum juga mau untuk bantu petani?     

 

0 comments on “Ini Alasan Mengapa Petani Butuh Bantuan Modal Usaha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *