Belajar Bertani

Pertanian Organik Juga Punya Tantangan, Ini Dia Cara Mengenalinya!

Pertanian Organik Juga Punya Tantangan, Ini Dia Cara Mengenalinya!

Bicara soal sistem pertanian organik kali ini adalah sistem yang proses budidayanya berdasarkan daur ulang hara secara hayati. Daur ulang tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan limbah ternak, tanaman hingga limbah rumah tangga yang mampu memperbaiki kesuburan dan struktur tanah.

Bisa dibilang pertanian organik merupakan pertanian alternatif, dimana tujuannya adalah untuk mengantisipasi dampak kegiatan pertanian terhadap lingkungan. Negara maju pun sudah memperhatikan soal masalah lingkungan, seperti endapan yang mengandung bahan kimia pada bahan pangan. Sedangkan di Indonesia sendiri, kondisinya sangat berbeda. Karena pandangan kita masih hanya terbatas pada peningkatan swasembada pangan. 

Mengenai pertanian organik sampai sekarang pun masih banyak tantangannya, seperti biaya yang mahal, produksi rendah, dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Untuk lebih jelasnya, kendala ataupun tantangan dalam sistem pertanian organik dibagi menjadi dua, yaitu kendala internal dan kendala eksternal.

Kendala Internal

  1. Belum ditemukannya cara pendauran ulang hara yang sesuai dengan sistem pertanaman yang berkembang saat ini.
  2. Tahap pengembangan pupuk hayati masih dalam proses. Peredaran pupuk hayati di masyarakat juga masih minim dan sebagian besar lainnya masih dalam tahap penelitian, tingkat keberhasilannya juga masih terbatas.

Kendala external

  1. Minimnya pengetahuan tentang unsur fisiologi dan ekologi biologi pada tanah sehingga menyebabkan bioteknologi tidak berkembang. Padahal, bioteknologi dibutuhkan untuk mengembangkan pupuk hayati.
  2. Kebijakan dalam pembangunan pertanian bisa dibilang masih berpaku pada produksi pertanian secara nasional.
  3. IPTEK di Indonesia memberikan prioritas rendah terhadap ilmu pengetahuan dasar, termasuk rekayasa biologi.

Melihat kondisi pertanian Indonesia saat ini, yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kebutuhan pangan yaitu adalah memperbaiki kualitas tanah.  

USAHA MEMPERKENALKAN PERTANIAN ORGANIK

Untuk tahap awal pengenalan pertanian organik membutuhkan strategi yang dapat memadukan komponen pertanian organik ke dalam teknologi konvensional, yang bisa Anda lakukan seperti penjelasan berikut ini:

  1. Tetap menjalankan aktivitas sistem pertanian konvensional, terlebih untuk di daerah dengan didukung sarana dan prasarana. Sementara itu, pertanian organik diterapkan di wilayah yang kurang tersentuh teknologi konvensional.
  2. Mengevaluasi dampak pertanian konvensional dan mencari solusinya.
  3. Dengan menggunakan metode pengendalian hama terpadu dan pengelolaan nutrisi terpadu sebagai periode transisi.
  4. Mengidentifikasi peluang pemasaran produk pertanian organik. Selain itu juga, perlu menjalin interaksi dan jaringan kerja yang sama-sama menguntungkan antara produsen dan konsumen untuk menjamin pemasaran produk.
  5. Dalam pelaksanaannya, saat proses produksi budidaya tanaman organik perlu dikembangkan dengan memperhatikan keadaan agroekosistem dan teknologi spesifik lokasi.
  6. Perlunya memperluas pengetahuan tentang pertanian organik melalui pendidikan dan juga pelatihan.
  7. Perlunya peninjauan kembali soal kebijakan dalam menggunakan bahan kimia pertanian terhadap lingkungan.

Beberapa hal di atas tadi merupakan tantangan beserta tahap awal untuk memperkenalkan pertanian organik di Indonesia. Selain mengetahui beberapa hal di atas, sebagai pebisnis juga tidak akan lepas dengan yang namanya modal usaha untuk bisnis pertaniannya. Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia.

Peran CROWDE

Salah satu persoalan yang selalu menjadi kendala bagi para petani di Indonesia saat ini adalah soal permodalan. Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Untuk menjawab kegelisahan hal tersebut, CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Permodalan disalurkan oleh CROWDE berdasarkan prospek yang diberikan oleh para petani.

Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian, para petani hanya perlu mengunduh aplikasi dari CROWDE dan mengikuti petunjuknya lebih lanjut. Dalam pencairan dananya, CROWDE memilih untuk mendata setiap kebutuhan budidaya petani dan menyalurkannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

Langkah-Langkah Bisnis Pertanian Budidaya Strawberry di Rumah

0 comments on “Pertanian Organik Juga Punya Tantangan, Ini Dia Cara Mengenalinya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.