Belajar Bertani Inspiratif

Perencanaan Keuangan untuk Petani, 4 Hal Penting Ini Wajib Dipenuhi

Mengelola keuangan bagi keluarga petani sangatlah penting karena ketidakpastian penghasilan para petani. Dengan perencanaan keuangan yang baik, kehidupan keluarga para petani bisa berlangsung baik, bahkan akan membuat mereka lebih melek asuransi. 

Produksi pertanian yang bergantung pada cuaca atau iklim harusnya menjadi pemicu untuk mengelola keuangan petani dengan baik. Meski mengelola keuangan keluarga tampak begitu sederhana, dalam praktiknya banyak sekali orang yang tidak mampu mengelolanya dengan baik. 

Bukan soal besar atau kecilnya penghasilan yang diterima, melainkan bagaimana membelanjakan uang yang ada secara terarah sesuai dengan peruntukan berdasarkan skala prioritas. 

Alokasi anggaran dan belanja keluarga yang sederhana ini jika tidak dikelola dengan baik maka melahirkan keluarga yang gali lubang tutup lubang. Hidup selalu kurang dan kurang lagi, meskipun nominal pendapatan  telah mengalami peningkatan.

“Para petani saat ini balik kampung dari perkotaan ke pedesaan. Belum banyak cukup literasi keuangan. Sehingga mereka minjam tetangga sana sini, setelah panen baru bayar,” kata COO Crowde, Andrew Tobing saat IG Live bersama Financial Educator dan Perencana Keuangan Lifepal.co.id, Aulia Akbar CFP®, AEPP®.

Menanggapi kondisi tersebut, Aulia Akbar mengungkapkan pentingnya kesadaran perencanaan keuangan dan peran asuransi dalam meningkatkan kesejahteraan petani dalam skala individu.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.

Dana Darurat Aman

Kepemilikan dana darurat dan asuransi sangat penting bagi setiap orang, khususnya untuk para petani atau pengusaha yang memiliki risiko kerja tinggi. 

Emergency fund atau dana darurat untuk petani atau pengusaha harus menyediakan 1 tahun pengeluaran. Karena pemasukannya fluktuatif tidak seperti karyawan yang selalu pasti dapat bulannya,” jelas Akbar.

Lebih lanjut, Akbar memaparkan, untuk setiap petani mendata pendapatan mereka setiap tahunnya. Dengan begitu, Anda bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan

“Karena petani penghasilan tidak tetap seperti karyawan, maka harus didata dulu per tahunnya (pemasukan) dapat berapa,” imbuhnya.

Cahsflow Sehat

Menjalani usaha, tentu saja harus menerima kenyataan bahwa bisnis memiliki siklus yang tidak bisa diprediksi. 

Pemasukan bulanan Anda bisa tak menentu alias jadi lebih kecil dari seperti biasanya. Ada pula momen saat Anda tidak mendapatkan pemasukan sama sekali karena risiko usaha.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Anda harus membuat pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari selalu tetap. 

Dengan begitu, Anda bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan.

“Petani usahanya investasi yang bertujuan sebagai pendapatan tetap. Orang harus punya kondisi keuangan aman dulu baru investasi. Karena itu harus punya cashflow sehat, baru asuransi. Kesehatannya terlindungi dulu baru investasi,” jelas Akbar.

“Karena jadi petani risikonya gede, atau ketika pemasukan berkurang atau tidak bisa menghasilkan uang, maka akan berutang demi kelangsungan hidup. Basic-nya manajemen utang harus dilihat dulu apakah dalam batas wajar atau tidak. Proteksi asuransi minimal banget BPJS kesehatan. Kalau punya tanggungan/pencari nafkah utama, baru harus beli asuransi jiwa,” sambungnya.

Lindungi Diri dengan Asuransi Kesehatan 

Setelah dana darurat aman dan cahsflow sehat, maka hal lainnya yang perlu dimiliki setiap petani adalah asuransi kesehatan. 

Jika Anda masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan, maka kemungkinan besar mendapatkan asuransi kesehatan dengan manfaat yang baik, dan bisa melindungi anggota keluarga lain mulai dari pasangan hingga anak ketiga sudah dikantongi.

Namun, tidak begitu dengan pengusaha. Para pelaku usaha harus bisa melindungi diri secara mandiri dengan asuransi kesehatan

Pasalnya, ada banyak komponen biaya yang muncul ketika seseorang harus menjalani proses rawat inap di rumah sakit. Mulai dari biaya akomodasi (kamar), biaya dokter, obat-obatan, laboratorium, dan biaya lain terkait rumah sakit. Selain itu, pilihlah asuransi rawat inap sesuai bujet dan kebutuhan Anda. 

Untuk itu, perlu membaca detail polis asuransi yang dimiiki agar sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.

Proteksi Diri dengan Asuransi Jiwa 

Sebagai petani berstatus pencari nafkah, tentu saja Anda harus melengkapi proteksi diri dengan asuransi jiwa. Sebab, asuransi jiwa memberikan perlindungan finansial saat pencari nafkah mendapatkan musibah yang tidak diduga.

Uang pertanggungan di asuransi jiwa akan cair dan diterima oleh para penerima manfaat apabila tertanggung kehilangan kemampuan mencari nafkah karena meninggal dunia atau kehilangan fungsi anggota tubuh (cacat tetap total).

Catatan Penulis

Tips ini dibuat oleh Aulia Akbar CFP®, AEPP®, Financial Educator dan Perencana Keuangan Lifepal sebagai bagian dari kolaborasi bersama Crowde