Inspiratif

Peran Perempuan Pedesaan Terhadap Terwujudnya Ekonomi Inklusif

Ekonomi inklusif dimaknai sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan kinerja perekonomian dengan memperluas akses ke seluruh lapisan masyarakat. Termasuk masyarakat yang selama ini tidak terakses institusi perbankan. Kali ini, akan kita fokuskan pada masyarakat pedesaan, khususnya kaum perempuan.

Isu kesetaraan gender menjadi persoalan panjang yang hingga kini belum mendapat penyelesaian. Nyatanya, persoalan gender juga berkontribusi pada melambatnya pertumbuhan ekonomi. Karena kaum perempuan jarang dilibatkan pada aktivitas perekonomian. Padahal kemampuan mereka bisa diperdayakan untuk ikut berkontribusi menaikan perekonomian suatu negara. Namun, karena ada kekeliruan persepsi seputar gender perempuan, sehingga gerak mereka jadi dibatasi. Lalu, bagaimana perempuan pedesaan bisa ikut berpartisipasi mewujudkan ekonomi inklusif? Yuk, simak di ulasan berikut!

Sejauh mana isu kesetaraan gender berpengaruh pada perempuan pedesaan?

Perempuan pedesaan jumlahnya mencapai seperempat dari total seluruh penduduk dunia. Yang mana, di negara berkembang, sekitar 43% perempuan pedesaan bermata pencaharian sebagai petani. Meski mereka berprofesi sebagai petani, perempuan pedesaan pun tidak mendapat perlakuan yang sama dengan kaum laki-laki. Seperti, perempuan pedesaan lebih sulit untuk mendapat hak atas lahan, diberi upah yang lebih kecil, serta tidak mendapat akses permodalan. Jarang dari mereka yang memiliki akun rekening atas nama sendiri. Dan tidak sedikit dari mereka sangat bergantung pada kaum laki-laki, soal ekonomi. Diperparah lagi, perempuan pedesaan dibiarkan tidak memiliki pendidikan. Bahkan alasan tidak adanya biaya, sering membuat kaum perempuan di desa mengalah untuk tidak bersekolah.

Dampak bila memberdayakan perempuan pedesaan

Seandainya, perempuan pedesaan mendapatkan hak yang sama, sebut saja di bidang pertanian, mereka bisa menghasilkan dan menyiapkan banyak makanan untuk anggota keluarganya. Bisa ikut mengangkat perekonomian keluarga dari hasil usaha mereka sendiri. Tanpa harus memiliki ketergantungan pada kaum laki-laki. Tidak berhenti sampai disitu, perempuan pedesaan yang berdaya bisa ikut berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sekaligus berkontribusi pada penurunan angka kelaparan dan kemiskinan yang terjadi di desa. Menurut perkiraan FAO, jika perempuan pedesaan bisa mendapat akses yang sama, maka mereka bisa membebaskan 150 juta orang di seluruh dunia dari kelaparan.   

Bank Dunia juga memproyeksikan, dengan tidak adanya kesetaraan gender antara kaum laki-laki dan perempuan, menyebabkan hilangnya pendapatan negara dengan rata-rata sebesar 15%. Lalu, lembaga riset McKinsey Global Institute menyatakan dengan adanya kesetaraan gender, dapat berdampak pada peningkatan PDB tahunan sebesar 135 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Teknologi ikut membantu perempuan pedesaan wujudkan ekonomi inklusif

Teknologi memiliki peranan penting untuk mengembangkan kualitas daya saing perempuan. Tidak terkecuali pada perempuan di pedesaan. Sehingga perempuan pedesaan bisa ikut memberi nilai tambah pada perekonomian nasional. Melalui teknologi digital, partisipasi perempuan terhadap dunia ekonomi dapat ditingkatkan. Sebut saja melalui perdagangan elektronik (e-commerce), perempuan pedesaan bisa ikut memasarkan hasil pertaniannya langsung ke konsumen. Saat ini, UKM yang dimiliki perempuan telah menyumbang PDB sebesar 9,1%. Dengan 35% dari UKM tersebut yang mendapatkan pendapatannya dari aktivitas penjualan melalui e-commerce. Sehingga dapat menikmati manfaat ekonomi inklusif yang sedang terjadi secara global.

Usaha perempuan pedesaan untuk terlibat dalam ekonomi inklusif harus mendapat dukungan. Dengan mengupayakan pendidikan yang layak serta pengembangan kewirausahaan di era digital. Jika sudah begitu, partisipasi mereka bisa bertahan untuk jangka panjang.

Nyatanya, peran teknologi dalam membantu perempuan pedesaan tidak berhenti sampai membantu pemasaran dan penjualan. Usaha pertanian mereka juga bisa mendapat akses permodalan dengan mudah berkat hadirnya teknologi. Tanpa harus membedakan gender mereka. Yang terpenting, mereka punya kemampuan dan kemauan yang sama dengan kaum laki-laki. Buat kamu yang ingin ikut berkontribusi membantu usaha perempuan pedesaan, bisa kok! Caranya mudah lagi. Bisa coba kamu temukan di sini!

 

Referensi:

Satyagraha. 6 Agustus 2018. AntaraNews: https://bit.ly/2Tp8STO

Admin. UN Women – Headquarters: https://bit.ly/1vDoH4A

Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini.

0 comments on “Peran Perempuan Pedesaan Terhadap Terwujudnya Ekonomi Inklusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *