Bagi Anda yang ingin memulai sebuah bisnis pertanian dengan pemanfaatan lahan
sempit, kedua istilah ini mungkin terdengar tidak asing bagi Anda. Kedua istilah
tersebut bisa dikatakan dapat memberikan alternatif menanam dengan
memanfaatkan lahan sempit tanpa harus menggunakan media tanah. Walaupun
terlihat sama dalam teorinya, nyatanya kedua teknik ini tetap memiliki perbedaan
yang cukup signifikan. Selain teknik hidroponik dan aquaponik memiliki sistem
penanaman yang serupa, yaitu menanam tanpa tanah dan tetap ada penambahan
nutrisi dengan media air, namun tetap terdapat sejumlah perbedaan. Simak
perbedaan aquaponik vs hidroponik di bawah ini!
● Sistem Pemasukan Nutrisinya
Perbedaan pertama yang terlihat dari kedua teknik ini adalah sistem
pemasukan dari nutrisinya. Pada teknik hidroponik biasanya nutrisi seperti
pupuk yang diberikan cenderung terpisah dan hanya menggunakan media air,
sementara teknik aquaponik biasanya menggabungkan sistem tersebut
dengan sistem pemeliharaan ikan. Untuk nutrisi seperti pupuk biasanya
dengan memanfaatkan kotoran yang dikeluarkan oleh ikan untuk diurai
kembali dan diubah menjadi bakteri melalui proses yang dinamakan nitrifikasi
dan inilah yang membuat tanaman tersebut menjadi ternutrisi.
● Penjagaan Kestabilan
Berbeda dari hidroponik, pada teknik aquaponik terdapat 4 jenis spesies yang
harus dijaga keseimbangannya yaitu tanaman itu sendiri, ikan serta 2 bakteri
lain yang berbeda. Sedangkan untuk hidroponik, hal yang harus Anda
perhatikan hanya tanaman saja.
● Optimasi Pertumbuhan
Hal ketiga yang berbeda dari kedua teknik tersebut adalah optimasi dari
pertumbuhan tanamannya. Teknik hidroponik cenderung mampu untuk
mempercepat pertumbuhan tanaman dengan cara diekstraksi dengan nutrisi
yang cukup tinggi, hal ini berguna untuk hasil tumbuh yang lebih optimal
dalam waktu singkat. Untuk teknik aquaponik, pertumbuhan cenderung
normal karena teknik yang satu ini cenderung lebih natural karena hanya
menggunakan bakteri dari kotoran ikan dan juga ikan itu sendiri.
● Perawatan Kebersihan
Hal terakhir yang menjadi pembeda di antara kedua teknik adalah sterilisasi
cenderung lebih diutamakan dalam teknik hidroponik seperti segala
sesuatunya termasuk dengan media tanamnya harus di steril terlebih dahulu
sebelum digunakan kembali. Namun berbeda dengan teknik aquaponik yang
justru lebih bergantung kepada bakteri karen naturalisasi dari teknik tersebut.

Itulah tadi 4 perbedaan hidroponik vs aquaponik secara mendasar dari teknik menanamnya,
meskipun kedua teknik ini terlihat serupa, namun proses perawatannya tetaplah
berbeda. Namun apapun teknik yang dipilih untuk melakukan sebuah bisnis
pertanian ini, tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Memiliki sebuah bisnis pertanian tentu saja tidak luput dari peran seorang investor untuk
melakukan sebuah kerjasama usaha modal pertaniannya. CROWDE hadir untuk menjawab
masalah tersebut, selain dapat berinvestasi di bidang pertanian, Anda juga dapat bekerja
sama dengan para petani untuk membantu pemberdayaan petani di Indonesia. Bagi Anda
yang tertarik untuk melakukan investasi pertanian bersama CROWDE, maka Anda dapat
mengakses website official CROWDE di https://crowde.co/.