Belajar Bertani

Keuntungan Penggunaan Pestisida dalam Budidaya Pertanian

Budidaya Pertanian

Dalam proses budidaya pertanian tentu tidak lepas dari penggunaan bahan input seperti pestisida, pupuk, dan kebutuhan budidaya lain untuk menunjang aktivitas pertanian yang lebih baik. Bahan input pertanian sendiri memang cukup beragam, mengingat fungsinya yang berbeda-beda. Kali ini kita akan fokus membahas salah satu bahan input yang paling sering digunakan untuk aktivitas pertanian yaitu adalah pestisida.

Pestisida merupakan salah satu kebutuhan pertanian yang memiliki peran cukup penting bagi para petani dalam kegiatan bercocok tanam. Mengapa? Pestisida penting karena dapat membantu memberantas tanaman pengganggu atau gulma. Selain itu, pestisida juga punya fungsi untuk mengatur dan merangsang pertumbuhan tanaman. Dengan memanfaatkan pestisida, berarti para petani mampu menjaga tanaman budidayanya untuk tumbuh lebih maksimal dengan cara melindungi tanaman dari serangan hama, penyakit dan gulma.

Ketika membicarakan soal pestisida, banyak petani yang menggunakannya termasuk juga petani dengan metode organik. Hanya saja terdapat perbedaan, yaitu pada pertanian organik para petani akan menggunakan pestisida dari sumber alami. Sementara, untuk pertanian konvensional umumnya menggunakan pestisida sintetis.

Tanpa pestisida, lebih dari separuh tanaman tentu akan terjangkit berbagai penyakit karena hama dan gulma. Menurut sumber yang dilansir dari pesticidefacts.org menyebutkan bahwa antara 26 hingga 40 persen produksi tanaman potensial dunia hilang setiap tahun karena gulma, hama dan penyakit lainnya. 

Apa Manfaat Pestisida?

Pada dasarnya sebuah tanaman pangan harus bersaing dengan 30.000 spesies gulma, 3.000 spesies cacing, dan 10.000 spesies serangga pemakan tumbuhan. Sementara itu, ancaman tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Tanpa hadirnya pestisida, beberapa hal seperti serangga, gulma, jamur dan hewan pengerat juga menjadi faktor yang dapat menghancurkan ladang pertanian. Dengan penggunaan pestisida, hal tersebut tentu dapat dengan mudah teratasi dan dapat mencegah kerugian pasca panen yang ditimbulkan oleh hama-hama tersebut.

Jenis-Jenis Pestisida

Jenis pestisida memang cukup banyak karena punya fungsi untuk mencegah penyakit tanaman yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Akarisida

Pestisida ini punya fungsi utama untuk membunuh tungau atau kutu pada tanaman. Bahan aktif yang terdapat pada jenis ini di antaranya Spiromesifen, Propargit, Piridaben, Fenfiroksimat, dan Dikofol.

  • Algasida

Pestisida yang memiliki fungsi untuk membunuh dan mencegah tanaman pengganggu seperti alga, contoh produknya adalah Dimanin.

  • Alvisida

Pestisida yang berfungsi membunuh atau mencegah hewan pengganggu seperti burung, khususnya diperlukan untuk tanaman padi yang memasuki musim panen. Contoh produknya adalah seperti Avitrol untuk burung kakaktua. 

  • Bakterisida

Pestisida yang berfungsi membunuh dan memberantas bakteri yang juga menjadi ancaman bagi tanaman pertanian. Bahan aktif yang terdapat pada jenis ini di antaranya Tembaga Oksiklorida, Kasugamisin, Hidroklorida, dan Streptomisin Sulfat.

  • Fungisida

Pestisida yang berfungsi membunuh dan mencegah timbulnya jamur/cendawan yang akan mempengaruhi kualitas hasil panen. Bahan aktif yang terdapat pada jenis ini di antaranya Kasugamisin, Metalaksil, Benomil, Metil Tiofanat, dan Iminoktadin Tris (Albesitat).

  • Herbisida

Pestisida yang berfungsi untuk membunuh dan mencegah gulma yang digunakan secara rutin dalam waktu tertentu agar tanaman menjadi semakin produktif. Bahan aktif yang terdapat pada jenis ini di antaranya Floroksifir Meptilheptil, Flusilazol, Propanil, Flufenaset, dan Dikuat Dibromida.

Pestisida juga memungkinkan petani menghasilkan produksi makanan yang lebih aman dan berkualitas untuk dikonsumsi. Kuantitas serta kualitas tanaman bergantung pada perlindungan tanaman itu sendiri. Selain itu, pestisida dapat mengurangi paparan makanan yang terkontaminasi mikroorganisme berbahaya, serta mencegah penyakit terkait makanan.

Penggunaan pestisida memang tidak selamanya buruk, yang terpenting adalah mengerti takaran dari penggunaannya dan juga tidak asal memilih. Penting juga bagi para petani agar bisa paham bagaimana memilih pestisida yang tepat untuk pertaniannya.

CROWDE merupakan sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian yang hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, CROWDE juga hadir untuk memberikan sebuah platform investasi pertanian bagi orang-orang yang ingin turut serta mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

Baca juga: Waspada! 8 Jenis Tumbuhan Parasit yang Dapat Merusak Bisnis Pertanian

0 comments on “Keuntungan Penggunaan Pestisida dalam Budidaya Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *