Belajar Bertani

Pengaruh pH Tanah Terhadap Budidaya Pertanian

budidaya pertanian

Ketika membicarakan soal budidaya pertanian, tentu semua petani menginginkan yang terbaik bagi hasil panen mereka. Para petani selalu mengupayakan hal-hal yang dapat menunjang produktivitas pertaniannya.

Menanggapi hal tersebut, hal penunjang paling penting dalam budidaya pertanian adalah kondisi lahan. Kadar pH tanah di lahan pertanian merupakan salah satu poin penting yang harus diperhatikan petani sebelum mulai berbudidaya. Ini akan mempengaruhi sifat dan proses fisik, kimia dan biologi tanah, serta pertumbuhan tanaman. Sementara itu, nutrisi pertumbuhan dan hasil dari sebuah produk pertanian bisa dibilang sangat memperhitungkan tingkat pH tanah. Oleh karena itu, mengelola pH tanah untuk mendapat kinerja tanaman terbaik, pengetahuan tentang tanah dan tanaman menjadi hal yang paling penting.

Kadar pH tanah sendiri merupakan sebuah ukuran keasaman dan alkalinitas dalam tanah. Tingkat pH berkisar dari 0 hingga 14, dengan 7 netral, di bawah 7 asam dan di atas 7 basa. Kisaran pH optimal untuk kebanyakan tanaman adalah antara 5,5 dan 7,0, namun banyak tanaman telah beradaptasi untuk berkembang pada nilai pH di luar kisaran tersebut.

 Tanah yang menjadi asam karena ukuran pH yang menurun membuat nutrisi penting seperti fosfor, kalsium, kalium, magnesium, nitrogen, boron, dan molybdenum ikut menjadi berkurang. Unsur-unsur lain, seperti aluminium dan mangan menjadi lebih tersedia dan mungkin benar-benar menjadi racun bagi tanaman, sehingga hasil panen berkurang. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan agar budidaya berhasil?

Meningkatkan pH tanah

Karena pH tanah meningkat dengan pengapuran, penambahan residu organik yang kaya akan kation dasar dan rotasi tanaman. Memperbaiki keasaman tanah dengan penggunaan kapur merupakan dasar dari program pengelolaan kesuburan tanah yang baik. 

Pemberian pupuk ketika pH tanah berkurang

Pemberian pupuk berbasis amonium, urea, sulfur / besi sulfat, pengairan dengan pupuk pengasaman, atau penggunaan residu pengasaman (lumut asam, jarum pinus, serbuk gergaji) ketika pH tanah menurun.

Pencatatan pH tanah secara akurat 

pH tanah yang paling akurat diperoleh dari analisis laboratorium terhadap pengambilan sampel tanah. Untuk setiap petani perlu untuk mengetahui tingkat pH dari lahannya, untuk mengelola dengan tepat tanaman jenis apa yang akan dijadikan sebagai bisnis pertanian mereka. Pelacakan pH tanah sangat penting dilakukan untuk pengelolaan rotasi tanaman yang tepat. Jika seorang petani memiliki lahan dengan kondisi tanah yang asam, di mana dia telah menabur ubi jalar, yang lebih menyukai tanah asam, tanaman lain dalam rotasi tanaman juga harus menyukai tanah asam. Selain itu, petani perlu menaikkan pH tanah dengan pengapuran, agar pH tanah menjadi optimal untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

Peran CROWDE

CROWDE merupakan sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian yang hadir sebagai solusi permodalan untuk para petani di Indonesia. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, CROWDE juga hadir untuk memberikan sebuah platform investasi pertanian bagi orang-orang yang ingin turut serta mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Mulai dari Rp10.000, Anda sudah bisa ikut mendukung terciptanya kesejahteraan petani Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

Faktor Pengaruh Produktivitas Bisnis Pertanian

0 comments on “Pengaruh pH Tanah Terhadap Budidaya Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *