News

Wujudkan Mimpi di Tahun 2045, Apa yang Dilakukan Pemerintah untuk Petani?

Mimpi bangsa Indonesia untuk menjadi Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045, harus mulai dibangun dari sekarang. Kenapa Indonesia ingin menjadi lumbung pangan dunia? Karena, tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan pangan menjadi urusan nomor satu di setiap negara. Manusia manapun pasti butuh makan, dan untuk mendapatkannya harus ada yang menyediakan/memasok kebutuhan tersebut. Ialah petani, yang berperan besar agar kebutuhan pangan di setiap negara dapat terpenuhi. Karena itu, pemerintah sebagai pihak penyelenggara negara ikut memberi dukungan dan bertanggung jawab atas pencapaian mimpi tersebut. Pemerintah wajib mendorong hasil produksi pangan di negaranya supaya bisa terus meningkat (surplus), sehingga tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, namun juga kebutuhan dunia. Berikut beberapa hal yang dilakukan pemerintah sebagai aksi nyata untuk mewujudkan cita-cita lumbung pangan dunia di tahun 2045. Simak yuk!

 

Jaga produksi tetap aman, pemerintah bantu petani dengan asuransi pertanian

Ketika petani menjalankan proyek budidaya  pertanian, petani sadar bila usahanya punya risiko tinggi. Namun, kalau mereka nyerah begitu saja, mereka tidak bakal punya pendapatan. Risiko tinggi saat bertani bisa datang dari adanya gagal panen. Kalau sampai gagal panen, petani bisa merugi. Lalu, pemerintah berupaya melindungi proyek usaha petani dengan memberi asuransi pertanian. Agar petani tidak alami kerugian, pihak asuransi akan memberi jaminan untuk petani melakukan produksi ulang. Dengan memberi bantuan modal kepada petani agar dapat mengulang proyek pertaniannya. Hal ini terus berlanjut hingga proyek petani berhasil panen.

Dengan begitu, petani akan merasa lebih tenang saat menjalankan proyek usaha tani. Tetap semangat berusaha meski sudah pernah mengalami gagal panen. Untuk persentase pembayaran premi asuransi ke pihak pengelola, pemerintah memberi subsidi sebanyak 80%. Dan sisanya dipenuhi oleh petani yang bersangkutan.

Bagaimana target pencapaiannya?

Program ini sudah berjalan selama hampir empat tahun. Menurut data, di tahun 2017 total sudah ada 1,5 juta petani dengan luas lahan 997.000 ha yang ikut program asuransi pertanian. Targetnya di tahun 2019, ada tambahan 1 juta ha lahan lagi yang ikut terdaftar di asuransi pertanian ini.

Modernisasi pertanian dengan alsintan

Tidak berhenti pada asuransi pertanian, upaya pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi adalah dengan memodernisasi sistem pertanian. Memberi bantuan alat mesin pertanian (alsintan) agar petani bisa menekan biaya operasional dan mengefisiensikan waktu budidaya. Sehingga untuk budidaya padi saja, sekarang sudah bisa dilakukan 3 kali dalam setahun. Dengan begitu, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Dulu petani padi juga sering kehilangan hasil panen setelah menjadi beras. Namun setelah menggunakan alsintan, angka kehilangan itu bisa ditekan dari semula 10,2% menjadi hanya 2%. Kenaikan pendapatan petani pun bisa mencapai 80%.

Bagaimana target pencapaiannya?

‘Program Pengembangan Pertanian Modern’ melalui penyaluran alsintan ini sudah berjalan dari tahun 2015. Pada tahun 2010 – 2014 hanya ada 50.000 unit yang disalurkan. Hingga pada tahun 2015, pemerintah menyalurkan 157.493 unit, dan terus bertambah hingga tahun 2017 dengan 321.000 unit. Atau naik hingga 600%. Bantuan alsintan ini masih akan terus berlanjut hingga tahun 2019.

 

Jalankan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi)

Tujuan dari dijalankan program unggulan berupa Serasi ini adalah untuk meningkatkan produksi pertanian yang berujung pada peningkatan pendapatan petani yang membuat petani jadi lebih sejahtera. Langkah yang dilakukan pemerintah dengan memberi bantuan berupa benih unggul dan bermutu, serta penggunaan teknologi supaya dapat melibatkan para petani milenial, baik saat proses tanam, maupun pada saat panen. Dengan begitu, produksi dapat meningkat dan harga jual hasil panen lebih stabil. Program ini juga mampu memanfaatkan lahan rawa yang selama ini sangat termarjinal dan rapuh. Pengelolaan lahan rawa dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur, teknologi dan inovasi, serta sumber daya manusianya. Sebab, bila lahan rawa bisa dikelola dengan baik, maka produksi padi di lahan rawa bisa mencapai 9 kali lipat.

Bagaimana target pencapaiannya?

Program yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran ini masih difokuskan pada tiga wilayah di Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Tapi, permintaan dari daerah lainnya juga tidak menutup kemungkinan. Program ini sudah berhasil menanam padi di luas lahan 10 ribu hektare dan sudah pada tahap panen yang nyatanya dapat menghasilkan hasil produksi berkualitas baik. Hasil tersebut juga didukung oleh berbagai bantuan dari pemerintah berupa benih bersertifikat, benih unggulan, pupuk dolamit, dan herbisida.

 

Siapa saja bisa ikut berpartisipasi mendorong produksi pertanian di Indonesia supaya bisa mewujudkan mimpi lumbung pangan dunia. Tidak terbatas pada kalangan elit pemerintah saja. Kamu pun juga bisa ikut serta, kok, bersama CROWDE, yang hadir sebagai startup fintech bidang pertanian, dengan memberdayakan petani di seluruh Indonesia melalui teknologi dan permodalan. CROWDE punya proyek ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian, peternakan, dan juga perikanan. Kamu sudah bisa menyalurkan permodalan ke toko tani, pelaku usaha tani, dan juga ke offtaker penyalur hasil pertanian untuk dijual langsung ke konsumen. Coba dulu mulai sekarang! Baru kamu akan tau betapa mudahnya mendukung petani dan sektor pertanian di Indonesia.

 

Referensi:

Moch. Prima Fauzi. 21 Juli 2018. Detik.com: https://bit.ly/2NEzwkN

Kementan RI. 10 Januari 2019. Twitter.com (status): https://bit.ly/2HfU2tH

0 comments on “Wujudkan Mimpi di Tahun 2045, Apa yang Dilakukan Pemerintah untuk Petani?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *