Pilot Project CROWDE dalam Panen Raya di Desa Karangnunggal

By Afrianti Eka Pratiwi - July 15, 2022

-

CROWDE sebagai salah satu startup Agriculture Technology yang berfokuskan pada pendampingan terhadap petani, baru saja mengadakan Panen Raya di Desa Karangnunggal, Tasikmalaya. Perhelatan Panen Raya pada 6 Juli 2022 kemarin menjadi pilot project pertama di Desa Karangnunggal. Bersama BUMdes (Badan Usaha Milik Desa) dan KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Jawa Barat, pendampingan petani sejak Maret 2022 telah membuahkan kesuksesan besar.

Acara Panen Raya dilakukan di daerah sekitaran lahan milik BUMDes Karangnunggal. Selain acara utama, diadakan juga acara seremonial yang dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Jabar, Drs. H. Cucu Sutara M.M; WKU Bidang Pemberdayaan Desa dan Pesantren, H. Haerul Tamam; Direktur Bumdes Karangnunggal, Enung Komalasari; Kepala Desa Karangnunggal, Herliman Idris AMD; Kepala Dinas DPMD Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. H. Dicky Saromi M.Sc; serta CEO & Co-Founder CROWDE, Yohanes Sugihtononugroho. Tidak hanya perwakilan BUMdes dan Kadin, warga setempat pun turut ikut serta meramaikan perhelatan Panen Raya Desa Karangnunggal ini.

-

Panen perdana di Desa Karangnunggal menghasilkan 478,04 kg cabai merah keriting sebagai komoditas utamanya. Rata-rata hasil dalam 1 hektar lahan menghasilkan 9 ton cabai merah keriting. Nantinya, hasil panen tersebut akan dijual dengan harga yang berlaku di pasaran, mengingat harga cabai sedang di puncaknya.

“Rata-rata hasil yang produktif ini dari 1 hektar lahan sekitar 9 ton. Yang menarik harga jualnya rata-rata Rp 100 ribu per kg. Ini, kan, bagus untuk petani. Kebetulan kan harga cabai saat ini sedang melonjak,” terang Cucu Sutara, Ketua Umum Kadin Jabar.

Desa Karangnunggal menjadi salah satu desa yang berpotensi menghasilkan komoditas pertanian, terutama cabai merah keriting. Adanya acara Panen Raya ini pula adalah sebagai apresiasi kepada petani dan untuk menunjukkan bahwa kerjasama CROWDE dan BUMDes sudah membuahkan hasil yang bagus.

CROWDE memulai dengan empat proyek budidaya cabai merah keriting yang menjadi pilot project dan ditujukan untuk mencari potensi kelayakan budidaya di daerah tersebut. Pilot project dimulai dengan mengambil mitra petani yang berhasil lolos berdasarkan penilaian kelayakan dari segi kondisi lahan, SDM, serta BI checking. Penyaluran modal usaha dilakukan menggunakan metode closed-loop-system, dimana petani akan menerima modal dalam bentuk pasokan input pertanian, bukan uang tunai untuk memitigasi risiko penyalahgunaan dana permodalan dan untuk kemudahan transaksi.

-

Dalam hal ini, CROWDE berperan dalam memberikan pendampingan end-to-end mulai dari penyediaan saprotan, pendampingan petani, dan memberikan edukasi kepada petani selama melakukan penanaman. Sedangkan peran BUMDes sebagai penyedia lahan dan mencari petani yang ingin bergabung.

“Kami para petani merasa sangat terbantu dengan kehadiran CROWDE yang telah memberikan bantuan berupa pendidikan hingga cara penanaman yang baik” kata Bapak Jaja, petani cabe merah keriting di Karangnunggal.

CROWDE yang per data tahun 2020 lalu tercatat memiliki 196 mitra petani jagung, 296 mitra petani padi, dan 1.841 mitra petani cabai, berharap bisa memberi impact positif ke lebih banyak petani di seluruh Indonesia. Sebab, 98,6% mitra petani setuju bahwa dengan bergabung di CROWDE, akses permodalan untuk menunjang usaha tani mereka jadi lebih mudah didapat.