News

Pandemi pun Tidak Mampu Menggagalkannya Mencapai Impian

Impian

Ini cerita tentang Wahid, pria asal Depok yang memiliki nama lengkap Wahid Al Jamaalii As Shidqi. Dia selalu punya impian untuk menjadi seorang programmer handal. Karenanya, dia mengambil jurusan rekayasa perangkat lunak sewaktu berada di bangku SMK. Setelah lulus, Wahid sempat bekerja di bidang yang tidak ada hubungannya dengan dunia programming, dan dia pun merasa tidak bahagia. Hingga akhirnya, seorang guru yang dulu mengajar di SMK memberi informasi soal program Beasiswa “Impact Byte Scholarship #SMKBisaNgoding”. Tanpa pikir panjang, Wahid langsung mendaftar untuk mengikuti program beasiswa tersebut. Pikirnya ini bisa menjadi kesempatan berharga agar dia bisa kembali meraih impian. 

Setelah mengikuti berbagai tahapan seleksi, Wahid pun lolos menjadi 10 orang penerima beasiswa setelah bersaing dengan lebih dari 100 orang lainnya. Langkah yang dia ambil membuatnya semakin dekat dengan tujuan yang diimpikan. 

Meski di tengah pandemi, yang membuat semua kegiatan tatap muka harus beralih ke online, itupun tidak mematahkan semangatnya. Selama 3 bulan dia mengikuti proses pembelajaran dari rumah mulai dari jam 9 pagi hingga 12 siang. Setelah itu, pukul 13.00 – 17.00 dia harus mempraktikkan materi yang telah diberikan sebelumnya secara mandiri. Apa yang telah dipelajari hari itu harus dipraktikkan hari itu juga, tidak menjadi masalah bagi Wahid. Materi yang dia pelajari selama beasiswa selain mendesain web, membuat aplikasi dan web, hingga cara melakukan maintenance, dia juga mempelajari bahasa pemrograman seperti react-redux, yaitu library untuk javascript dan golang.

Di akhir program beasiswa, Wahid bersama dengan kelompoknya ditugaskan membuat sebuah aplikasi sendiri, dan mereka memutuskan membuat aplikasi charity bagi para musisi yang ingin menggalang dana untuk penyelenggaraan konser musiknya. Tugas tersebut menjadi kesempatan bagi Wahid mengimplementasikan semua ilmu yang sudah diperolehnya selama 3 bulan program beasiswa. 

Selain pengetahuan teknis, Wahid juga mendapat ilmu dari para mentor yang berbagi seputar pengalaman mereka di dunia kerja dan bagaimana tekanan yang mereka hadapi. Dari situ Wahid mengerti bahwa dunia kerja tidak hanya melulu soal skill yang dikuasai, namun juga tentang attitude yang dimiliki. Kalau kita tidak memiliki attitude saat bekerja, skill menjadi tidak ada artinya apa-apa. 

Saat ini Wahid telah bekerja di CROWDE sebagai front-end developer yang bertugas melakukan maintain pada situs retail.crowde.co. Dia merasa sangat bersyukur karena pada akhirnya impian tersebut dapat terwujud. Dia pun menjadi pekerja yang lebih baik dari sebelumnya. Dia tidak akan pernah berhenti belajar dan selalu ingin mempelajari hal baru untuk masa depannya. 

CROWDE Berhasil Memperoleh Predikat sebagai Startup Agritech yang Diperhitungkan di Asia

0 comments on “Pandemi pun Tidak Mampu Menggagalkannya Mencapai Impian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *