Pak Acu, begitu sapaan beliau yang kemudian dikenal sebagai seorang petani inspiratif asal Sukabumi, Jawa Barat. Kesan pertama saat bertemu Pak Acu, beliau merupakan orang yang sangat hangat dan senang bercanda. Satu jam kami habiskan untuk berkeliling ladang miliknya dan bertukar cerita. Beliau telah bergabung menjadi mitra petani CROWDE sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini beliau sedang menjalankan proyek permodalan ketiganya di CROWDE yaitu budidaya cabe keriting. Bekerjasama dengan petani lainnya, proyek tersebut berjalan di atas lahan seluas 5000 m2 dan beliau sedang mencoba melakukan proses tumpang sari dengan pola zig-zag, menggabungkan penanaman cabe keriting dan kol di lahan yang sama agar hasil panen jadi lebih maksimal.

 

Perjalanan Pak Acu hingga akhirnya menjadi petani cukup menarik. Dibesarkan dari keluarga berlatar belakang petani, ia mendapat ilmu dasar pertanian dari orangtuanya. Namun, adanya tawaran untuk mencari rejeki di Riyadh, Arab Saudi sebagai tenaga kerja Indonesia membuat beliau harus meninggalkan usaha pertanian tersebut. Setelah beberapa tahun bekerja di Riyadh, akhirnya pada tahun 1995 ia memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk membantu usaha pertanian orang tuanya. Namun tidak langsung turun ke ladang, Pak Acu mendapat tugas dari orang tuanya untuk mengirimkan hasil panen ke pasar-pasar, seperti pasar di daerah Cibitung, Kramat Jati, Pasar Tanah Tinggi, Tangerang hingga Bandung.Tidak hanya berjualan hasil panen, beliau juga sekaligus membangun jaringan yang apik dengan para pengepul besar hingga akhirnya ia tidak perlu lagi mengantar hasil panen jauh-jauh, cukup dengan menitipkannya saja. Beliau juga belajar membagi berbagai jenis cabai yang akan disetorkan ke pasar atau pengepul yang berbeda. Seperti, cabai grade A yang dapat dijual di supermarket, sedangkan grade B dan C dapat dijual ke pasar atau pabrik sambal.

 

Di tahun kedua beliau bekerjasama dengan CROWDE, Pak Acu merasa sangat senang dengan dampak positif pendanaan ini. Beliau dapat memperluas ladang yang dikelolanya dari luas 3.000m2 dan bekerja dengan bantuan 1 petani, sekarang beliau dapat mengelola lahan seluas 5.000m2 dan dibantu oleh 4 orang petani. Beliau melihat peluang besar bagi petani di desanya untuk memanfaatkan kesempatan yang sama agar dapat memperbesar penghasilan dan pengetahuan bertani mereka. Pak Acu mulai mengajarkan para petani cara penyusunan RAB untuk tujuan pengajuan kerjasama dan permodalan. Sejauh ini sudah ada 30 petani di daerahnya yang terdaftar di CROWDE dan masih dalam proses credit scoring. Kedepan, ia ingin CROWDE lebih sering mengadakan sesi sharing dan pelatihan bagi para petani agar hasil panen mereka jadi lebih baik.

 

Semangat dan keterampilan Pak Acu membuatnya menjadi petani percontohan yang mendapat bimbingan langsung dari CROWDE. Beliau dipercaya untuk menggunakan sistem penanaman cabai baru. Pak Acu tidak pernah bosan memperkaya dirinya dengan ilmu-ilmu baru dengan mengikuti berbagai pelatihan atau dengan berbagi ilmu dengan petani lain. Baginya informasi dan ilmu baru bisa membantunya mendapatkan hasil panen yang lebih maksimal, serta selalu mengutamakan perencanaan anggaran di awal agar budidaya dapat berjalan sesuai jalurnya.

Bagi kamu yang ingin ikut membantu Pak Acu dan petani lainnya di CROWDE melalui akses pendanaan bisa memilih sendiri proyek permodalannya di sini!