Belajar Bertani Inspiratif

Moto Hidup “Never Give Up”, Bawa Dia Menuju Sukses

never give up

Kehadiran petani muda di sektor pertanian jelas bisa menyelamatkan regenerasi petani agar ketahanan pangan di negara kita tetap terjaga. Seperti mitra petani muda CROWDE yang satu ini. Dialah Kang Ami, petani cabai asal Garut – yang sudah mulai bertani sejak duduk di kelas 3 SMA. Memiliki moto hidup “never give up” membuat Kang Ami berhasil memiliki lahan pertanian sendiri seluas 2.500 m2 bahkan di usianya yang baru menginjak 23 tahun.

Kecintaannya terhadap dunia pertanian tumbuh karena melihat orang tuanya yang juga berprofesi sebagai petani. Tanpa ada paksaan, Kang Ami ikut tertarik untuk terjun langsung ke dunia pertanian. Meski Kang Ami punya bisnis sampingan lain, seperti konveksi, namun dia tetap tidak meninggalkan usaha pertaniannya. Bahkan sejak masa pandemi, bisnis konveksinya yang ikut terdampak, tapi tidak dengan usaha pertaniannya yang masih bertahan dan terus berjalan hingga kini. Bagaimana cerita keseruan Kang Ami menjadi seorang petani muda? Apakah mampu memberi inspirasi bagi anak muda lainnya? Yuk, simak ulasan di bawah ini!

Meski sulit, tapi menguntungkan, jadi kenapa engga?

Kang Ami yang sejak awal berbudidaya cabai, mengaku kalau prosesnya memang sulit. Banyak tantangan yang harus dia hadapi hingga akhirnya berhasil panen. Mulai dari faktor cuaca yang sangat berpengaruh. Dia mengaku, di kondisi cuaca seperti sekarang ini (dua hari hujan, seminggu panas) lebih sulit untuk pertumbuhan cabai. Kenapa? Ya, perkembangan hama menjadi lebih cepat bila setelah hujan langsung panas dalam beberapa hari. Juga menjadi semakin sulit bagi dia untuk memprediksi kapan waktu pemberian obat yang tepat. Akibatnya tanaman cabai mudah terserang hama. Kang Ami harus ekstra perhatian menjaga pertumbuhan cabai miliknya.

Meski ribet dan banyak tantangannya, Kang Ami tetap tidak menyerah untuk berbudidaya cabai karena hasilnya dinilai menguntungkan. Bagaimana tidak, dia bercerita untuk 1 biji cabai saja bisa menghasilkan minimal 50 – 100 buah cabai jadi pasti menguntungkan. Mengingat permintaan cabai di Indonesia juga selalu tinggi, hasil panennya pun selalu laku di pasaran.

Alhamdulillah, hasilnya dapat membantu perekonomian keluarga, jadi saya terdorong agar bisa terus berhasil berbudidaya cabai karena memang menguntungkan”, ungkap Kang Ami.

Penuh rasa ingin tahu, eksperimen pun sering dilakukannya

Jiwa anak muda yang selalu ingin tahu dan haus akan ilmu baru, tetap ada dalam dirinya. Kang Ami mengaku kesehariannya selain bertani, dia juga sering melakukan percobaan untuk membuktikan sendiri teori yang didapatnya dari orang lain. Misal, dia coba menanam cabai menggunakan 4 media berbeda. Media pertama menggunakan pupuk kandang, kedua menggunakan pupuk kimia, ketiga dengan mencampur keduanya, dan terakhir tidak menggunakan pupuk. Dari situ dia benar membuktikan bahwa dengan menggunakan pupuk kimia, pertumbuhan cabai jadi lebih cepat dan hasilnya bagus karena pupuk kimia bisa langsung diserap oleh tanaman cabai.

Aktivitas sehari-harinya menjadi tidak membosankan dengan dia bisa menghabiskan waktu melakukan uji coba. Lagi pula, inovasi di bidang pertanian masih sangat dibutuhkan, yang bisa ditemukan oleh para petani muda ini.

Suka duka menjalani profesi petani dan pencapaian terbesar

Kang Ami mengaku senang bila budidayanya bisa sukses panen dan kualitas hasilnya sesuai yang diharapkan. Dia pun bisa meng-influence teman-temannya untuk ikut terjun ke dunia pertanian. Setidaknya ada 3 orang teman yang diajak Kang Ami untuk ikut berbudidaya cabai. Tapi, Kang Ami juga pernah merasakan kekecewaan bila hasil panennya tidak sesuai harapan dan merugi. Hanya saja dia tidak mudah menyerah karena bangga bisa turut membahagiakan orang tuanya dari hasil usaha tani tersebut.

Pencapaian terbesar saya adalah bisa menafkahi orang tua dan membuat mereka bangga”, tambahnya.

Kang Ami punya moto hidup – never give up

Tidak lupa ada pesan yang dititipkan Kang Ami untuk para anak muda yang ingin terjun ke dunia pertanian, jangan takut gagal dan harus selalu berani mencoba. Karena menurutnya, orang yang gagal itu justru adalah orang yang tidak berani mencoba. Dengan adanya kegagalan, bisa menjadi pembelajaran berharga yang membuat kita bisa menuju kesuksesan. Intinya, ketika gagal jangan mundur dan tetap pantang menyerah.

Bukan hanya materi yang kita kejar, tapi bagaimana kita bisa menyayangi alam dan orang-orang di sekitar yang akan memberi timbal-balik kebaikan kepada kita. Saya percaya, bila kita bisa menyayangi tanaman budidaya dengan baik, mereka pun akan memberi kita hasil yang baik juga. Yang penting, never give up!”, tutup Kang Ami.

Kalau kamu tertarik ingin jadi petani juga, benar kata Kang Ami – harus berani dulu untuk mencoba. Hilangkan semua kekhawatiran akan kegagalan. Tenang, CROWDE juga ada untuk mendukung kamu, yang penting kamu juga never give up. Gabung di ekosistem CROWDE di sini sekarang, agar aktivitas budidaya kamu jadi lebih mudah!

Baca juga: 4 Tips Hindari Gagal Panen dan Maksimalkan Profit

0 comments on “Moto Hidup “Never Give Up”, Bawa Dia Menuju Sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *