Komoditas

Meski Jumlahnya Sedikit, Pecinta Ayam Kampung Akan Tetap Setia

ayam kampung

Apakah kamu termasuk pecinta ayam kampung? Kenapa kamu sangat menyukainya? Bagi pecintanya, ayam jenis ini memang dinilai memiliki rasa yang lebih enak dan gurih ketimbang ayam ras. Selain soal rasa, ayam kampung dinilai lebih rendah lemak ketimbang ayam ras sehingga lebih aman jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Pecintanya tidak masalah dengan harganya yang jauh lebih mahal dari ayam ras. Namanya juga pecinta, mau harganya mahal pun akan tetap dibeli. Meskipun demikian, permintaan akan ayam kampung dalam negeri masih sulit untuk dapat terpenuhi. Kenapa? Untuk lebih lengkapnya mari simak ulasan berikut ini yuk!  

  •         Kenapa tidak beternak ayam kampung?

Beternak ayam kampung tergolong memiliki risiko sedang. Seperti kebanyakan ternak unggas lainnya, keberhasilan ternak sangat berpengaruh pada pemilihan bibit (DOC). Karena kondisi DOC ayam kampung itu yang akan menentukan keberhasilan panen sebesar 60%. Sehingga pilihlah bibit DOC yang berkualitas. Selebihnya adalah soal pemberian makan, sanitasi kandang, serta yang tidak kalah penting adalah pemberian vaksinasi kepada seluruh hewan ternak. Kata pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati sangat berlaku pada usaha ternak ini karena biaya untuk pengobatan akan jauh lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan secara benar.

Ternak ayam jenis ini memang membutuhkan modal yang besar, tapi setelah masa 2 – 3 bulan hasil panennya sudah dapat dinikmati. Meski demikian, konsumsi ayam jenis ini hanya menyumbang angka 6% dari keseluruhan konsumsi daging unggas nasional. Itu saja ketersediaannya masih belum dapat mencukupi kebutuhan tersebut.

  •         Berapa harga jualnya di pasaran?

Harga ayam kampung di pasaran memang terbilang mahal. Bahkan lebih mahal dari harga daging sapi utuh. Di pasar tradisional harga ayam kampung rata-rata berkisar Rp 50.000 – Rp 60.000/kg. Jika sudah masuk pasar modern harganya bisa mencapai Rp 80.000 – Rp 90.000 per kg. Jumlah produksi yang masih sedikit membuat harganya stabil tinggi. Karena hal tersebut, ayam kampung tidak dijual secara massal seperti layaknya ayam ras.

  •         Supaya produksinya semakin banyak, mau tidak bantu peternaknya?

Pada tahun 2015, populasi ayam kampung di Indonesia berjumlah 285 juta ekor. Namun, pemerintah menargetkan di tahun 2019 terjadi kenaikan sebanyak 25% menjadi 750 juta ekor. Dengan begitu, Indonesia masih membutuhkan pasokan ayam kampung sekitar 465 juta ekor per tahun. Peluang yang terbuka lebar ini harus dimanfaatkan loh guys!

Oleh karenanya, ayo bantu peternak ayam kampung untuk modali usaha mereka. Nanti Teman CROWDE juga akan menikmati hasilnya. Segera kunjungi CROWDE untuk mengetahui infomasi lebih lanjut mengenai proyek permodalan bagi peternak ayam kampung. Iya sekarang! Kapan lagi?

0 comments on “Meski Jumlahnya Sedikit, Pecinta Ayam Kampung Akan Tetap Setia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *