Belajar Bertani Inspiratif

Menjadi Petani Muda, Siapa Takut? Simak Cerita Salah Satunya!

Menjadi petani muda

Berdasarkan data BPS, jumlah petani di Indonesia per tahun 2019 ada sebanyak 33,4 juta orang. Tapi dari jumlah tersebut, hanya 2,7 juta orang yang berusia 20 – 39 tahun. Itu artinya, kebanyakan dari petani kita adalah mereka yang sudah berusia lanjut. Nah, karena itu menjadi petani muda sudah harus diminati oleh anak-anak milenial zaman sekarang. Agar regenerasi petani di negara kita tidak berhenti.

menjadi petani muda

Tapi, apa menjadi petani muda itu asik? Apakah bisa bahagia? Dari pada penasaran, yuk simak cerita langsung dari sumbernya! 

Menjadi petani muda bukan pilihan yang salah, meski sudah turun-temurun

Eittss, kenalan dulu sama mitra petani muda CROWDE yang satu ini. Dia adalah Kang Utis, petani cabai asal Garut, Jawa Barat. Pria kelahiran 5 Desember 1990 ini sudah mulai bertani sejak usia 22 tahun. Keputusannya menjadi seorang petani muda didasari karena profesi petani sudah menjadi mata pencarian turun-temurun dan merupakan usaha pokok daerah tempat tinggalnya. Kang Utis yang berbudidaya komoditas cabai sejak awal, mengaku mendapat ilmu seputar budidaya cabai dari orang tuanya.

“Karena tanaman pokok di daerah kami adalah komoditas cabai dan petani muda di sini rata-rata belajar dari orang tuanya, ditambah dari pengalaman mereka bertani”, ungkap Kang Utis. 

Sebagai seorang petani muda, dia punya kegiatan rutin yang dilakukannya sehari-hari, yaitu merawat tanaman, mulai dari melakukan penyiraman secara berkala, memberi pupuk dua minggu sekali, melakukan penyiangan gulma dan hama agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik, serta memantau pertumbuhan tanaman – melihat apakah pertumbuhannya sesuai atau tidak. Selain berbudidaya cabai, Kang Utis juga memiliki agribisnis lain yaitu peternakan sapi. Keduanya menjadi sumber penghasilan yang bisa menghidupi keluarganya. 

Menjadi petani muda juga ada suka-dukanya

Kang Utis mengungkapkan bahwa bertani sudah menjadi kegemarannya dari dulu. Sehingga dia bersyukur bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan hobinya. Belajar ilmu bertani juga dilakukannya dari nol, tapi karena memang suka, dia bisa menerima ilmu tersebut dengan senang hati. Dari sektor agribisnis yang dijalankannya, dia juga mampu memperoleh hasil yang mencukupi. Cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga. Itu saja sudah membuatnya bahagia. 

Duka yang dia dapat selama menjalani profesi petani adalah ketika harga jual hasil panen tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkannya saat produksi. Ternyata, harga jual bahan pangan yang memang naik-turun, membawa duka tersendiri bagi mereka yang berprofesi sebagai petani. Tapi, dia terbantu dengan menjadi mitra petani CROWDE karena harga jual hasil panen lebih terjamin. Sehingga ketika harga cabai di pasaran sedang turun, CROWDE tetap membeli hasil panennya dengan harga sesuai standar yang telah ditetapkan. 

Dia punya pencapaian yang tidak terduga 

Baginya, bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari sudah patut disyukuri. Tapi masih ditambah lagi dengan pencapaian luas lahannya yang terus meningkat selama 9 tahun dia menjalani profesi sebagai petani muda. Dari lahan seluas 50 tumbak (setara dengan 700 meter persegi) ketika awal dia mulai bertani, sekarang Kang Utis sudah memiliki lahan produktif seluas 350 tumbak (setara dengan 4.900 meter persegi). Serta, ada lagi lahan seluas 2.100 meter persegi miliknya yang masih belum digarap. Pencapaian ini berhasil dia peroleh bukan tanpa kerja keras. Usia yang masih muda menjadi kesempatan baginya untuk bisa berusaha lebih maksimal. Tidak lupa, dia pun punya harapan bagi petani-petani muda di Indonesia agar sama-sama terus semangat menjalankan sektor pertanian karena sektor ini akan selalu dibutuhkan oleh manusia.  

“Pesan saya untuk petani muda lainnya agar tidak mudah menyerah dan terus semangat karena sektor pertanian akan selalu dibutuhkan manusia di semua kalangan. Jika tidak ada petani, masyarakat kita akan kesulitan memperoleh bahan pangan”, tutupnya.

Nah, kamu yang juga tertarik ingin menjadi petani muda, coba aja wujudkan. Siapa tau kamu bisa sukses bertani seperti Kang Utis. Tenang, CROWDE bakalan dukung kamu, kok! Nggak percaya? Langsung aja daftar di sini!  

 

Baca juga: Bibit Unggul Penting Bagi Budidaya Pertanian, Kenapa?

0 comments on “Menjadi Petani Muda, Siapa Takut? Simak Cerita Salah Satunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *