Belajar Bertani

Mengetahui Pembuatan Pupuk Untuk Bisnis Pertanian yang Lebih Baik

Mengetahui Pembuatan Pupuk Untuk Bisnis Pertanian yang Lebih Baik

Dalam dunia pertanian, pupuk seakan menjadi komponen paling utama jika menyangkut soal budidaya. Penggunaan dari pupuk sintetis sendiri sangat penting untuk menopang populasi dunia agar dapat terus berkembang.

Berbicara mengenai pupuk sintetis, saat ini kita hidup dimana ada banyak hal yang memiliki bahan dasar nitrogen. Rata-rata makhluk hidup di dunia ini pasti membutuhkan zat nitrogen dalam hidupnya untuk bertahan hidup, namun tubuh kita tetap tidak dapat mengaksesnya dari udara. Pada saat ini, dunia hanya bergantung pada dua proses yang diketahui untuk memutus ikatan terkuat nitrogen untuk memungkinkan konversi ke bentuk yang dapat dikonsumsi oleh manusia, hewan, dan tumbuhan. Salah satunya adalah proses bakteri alami yang diandalkan petani sejak awal melakukan aktivitas pertanian.

Seperti yang dilansir dari laman agrivi, beberapa peneliti saat ini tengah mengumumkan proses berbasis cahaya yang dapat merubah tatanan dari sebuah pertanian konvensional, seperti revolusi pertanian. Proses ini dinilai juga dapat mengurangi ketergantungan pasokan pangan dunia pada bahan bakar fosil dan dapat mengurangi jejak karbon berat. Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa energi fotokimia dapat menggantikan adenosin trifosfat. Ini biasanya digunakan untuk mengubah dinitrogen, bentuk nitrogen yang ditemukan di udara menjadi amonia, bahan utama pupuk yang diproduksi secara komersial.

Para peneliti menunjukkan bahwa nanocrystals cadmium sulfide dapat digunakan untuk memanen cahaya, memungkinkan energi dari cahaya itu untuk memberi energi pada elektron dengan potensi yang cukup untuk mendorong reduksi N2 (Dinitrogen) menjadi amonia, yang terjadi di dalam nitrogenase molybdenum-iron protein. Metode baru ini menggantikan proses enzimatik yang bergantung pada hidrolisis ATP dengan upaya panen cahaya nanorod CdS dan konversi energi.

Reduksi N2 menjadi amonia merupakan proses yang tergolong boros energi. Dalam proses pertanian tradisional yang umum digunakan oleh industri, pengurangan N2 dilakukan dengan menggunakan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Dalam penjelasan biologinya sendiri, reduksi dikatalisis oleh nitrogenase dalam reaksi yang membutuhkan ATP untuk bertindak sebagai sumber energi. Ini membatasi seberapa cepat reaksi dapat berlangsung. Baik proses biologis maupun industri memerlukan masukan energi yang tinggi, dan keduanya menghasilkan emisi karbon dioksida tingkat tinggi. Proses baru ini membutuhkan energi yang jauh lebih sedikit dan tidak mengeluarkan karbon dioksida.

Penelitian baru ini dibuat dengan tujuan untuk menginspirasi konsep alternatif demi memenuhi permintaan amonia, tetapi dengan cara yang lebih hemat energi dan berkelanjutan, dengan dampak yang lebih rendah terhadap lingkungan daripada proses komersial saat ini. 

Selain itu, dalam menjalankan sebuah bisnis pertanian, ilmu pengetahuan seakan harus menjadi dasar dari segalanya yang harus dimiliki oleh penggiat bisnis pertanian seperti petani. Selain itu, modal usaha pertanian juga selalu menjadi hal yang teramat penting bagi kelangsungan bisnis pertanian yang telah digarap. Mengatasi hal tersebut CROWDE hadir sebagai solusi layanan fintech pertanian yang dapat membantu pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi dari CROWDE di https://crowde.co/

Source:

https://www.agrivi.com/en

0 comments on “Mengetahui Pembuatan Pupuk Untuk Bisnis Pertanian yang Lebih Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *