Sistem kerjasama bagi hasil sering kali dianggap lebih baik daripada menggunakan sistem bunga. Beberapa pihak menilai sistem kerjasama bagi hasil ini baik karena tidak memberatkan pihak peminjam atas bunga yang harus dibayarnya. Sistem ini cukup sering dipakai pada sebuah proyek permodalan pertanian karena dianggap lebih adil dan tidak memberatkan petani dengan sistem bunga pada proses peminjamannya.

Apa itu sistem permodalan bagi hasil?

Sistem permodalan bagi hasil merupakan sebuah transaksi yang dilakukan dari hasil kerjasama dua pihak pada saat menjalankan suatu usaha, permodalan bagi hasil sering kali diterapkan pada sebuah proyek usaha pertanian. Hal ini karena permodalan bagi hasil dianggap lebih mudah pengelolaannya dan juga sering dianggap lebih adil dibanding sistem lainnya, serta sistem ini biasa dilakukan agar tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.

Dalam setiap keputusan tentu akan ada langkah atau hal yang harus pertama kali dilakukan. Pada sistem permodalan bagi hasil, hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari bagaimana sistemnya berjalan secara detail. Prinsip yang berlaku adalah transparansi sehingga antara kedua belah pihak tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua keuntungan usaha yang berhasil diperoleh harus diketahui oleh keduanya. Baik pihak lender dan peminjam sama-sama harus mampu mengambil keputusan secara bijak dan dapat mengurangi risiko kerugian di masa yang akan datang.

Bagaimana dengan permodalannya?

Jika berbicara mengenai modal, tentu ada berbagai macam modal yang dapat diberikan oleh lender terhadap petani. Namun, hal paling umum yang diberikan oleh para lender adalah modal usaha berupa uang untuk petani menjalankan budidaya pertanian sesuai dengan kebutuhan mereka. Ada juga yang berupa lahan pertanian yang untuk kemudian lahan tersebut dapat digarap oleh petani dan hasilnya kemudian dibagi dua. Semua balik lagi tergantung pada keputusan hasil kesepakatan bersama.

Kapan profit dapat dibagikan?

Pembagian keuntungan dalam sistem permodalan bagi hasil biasanya sesuai dengan perjanjian antara kedua pihak terkait. Biasanya pembagian dari keuntungan ini dilakukan dalam satu periode waktu. Satu periode disini maksudnya adalah sebagai satu periode waktu budidaya pertanian seperti dimulai ketika para petani menanamkan bibit-bibitnya hingga panen. Untuk jangka waktunya, berarti biasanya periode ini dilakukan per satu bulan hingga satu tahun tergantung kepada masa panen dari komoditas tanaman yang dibudidayakan.

Dari sekian banyak keuntungan yang akan didapat ketika melakukan permodalan, salah satunya adalah Anda dapat menyimpan dan menghemat pengeluaran saat ini untuk dipakai di kemudian hari. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan permodalan pertanian dengan sistem bagi hasil seperti yang sudah dijelaskan di atas, maka CROWDE mungkin dapat menjadi solusi bagi Anda. CROWDE juga memiliki visi dan misi untuk membantu pemberdayaan petani di Indonesia, bagi Anda yang tertarik dapat langsung mengunjungi laman resminya di https://crowde.co/.