Belajar Bertani

Mengenal Metode Rockwool yang Umum Digunakan Pada Hidroponik part 3

Mengenal Metode Rockwool yang Umum Digunakan Pada Hidroponik part 3

Rockwool merupakan media tanam yang umum digunakan dalam metode pertanian hidroponik. Seperti yang telah disampaikan pada artikel sebelumnya, rockwool juga sering dimanfaatkan untuk membantu para penggiat bisnis pertanian hidroponik untuk memiliki bisnis pertanian yang lebih baik lagi dengan hadirnya metode rockwool. Untuk langkah-langkah dari pemanfaatannya, berikut ini ulasannya.

Perawatan Bibit Tanaman

Pilihlah benih sayuran yang sudah mulai berkecambah. Benih yang berkecambah juga harus tersentuh sinar matahari karena sinar matahari perlu untuk mencegah benih tumbuh memanjang atau biasa disebut etiolasi. Biasanya bentuknya tinggi, kurus dan pucat. Salah satu hal yang harus Anda perhatikan adalah jangan lupa bibit pada rockwool disiram agar tidak mengering dan dapat tumbuh dengan baik.

Pemindahan Tanaman

Setelah selesai dengan proses perawatan bibit tanamannya. Dalam kurun waktu sekitar 10 – 14 hari, tanaman yang telah disemai akan memiliki 2 lembar daun. Itulah waktu yang tepat untuk memindahkan tanaman pada instalasi penanaman. Pemindahan bibit tanaman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Karena penguapan pada tanaman belum tinggi, sehingga dapat beradaptasi dengan baik. 

Itulah tadi keseluruhan ulasan mengenai langkah-langkah pemanfaatan rockwool pada sistem hidroponik. Selain daripada hal di atas, bagi Anda yang tertarik pada bisnis di sektor pertanian, ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan tentang pertanian dan juga modal usaha pertaniannya. Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia.

Peran CROWDE

Salah satu persoalan yang selalu menjadi kendala bagi para petani di Indonesia saat ini adalah soal permodalan. Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Untuk menjawab kegelisahan hal tersebut, CROWDE sebagai sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Selain itu, CROWDE juga siap untuk menyalurkan dana sebesar Rp150 Miliar hingga Desember 2020 ini. Dalam menyalurkan dana tersebut, CROWDE tidak melihat syarat perbankannya dan hanya cukup melihat prospek yang diberikan oleh para petaninya.

Untuk pengajuan modal hingga konsultasi permasalahan pertanian, para petani hanya perlu mengunduh aplikasi dari CROWDE dan mengikuti petunjuknya lebih lanjut. Dalam pencairan dananya, CROWDE memilih untuk mendata setiap kebutuhan petaninya dan memberikannya dalam bentuk bibit, pupuk, hingga alat pertanian. Bagi Anda yang tertarik untuk mendukung para petani di Indonesia, mulai dari Rp100.000 Anda sudah bisa ikut mendukung terciptanya kesejahteraan petani Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

1 comment on “Mengenal Metode Rockwool yang Umum Digunakan Pada Hidroponik part 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *