Tren bisnis pertanian urban farming saat ini semakin lama semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di perkotaan besar. Urban farming sendiri memiliki konsep awal sebagai sebuah solusi dari cara berkebun di lahan yang terbatas. Konsep ini pun awalnya hanya dijalankan oleh beberapa orang yang memang tergabung dari komunitas pecinta lingkungan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir,semakin lama urban farming dianggap sangat menguntungkan dan juga sangat praktis. Itulah mengapa dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangannya terlihat cukup masif di perkotaan besar, bahkan sudah menjadi sebuah tren gaya hidup urban masa kini.

Apa itu Bisnis Pertanian urban farming?

Dalam teorinya, urban farming merupakan sebuah konsep tentang memindahkan pertanian konvensional ke pertanian di perkotaan. Hanya saja, yang berbeda dari kedua jenis pertanian ini adalah pelaku dan media tanamnya. Jika Anda menemukan pertanian konvensional orientasinya lebih terhadap hasil produk, sedangkan urban farming berorientasi pada pelaku dari kegiatan pertanian ini. Kendati demikian, pelaku urban farming tetap dapat melakukan sebuah bisnis pertanian layaknya para petani tradisional lainnya.

Apa fungsi Bisnis Pertanian urban farming?

Hadirnya urban farming saat ini seakan menjadi sebuah jawaban atas adanya krisis ruang terbuka hijau di perkotaan yang diakibatkan oleh masifnya pembangunan perkotaan yang semakin lama terus menggusur lahan hijau untuk masyarakatnya. Selain itu, dengan adanya urban farming ini juga dapat mengurangi tingkat polusi yang mana akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Bentuk dari urban farming ini pun beragam, sistem penanaman seperti vertikultur, hidroponik, aquaponik juga bisa disebut sebagai bagian dari urban farming.

Bagaimana dengan prospeknya?

Dilansir dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh profesor dari Arizona State University mengatakan bahwa implementasi dari urban farming ini jika dilakukan secara masif pada perkotaan besar di dunia, maka hal tersebut dapat menghasilkan 180 juta ton bahan pangan untuk dunia selama setahun. Selain itu, urban farming sendiri juga dinilai memiliki potensi untuk menghemat pemakaian energi sebesar 15 miliar KW per jam di dunia. Untuk prospek bisnisnya sendiri, memiliki sebuah bisnis pertanian dengan tema urban farming ini tentu akan sangat menyenangkan karena praktiknya yang cenderung mudah.

Itulah tadi ulasan singkat tentang mengenal lebih dalam tentang urban farming. Jika Anda tertarik untuk memulai sebuah bisnis pertanian dengan tema urban farming seperti di atas, tentu hal tersebut tidak akan terlepas dari modal usaha pertaniannya. Disitulah CROWDE hadir untuk membantu Anda menghadapi masalah tentang modal usaha pertanian, selain hal tersebut, Anda juga dapat melakukan investasi pertanian untuk membantu pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/.