Belajar Bertani

Mendalami Tata Cara Pemupukan Cabai Untuk Hindari Penyakit (part 1)

Banyak ditemukan di Indonesia, tanaman cabai seakan menjadi salah satu komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang dapat menghambat produktivitas tanaman cabai sehingga menjadi mudah terjangkit penyakit hingga mengakibatkan layu. Beberapa faktor yang bisa mempengaruhinya adalah faktor cuaca, serangan organisme pengganggu (hama dan serangga), serta pemilihan benih hingga penggunaan pupuk yang salah. Bagi Anda yang ingin memiliki bisnis pertanian budidaya cabai, berikut ini adalah tata cara pemupukan tanaman cabai yang baik agar terhindar dari penyakit tanaman.

1.   Pengolahan Lahan yang Baik

Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika melakukan pemupukan cabai adalah dengan membersihkan lahan terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman sebelumnya agar tidak mengganggu tumbuh kembang dari tanaman selanjutnya. Anda juga dapat membakar sisa dari tanaman sebelumnya untuk memberikan efek yang lebih baik bagi lahan karena dengan dibakarnya tanaman tersebut, maka rantai perkembangan penyakit pun otomatis terputus. Setelah memastikan bahwa lahan Anda sudah bersih, menggemburkan tanah mungkin dapat menjadi langkah Anda selanjutnya. Penggemburan lahan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan traktor. Tidak hanya itu, pengecekan pH tanah pun tidak boleh sampai terlewatkan. Pastikan jika pH lahan Anda telah seimbang dan siap untuk ditanami tumbuhan selanjutnya.

2.   Hadirkan Saluran Air

Hadirnya saluran air pada sebuah lahan pertanian akan memberikan dampak yang baik karena hal tersebut dapat meminimalisir penggenangan air hujan yang akan mengakibatkan tanah menjadi lembab dan becek sehingga mempercepat pertumbuhan daripada bakteri dan juga jamur.

3.   Pemberian Pupuk Organik

Dalam menjalankan sebuah bisnis pertanian, apalagi bisnis pertanian tanaman cabai, menjaga kesehatan dan kualitas dari tanaman tersebut tentu perlu dilakukan. Berbicara tentang menjaga kualitas tanaman, pengelolaan tanaman yang baik akan jadi lebih baik bila menggunakan bahan-bahan alami seperti pupuk organik. Selain mudah pembuatannya, penggunaan pupuk organik tidak hanya baik bagi tanaman itu sendiri, melainkan bagi tanah pada lahan pertaniannya juga.

4.   Penggunaan PGPR

PGPR (Plant Growth Promoting Bacteria) merupakan bakteri pemicu pertumbuhan yang bermanfaat bagi tanaman cabai Anda. Penggunaan dari bakteri ini untuk pemupukan cabai adalah untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat yang menyebabkan tanaman cabai tersebut menjadi layu.

Itulah tadi tata cara mengenai pemupukan cabai untuk menghindari berbagai penyakit yang ingin hinggap pada tanaman Anda. Bagi Anda yang tertarik pada bisnis di sektor pertanian, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses. Salah satunya adalah ilmu pengetahuan tentang pertanian dan juga modal usaha pertaniannya. Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia.

Peran CROWDE

CROWDE merupakan sebuah perusahaan fintech peer-to-peer lending di bidang pertanian yang hadir sebagai solusi permodalan bagi para petani di Indonesia. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, CROWDE juga hadir untuk memberikan sebuah platform investasi pertanian bagi orang-orang yang ingin turut serta mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Mulai dari Rp10.000, Anda sudah bisa ikut mendukung terciptanya kesejahteraan petani Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/.

0 comments on “Mendalami Tata Cara Pemupukan Cabai Untuk Hindari Penyakit (part 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *