Komoditas

Buncis, Tanaman yang Cocok Di Dataran Tinggi Juga Di Dataran Rendah

Buncis

Buncis tergolong jenis tanaman polong-polongan. Biasa kamu temukan pada steak sebagai makanan pendamping. Namun, tahukah kamu? Kalau buncis yang biasa digunakan untuk pendamping steak adalah jenis buncis muda. Buncis dipanen saat usia muda karena rasanya lebih manis dan juga lebih renyah. Tapi kalau di Indonesia, baik buncis muda maupun yang sudah tua sama-sama laris di pasaran karena tinggi peminat. Hal ini karena buncis dikenal sebagai sayuran yang bergizi tinggi. Ingin tahu kelebihan menanam buncis lainnya? Yuk mari simak ulasannya berikut:

Menanam buncis mudah dan waktu panen singkat

Buncis bisa dibudidayakan di daerah dataran tinggi maupun rendah. Buncis yang biasa ditanam pada dataran rendah adalah varietas buncis tegak, sedangkan untuk yang ditanam pada dataran tinggi adalah varietas buncis rambat. Untuk varietas buncis rambat, masing-masing tanaman membutuhkan tiang rambat untuk penyangga. Sedangkan buncis tegak tidak membutuhkannya. Sehingga modal awal untuk budidaya menjadi lebih murah.

Untuk 1 ha lahan bisa ditanami 2.200 pohon buncis dengan jarak tanam 40 x 50 cm. Tanaman buncis sudah dapat dipanen setelah berumur 45 – 60 hari dari masa tanam. Lebih dari masa itu, tanaman buncis menjadi keriput dan tidak lurus sehingga tidak laku di pasaran. Dalam sekali panen, satu pohon buncis bisa menghasilkan setidaknya 1,4 – 2 kg buncis. Sehingga dalam 1 ha lahan dapat memproduksi 3 ton buncis.

Risiko budidaya rendah dan harga jual yang stabil

Risiko budidaya buncis tergolong kecil karena tanaman buncis tidak memerlukan perlakuan khusus untuk dapat tumbuh subur. Bahkan buncis dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat toleran tinggi terhadap kondisi tanah yang kering. Namun, sebaiknya lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari di awal penanaman. Dan jangan lupa untuk memberi lubang pada pot sebagai tempat keluarnya air. Bila air terhambat keluar, tanaman buncis akan cepat mati dan layu.

Harga untuk buncis muda lebih tinggi, bisa mencapai Rp 10.000/kg. Sedangkan untuk buncis tua harganya berkisar Rp 4.000 – Rp 4.500/kg. Sehingga petani akan lebih untung jika memanen buncis muda lebih banyak. Buncis muda dan tua berada pada 1 pohon yang sama, hanya saja yang membedakan waktu panennya. Buncis muda dipanen lebih cepat, maksimal 7 hari setelah berbunga.

Peluang ekspor masih terbuka lebar

Permintaan pasar luar negeri akan buncis produksi Indonesia juga tergolong tinggi. Terutama dari Singapura dan juga Jepang. Tahun 2017 lalu, Indonesia berhasil mengekspor 633 ton buncis ke Singapura dan akan ditingkatkan lagi tahun ini. Jenis buncis yang diekspor adalah jenis buncis muda. Yang dijual dengan harga Rp 11.000/kg. Produsen buncis terbesar di Indonesia terdapat di wilayah Jawa Barat. Setidaknya menyumbang 20 persen hasil produksi nasional.

Buat Teman CROWDE yang tertarik memodali petani buncis di Indonesia bisa langsung mengunjungi CROWDE. Kamu bisa memilih proyek usaha tani yang kamu sukai dengan mudah. Mulai dari jangka waktu 1 bulan hingga 12 bulan. Ayo gabung sekarang!

0 comments on “Buncis, Tanaman yang Cocok Di Dataran Tinggi Juga Di Dataran Rendah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *