Belajar Bertani

Melirik Cara Budidaya Baru Tanpa Membajak

membajak

Dalam sistem pertanian tradisional, tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah membajak, bukan? Membajak merupakan cara tradisional atau konvensional dalam persiapan penyemaian sebuah ladang. Hal tersebut bertujuan untuk memecah tanah dan memperbaiki strukturnya. Membajak sendiri juga digunakan untuk mengubah bahan organik menjadi tanah sehingga mempercepat pembusukannya dan untuk menghancurkan gulma. Pada umumnya, lahan yang sudah dibajak pasti dapat memberikan hasil yang signifikan seperti tanah yang cepat menjadi hangat dan siap untuk ditanam kembali.

Kendati demikian, membajak juga dapat memberikan dampak terhadap keseimbangan kandungan tanah itu sendiri. Namun, salah satu masalah dari kebiasaan membajak adalah potensi erosi angin dan air di tanah. Pembajakan lahan ternyata juga dapat mengganggu siklus hidup gulma dan mikroorganisme di dalam tanah yang dapat mempengaruhi kesehatan tanah. Oleh karena itu, petani harus memutuskan apakah perlu melakukan pengolahan tanah dengan membahayakan mikroorganisme yang hidup di dalam tanah.

Meski demikian, pertanian tanpa olah tanah membutuhkan keterampilan yang berbeda pula, guna mempertahankan hasil yang lebih tinggi. Namun untuk mendapatkan hasil tersebut, petani harus menggabungkan berbagai teknik pertanian, peralatan, praktik rotasi tanaman, tanaman penutup, pemupukan, hingga penggunaan dari pestisida untuk mencapai sifat tanah yang lebih baik. Sementara itu, praktik rotasi tanaman sendiri bermanfaat untuk menghilangkan gulma tanah, hama dan penyakit. Sehingga dengan melakukan rotasi tanaman dalam siklus pertahun, serangan dari gulma dan hama lainnya akan berkurang. 

Manfaat Teknik Pertanian Tanpa Pembajakan

Biaya pertanian 

Ketika melakukan pembajakan sebuah tanah pada lahan kosong dengan tujuan untuk menggemburkan tanahnya, seorang petani harus merogoh kocek yang cukup dalam untuk prosesnya. Dengan hadirnya teknik pertanian tanpa bajak, mereka dapat mengurangi dan menghemat biaya tenaga kerja, bahan bakar, irigasi dan mesin, namun masih dapat meningkatkan fungsi tanah itu sendiri.

Sisa tanaman

Manfaat paling utama dari praktik tanpa pembajakan ini muncul dari sisa tanaman yang tetap utuh. Sisa tanaman yang sudah lalu sebelumnya terletak pada permukaan lahan sehingga dapat meningkatkan kelembaban tanah serta membatasi penguapan. Sisa tanaman tersebut juga dapat melindungi tanah dari dampak kerusakan akibat tetesan hujan dan angin, serta berfungsi sebagai sumber karbon, sumber energi penting untuk memberi manfaat bagi organisme di dalam tanah.

Mesin

Teknik budidaya tanpa pembajakan tanah saat ini dapat mencegah pemadatan tanah dan pengerasan permukaan. Hal ini mempermudah tanaman untuk bertunas dan menumbuhkan akar yang dalam. Meski akan menghasilkan sedikit gangguan pada tanah dan organisme di dalamnya.

Tanah yang sehat

Pertanian tanpa pembajakan tanah juga meningkatkan kualitas tanah (fungsi tanah), jumlah karbon dan bahan organik, sehingga melindungi tanah dari erosi, penguapan air, dan kerusakan struktural. 

Meski demikian, dalam menjalankan sebuah bisnis pertanian, ilmu pengetahuan seakan harus menjadi dasar dari segalanya yang harus dimiliki oleh penggiat bisnis pertanian seperti petani. Selain itu, modal usaha pertanian juga selalu menjadi hal yang teramat penting bagi kelangsungan bisnis pertanian yang telah digarap. Mengatasi hal tersebut CROWDE hadir sebagai solusi layanan fintech pertanian yang dapat mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi dari CROWDE di https://crowde.co/

Faktor Pengaruh Produktivitas Bisnis Pertanian

0 comments on “Melirik Cara Budidaya Baru Tanpa Membajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *