Jika generasi milenial adalah barisan anak muda yang lahir antara tahun 1982 sampai 2001, maka kita adalah milenial. Di antara berbagai karakteristik yang dimiliki oleh milenial, yang paling menonjol adalah dekat dengan teknologi, simpel (yang sering dicibir sebagai ‘generasi instan’), berjiwa sosial tinggi, dan idealis. Keempat karakteristik tersebut bisa menjadi rumus sempurna untuk malapetaka, tetapi juga bisa menjadi kendaraan kita menuju tujuan kolektif kita, yaitu membangun dunia yang lebih baik.

Dari semua hal yang dekat dengan kehidupan milenial, seperti Instagram, transportasi online, dan ponsel, ada tiga hal yang tidak identik dengan milenial: investasi, pertanian, dan Rp10.000.

Investasi

Simpelnya, investasi adalah penanaman modal atau aset di masa kini untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Namun, bagi kita investasi seolah menjadi momok yang mengerikan dan cenderung dihindari, terutama karena kita merasa konsep investasi tidak sejalan dengan kompas moral kita yang cenderung sosialis. Kita mendengar investasi adalah dunia yang penuh risiko dan penipuan (investasi bodong, penipuan berkedok investasi, dll), dan terutama investasi adalah alat untuk memperkaya yang kaya, dan tidak memberikan apa-apa bagi yang miskin.

Istilah investasi sendiri terdengar sangat kolot, karena kita melihat lebih banyak orang-orang berumur dan berduit yang sanggup menjadi investor. Sehingga kita yang masih merintis masa depan merasa belum memiliki cukup untuk diinvestasikan.

Jadi, apa makna investasi bagi generasi milenial? Saking asingnya kita dengan dunia ini, investasi menjadi hampir tidak memiliki makna dan cenderung dihindari.

Pertanian

Tentu saja kita paham betapa pentingnya pertanian bagi keberlangsungan hidup kita. Milenial tahu dari mana makanan kita berasal dan memiliki sedikit pengetahuan masalah apa saja yang sedang melanda pertanian. Kita pun mengerti bagaimana kondisi para petani. Namun, hanya sedikit dari kita yang terjun langsung dan bergerak untuk mengembangkan industri pertanian.

Hal ini dapat dimengerti karena pertanian memiliki kesan kuno, tidak asyik, dan tidak berhubungan dengan internet. Dan yang paling penting, proses pertanian itu panjang dan lama, sehingga berseberangan dengan karakteristik milenial yang simpel. Lagipula, selama masih ada nasi dan sayur mayur di atas meja, secara tidak sadar kita masih merasa tenang.

Oleh karena itu, makna pertanian bagi generasi milenial: penyokong kehidupan yang terlupakan.

Rp10.000

Bagi milenial, Rp10.000 mungkin bermakna flat rate ke mana saja. Mungkin bermakna kuota untuk tiga hari. Mungkin bermakna jajanan nostalgia. Namun, mungkin juga tidak bermakna.

Dengan segala kebutuhan kita yang berputar di sekitar teknologi, seperti mouse mahal khusus desain grafis, headset canggih untuk dengar lagu, dan kamera untuk nge-vlog, Rp10.000 mungkin tidak ada artinya. Kita tidak dapat apa-apa dengan nilai segitu. Makan mi instan di tempat nongkrong pun tidak bisa, apalagi mengubah hidup seseorang, kan?

Sehingga, bagi kita, Rp10.000 bermakna recehan.

Memutarbalikkan Makna Investasi, Pertanian, dan Rp10.000

Kejutannya, tiga hal tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk membantu menopang ekonomi Indonesia, lho. Hal ini bisa terjadi dengan memberdayakan karakteristik kita (teknologi, simpel, jiwa sosial tinggi, dan idealis) untuk memutarbalikkan ketiganya menjadi memiliki makna lebih.

Caranya mudah. Dan, janji, ini akan memenuhi semua kriteria kita sebagai milenial.

Yaitu, CROWDE.

Melalui CROWDE, kamu bisa menggunakan Rp10.000 untuk permodalan petani dalam bentuk investasi. Kamu bisa menolong banyak orang, sambil menolong dirimu sendiri. Investasi seminimal yang kamu mau tetap akan memberikanmu dan para petani keuntungan. Para petani bisa menjalankan pekerjaannya, dan kamu bisa mendanai mereka dengan modal yang akan menghasilkan profit.

Melalui CROWDE, kamu bisa membantu menyejahterakan kehidupan petani dengan membebaskan mereka dari lintah darat sambil membiarkan mereka berkarya.

Dengan CROWDE, investasi tidak lagi bermakna yang kaya bertambah kaya, dan yang miskin tidak mendapat apa-apa.

Dengan CROWDE, risiko investasi pertanian yang dimulai dari Rp10.000 ini relatif rendah, karena ada tim dari CROWDE yang mengawasi jalannya proyek pertanian dan mengubungkanmu dengan para petani. Sehingga, segala progres dan transparansi keuangan bisa kamu pantau.

Ingat, sektor pertanian adalah sektor terbesar dan terpenting di Indonesia. Setengah dari warga Indonesia bekerja sebagai petani. Tanpa adanya sokongan yang mumpuni pada pertanian, kita se-Indonesia akan sulit bertahan hidup.

Bersama CROWDE, dengan bergotong-royong investasi semampumu, kamu bisa membangun Indonesia yang lebih baik dengan menolong sektor pertanian dan mendorong ekonomi Indonesia.

Dan kamu bisa melakukan ini semua dari tempat dudukmu. Menggunakan internet.

Jadi, apa makna investasi, pertanian, dan Rp10.000 bagi kita? Membangun Indonesia yang lebih baik melalui CROWDE.