Permodalan

Apa Itu Loan Shark dan Kenapa Kamu Harus Tahu Risikonya

Loan Shark

Bukan. Loan Shark bukanlah ikan Hiu yang hobi memberikan pinjaman. Meskipun arti harfiahnya begitu.

Loan Shark, atau dalam bahasa Indonesia berarti rentenir/lintah darat, bisa berbentuk perorangan atau badan usaha yang fokus usahanya adalah memberikan pinjaman dana kepada orang lain atau usaha lainnya dengan memberikan bunga yang sangat tinggi. Dan biasanya, pemberian pinjaman ini dilakukan dengan memanfaatkan kesulitan hidup atau masalah yang sedang dihadapi oleh peminjam.

Kan namanya juga terhimpit, lalu bantuan datang. Pasti agak susah untuk ditolak, ya? Betul. Namun sebaiknya, kita mulai hindari mengenal apalagi berurusan dengan si Loan Shark atau Rentenir ini, Sahabat CROWDE!

Rentenir juga Mengikuti Perkembangan Jaman, Lho!

Kalau dulu, rentenir ini hadir di pedesaan atau pasar-pasar, di jaman yang serba internet, hadir pula yang namanya rentenir online. Rentenir online ini memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi menggunakan jaringan online mereka. Dan jika kamu sudah masuk ke dalam lingkaran rentenir online ini, sepertinya akan susah untuk keluar deh. Namun baik online maupun yang offline, tipe rentenir sebenarnya sama saja. Dan itu dia kenapa kamu harus tahu bahayanya, supaya mengerti resikonya dan secepat mungkin dihindari.

Apa saja ya bahaya dari si Loan Shark ini? CROWDE sudah mengumpulkan beberapa ciri yang perlu kamu cermati dan perhatikan deh:

  1. Mereka Memberikan Bunga Pinjaman yang Sangat Mahal

Ciri paling utama dari rentenir adalah memberikan bunga pinjaman yang begitu mahal. Ada kasus di mana rentenir memberlakukan bunga sebesar 1% per hari malah ada juga yang sampai memberikan bunga 1% tiap 12 jam! Bunga tinggi ini mereka tetapkan karena mereka bisa memberi iming-iming kemudahan proses dan persyaratan yang begitu gampang untuk mendapatkan pinjaman.

Kenapa Lintah Darat ini bisa seenaknya menetapkan bunga pinjaman yang begitu besar? Karena mereka tidak mengikuti regulasi dari OJK atau Bank Indonesia. Malah mungkin keberadaan mereka tidak diketahui oleh kedua instansi diatas. Seram!

  1. Syarat Mudah dan Cepat Cair

Alasan kenapa pajaknya bunga yang diberikan para rentenir ini sangat tinggi adalah karena mereka memberikan iming-iming pencairan dana yang cepat dan juga persyaratan pengajuan yang dibuat mudah. Jadi, kalau bank pada umumnya memberikan syarat cukup ketat, mulai dari kejelasan identitas, histori kredit (BI Checking) sampai syarat agunan, persyaratan yang diberikan oleh para rentenir ini terbilang begitu mudah. Makanya, bunga yang diberikan juga sangat tinggi. Harus lebih hati-hati, ya!

  1. Semua Peraturan Dibuat Suka-Suka, Termasuk Aturan Bunga

Namanya saja ilegal, jadi aturan yang dibuat pun asal-asalan. Termasuk aturan bunga. Semisal nih, kamu kena apes harus meminjam dana dari rentenir ini, terus tiba-tiba, 2 bulan terakhir kamu tidak bisa membayar cicilan. Si pemberi pinjaman ini bisa aja tau-tau meminta kamu untuk membayar bunga sampai 4 kali lipat, misalnya. Dan kasus ini ternyata benar terjadi, lho.

Jadi, semakin sering kamu menunggak pembayaran, semakin berlipat-lipat bunga yang harus dibayar. Dan ini terus saja terjadi, sampai nilai hutang jadi membengkak.

  1. Susah Bayar Hutang Lama? Ambil Hutang Baru Aja!

Ciri selanjutya, kalau sampai ada peminjam yang kesulitan untuk membayar hutangnya atau pembayarannya macet, solusi yang diberikan oleh peminjam, atau lintah darah ini adalah menawarkan pinjaman baru untuk menutup hutang lama. Kok bisa? Tentu, karena memang sepertinya tidak ada tujuan untuk menolong si peminjam, rentenir malah terkesan ingin memberikan beban yang makin berat dan dalam kepada peminjamnya.

Sudah jatuh, tertimpa tangga dan terjerat hutang.

  1. Dan Jangan Lupa, Rentenir Tidak Segan Memakai Cara Kasar

Bayar hutang mulai terhambat, kadang cara kasar pun dilakukan oleh para rentenir dalam menagih pembayaran hutang. Dan kecil sekali kemungkinannya untuk membuka jalan diskusi atau kompromi perihal keterlambatan pembayaran hutang.

Untuk bank, ada regulator yang mengatur batasan-batasan jika memang diharuskan untuk menggunakan debt collector saat menagih tunggakan. Namun beda kasusnya dengan rentenir yang malah tidak mengenal regulator yang menjaga keamanan kedua belah pihak.

Jadi bagaimana? Seram kan si Loan Shark ini? Makanya, jangan sampai terjebak ke lingkaran ini, Sahabat CROWDE! Ada banyak sekali cara untuk mendapatkan uang selain berurusan dengan Loan Shark. Salah satunya? Memodali para petani, dengan timbal balik mendapatkan untung. Sudah coba? Kalau belum, coba deh cek CROWDE aja. Kamu bisa memodali para petani di Indonesia dengan beragam proyek pemodalan yang bebas dipilih. Belum daftar?

0 comments on “Apa Itu Loan Shark dan Kenapa Kamu Harus Tahu Risikonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *