Belajar Bertani

Faiz Lebih Mencintai Hidupnya Setelah Terjun Bertani

Lebih Mencintai

Kenalan dulu, yuk, sama petani muda yang satu ini. Dialah Faiz, yang sudah mulai bertani sejak usia 22 tahun. Muda banget, kan? Dulunya Faiz tinggal di Ibukota. Nah, setelah lulus dia kembali ke Aceh dan terjun ke dunia pertanian bersama sang ayah. Di Aceh, dia dan ayahnya bertani multivarietas, salah satunya komoditas mangga lokmai asal Thailand. Kenapa Faiz akhirnya memutuskan menjadi petani? Ya, hidup di kota besar kadang membuatnya sering mengutamakan gengsi. Hidupnya jadi serba diatur omongan orang dan membuatnya jadi nggak nyaman. Dan ternyata benar, semenjak dia terjun bertani, kehidupannya jadi berubah sekali. Hidupnya jadi lebih bahagia, dia bisa lebih mencintai hidupnya, dan bebas dari tekanan. Kok bisa? Nah, kalau kamu ingin tau cerita selengkapnya, yuk, simak di bawah ini! 

Mengurus makhluk hidup harus penuh kasih sayang

Menurut Faiz, mengurus tanaman yang juga merupakan makhluk hidup nggak bisa sembarangan. Bila kita mencurahkan perhatian dan kasih sayang ke tanaman yang kita budidayakan, maka tanaman tersebut akan balik memberikan hasil maksimal di masa produktifnya. Faiz juga mengaku sering mengajak ngobrol tanamannya. Ayahnya juga sering berkeliling ladang sambil mendoakan tanaman budidayanya agar dapat tumbuh subur dan terbebas dari hama. Ya, biar bisa cuan, kan? Nggak cuma itu, Faiz juga dapat pembelajaran yang berharga dari berbisnis dengan tanaman. Yaitu, dia harus belajar ikhlas dan juga selalu siap dengan risiko apapun yang terjadi. Menurut Faiz yang terpenting, berusaha saja lakukan yang terbaik dari diri kita.

Bakar gengsi malah bikin hidupnya lebih bahagia

Waktu menjadi seorang mahasiswa di Jakarta, Faiz mengaku sulit sekali meninggalkan kebiasaan buruk seperti hidup foya-foya, impulsive buying, sampai buang waktu sambil nongkrong nggak jelas. Tapi Faiz jadi bisa menikmati hidupnya sendiri setelah terjun bertani. Dia bisa bekerja keras, sambil tetap memberi impact ke orang lain dengan membuka lapangan pekerjaan, atau menyuplai kebutuhan pangan dari hasil bertaninya. Dia punya prinsip, tidak ingin hanya memperkaya dirinya sendiri, tapi juga ingin bisa memperkaya orang-orang yang ada di sekitarnya. Itulah yang membuat hidupnya jadi lebih bermanfaat.   

Menurut saya, kerja di pertanian itu nggak untuk impress orang lain. Saya bersyukur bisa jadi bermanfaat bagi orang lain, dan itu sudah cukup untuk membuat hidup saya lebih tenang dan bahagia”, ungkap Faiz. 

Pesan untuk anak muda lain di luar sana

Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak bertani di usia muda. Karena misal cuma punya lahan sedikit, kamu bisa melakukan urban farming menggunakan metode hidroponik atau akuaponik. Bisa juga dengan berkebun di halaman belakang rumah. Hasil dari bertani bisa kamu jadikan bisnis atau sekedar untuk dikonsumsi sendiri sehari-hari. Yang penting ada kemauan, mau membuka mata mencari peluang/potensi yang menguntungkan. Karena sebenarnya, usaha pertanian itu menjanjikan asal kita mau mengeksplor dan tidak membatasi diri.

Asal mau sabar dan percaya dengan proses, usaha pertanian itu bisa menguntungkan. Tidak ada usaha/bisnis yang sukses begitu saja tanpa sebuah proses, kan? Ya, sama saja dengan usaha di bidang pertanian”, tambah Faiz.

Ternyata jadi petani bisa mengajarkan kamu banyak hal, bukan? Mulai dari bantu kamu memahami arti kesederhanaan hidup, buat hidup jadi lebih tenang, kamu juga bisa lebih mencintai dirimu sendiri, dan bahagia bisa berada dekat dengan orang terkasih. Balik lagi, bila ada materi pun belum tentu bisa memberimu kebahagiaan seutuhnya. So, mau nggak jadi petani? 

Baca juga: Moto Hidup “Never Give Up”, Bawa Dia Menuju Sukses

0 comments on “Faiz Lebih Mencintai Hidupnya Setelah Terjun Bertani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *