Komoditas

Lebaran Tahun 2019, Jangan Sampai Harga Daging Naik

Harga sapi menjelang Lebaran biasanya selalu naik. Tren ini hampir terjadi setiap tahun di Indonesia. Dengan menilik momen Lebaran tahun 2018 lalu, harga daging sapi melonjak dari yang biasanya sekitar Rp 110 ribu – Rp 120 ribu per kg menjadi Rp 140 ribu – Rp 150 ribu per kg. Kalau harganya segitu, bisa-bisa bonus THR habis buat beli daging doang. Lalu, apakah kamu akan tinggal diam? Sebenarnya apa sih penyebab harga daging sapi selalu naik menjelang Lebaran? Yuk, ketahui penyebabnya dengan intip ulasan berikut ini!

Permintaan daging sapi meningkat drastis

Makanan berbahan dasar daging sudah menjadi santapan wajib di Hari Raya Idul Fitri. Tidak heran bila kemudian permintaan pasar jadi melonjak dari hari biasanya. Misalkan di hari biasa, para pedagang hanya mampu menjual 50 kg daging sapi, namun di hari menjelang Lebaran pedagang bisa menjual hingga 100 kg. Bahkan di H-2 Lebaran, penjualan bisa bertambah lagi hingga 200 kg lebih.

Kemudian untuk memenuhi permintaan pasar sebesar itu, mau tidak mau daging impor turut dilibatkan. Lebaran tahun lalu, pemerintah menyediakan 47.970 ton daging sapi impor dan 75.403 ton daging sapi lokal untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 116.339 ton. Peternak di Indonesia belum sanggup memenuhi kebutuhan daging dalam negeri saat menjelang Lebaran. Jika seandainya saja, kebutuhan bisa di-cover oleh hanya daging lokal yang diproduksi oleh peternak dalam negeri, bukan tidak mungkin harganya jadi lebih stabil.    

Biaya operasional juga ikut naik

Alasan lainnya diikuti oleh biaya atau ongkos kirim dari tempat pemotongan ke penjual. Jelang Lebaran, biaya kirim yang diberlakukan untuk mengirim daging sapi lokal juga ikut naik. Dimana daging sapi lokal merupakan daging fresh yang tidak dibekukan, sehingga baru dikirim saat akan dijual ke konsumen. Beda dengan daging impor yang bisa dikirim dari jauh-jauh hari karena kondisinya beku, jadi lebih tahan lama.

Terus ditambah lagi, para pekerja yang bertugas di tempat pemotongan juga dihitung lembur. Dimana, saat para pekerja lain sudah menikmati cuti bersama, mereka masih harus bekerja. Oleh karena itu, ada upah tambahan yang harus dibayarkan. Sehingga membebani harga daging sapi itu sendiri. Akibatnya harga ikut menjadi naik.     

Masih ada daging impor yang disubsidi pemerintah

Pemerintah memberikan subsidi ke daging impor untuk meringankan beban masyarakat. Tujuannya agar masyarakat menengah ke bawah bisa tetap menikmati daging sapi karena harganya lebih miring. Meski sebenarnya hal itu tidak bisa menyelesaikan masalah kenaikan harga menjelang Lebaran. Para pedagang mengaku, harga satu kilogram sapi lokal yang masih hidup saja sudah Rp 87 ribu. Itu belum terhitung berat bersih setelah dilakukan proses pemotongan dan pembersihan. Seandainya pemerintah juga memberikan subsidi ke daging lokal, bisa saja membuat harganya jadi lebih stabil. Karena acuan harga yang digunakan oleh para penjual daging adalah harga daging lokal.

Dari ulasan di atas bisa disimpulkan bahwa penyebab harga jual daging setiap menjelang Lebaran naik dikarenakan permintaan pasar yang tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan stok yang mencukupi. Itu mengapa, persiapan menghadapi lonjakan kebutuhan Hari Raya tahun 2019, sudah harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Para peternak sudah harus menggenjot produksinya dari sekarang. Agar hasil produksi dapat mencukupi kebutuhan Lebaran nanti. Setidaknya, pemerintah bisa mengurangi jumlah daging impor tahun ini. Sehingga harga jual daging tidak mencapai angka Rp 150 ribu/kg lagi. Kamu sebagai masyarakat yang besok Lebaran juga akan menikmati daging, ada baiknya ikut berkontribusi menurunkan harga jual daging. Kalau harganya sampai mahal, kan kamu juga yang dirugikan. Caranya bisa dengan mudah kamu temukan di sini!    

CROWDE sebagai startup fintech bidang pertanian, yang memberdayakan petani di seluruh Indonesia melalui teknologi dan permodalan. CROWDE punya proyek ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian, peternakan, dan juga perikanan. Kamu sudah bisa menyalurkan permodalan ke toko tani, pelaku usaha tani, dan juga ke offtaker penyalur hasil pertanian untuk dijual langsung ke konsumen. Tinggal kamu pilih sendiri, proyek permodalan apa yang ingin kamu modali. Tujuan akhirnya sama-sama untuk mengupayakan produksi ternak bertambah. Jadi harga daging bisa murah saat Lebaran nanti. Kita semua pasti jadi tambah bahagia!

 

Referensi:

Puti Aini Yasmin. 13 Juni 2018. Detik.com: https://bit.ly/2CZVGLQ

Elga Hikari Putra. 4 Juni 2018. Tribunnews.com: https://bit.ly/2RHY3v8

Terima kasih telah peduli pada petani Indonesia dengan membaca artikel CROWDE. Agar kami dapat menyajikan konten yang sesuai dengan kebutuhan kamu, mohon bantu kami mengisi survey berikut ini.

0 comments on “Lebaran Tahun 2019, Jangan Sampai Harga Daging Naik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *