Belajar Bertani

Langkah-Langkah Berkebun dengan Konsep Urban Farming

Dalam berkebun Anda juga bisa memanfaatkan ruang terbuka menjadi lahan hijau. Seperti, apa yang diusung oleh konsep urban farmingKonsep ini menyadarkan Anda bahwa pentingnya cara berkebun jika suatu saat terjadi keadaan yang darurat seperti pandemi ini. Dengan menerapkan konsep ini dalam berkebun, Anda bisa dengan mudah memperoleh sayur-sayuran dan buah-buahan. Terbukti konsep urban farming  pada saat pandemi ini banyak  digeluti oleh masyarakat. Selain mampu membantu mempertahankan kebutuhan pangan, juga dapat menghilangkan rasa bosan ketika harus lebih banyak berada di dalam rumah, serta dapat membantu merilekskan pikiran.

Saat memulai urban farming Anda tidak diwajibkan untuk mencari lahan yang luas. Karena konsep dasar dari urban farming yaitu hanya memanfaatkan lahan sempit seperti pekarangan rumah atau bahkan ada yang memanfaatkan rooftop mereka. Berikut ini ada beberapa langkah untuk memulai berkebun dengan cara urban farming. Mari simak ulasannya berikut!

  1. Anda bisa mencari lahan yang menurut Anda sesuai atau paling tepat untuk memulai urban farming  
  2. Setelah itu Anda bisa membeli pupuk kandang, Anda tidak perlu khawatir merogoh kantong lebih dalam untuk yang satu ini  harganya yang masih terjangkau. Anda bisa mendapatkan pupuk kandang dengan kisaran harga Rp11.000.
  3. Anda bisa menggunakan sampah organik rumah tangga. Seperti kulit buah, dedaunan, dan semacamnya. Karena hal itu dapat membuat tanah menjadi subur.
  4. Pilih tanaman yang ingin Anda tanam. Sebagai pemula mungkin Anda bisa dengan menanam terong atau cabai karena hanya perlu menaburkan bijinya di tanah yang telah disiapkan.
  5. Pilihlah media tanaman yang cocok menurut Anda. Anda bisa membuat kotak tanaman atau apapun yang dapat membantu pertumbuhan sayur.

Selain tanaman terong dan cabai, Anda juga dapat mencoba menanam sayuran hijau seperti sawi, seledri atau bisa juga tanaman herbal seperti jahe, sereh. Bahkan Anda juga bisa menanam umbi-umbian seperti ketela dan talas. Dan, Anda juga bisa menanam jenis buah-buahan pada konsep berkebun urban farming ini. 

Metode berkebun urban farming

Ada 3 metode untuk mengaplikasikan cara berkebun dengan konsep urban farming, yaitu:

  • Metode Vertikultur

Metode ini menggunakan botol atau paralon sebagai media tanam. Lalu bisa disusun secara vertikal. Ini cocok untuk diaplikasikan pada lahan yang sempit. Seperti di rooftop misalnya. Selain itu, tanaman yang bisa ditanam dengan metode ini adalah bayam, seledri, strawberry.

  • Metode Hidroponik

Metode ini adalah metode penanaman menggunakan air. Jadi penanamannya tanpa menggunakan tanah cukup dengan air saja. Metode ini cocok untuk tanamn herbal dan selada.

  • Wall Gardening

Metode ini persis seperti namanya, yaitu memanfaatkan dinding sebagai media berkebun. Sebetulnya metode ini mirip dengan metode vertikultur, namun perbedaanya terletak di cara menyusunnya. Tanaman yang cocok ditanam menggunakan metode ini yaitu cabai, tomat, umbi-umbian, bahkan tanaman hias.

Nah, itu tadi beberapa langkah dan metode berkebun dengan menerapkan konsep urban farming. Selain untuk menghadirkan kebutuhan pangan dan menghilangkan rasa bosan, urban farming juga bisa digunakan sebagai peluang bisnis baru bagi Anda di bidang pertanian. Bagi Anda yang tertarik pada bisnis di sektor pertanian, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami untuk bekal Anda mewujudkan pertanian sukses. Seperti ilmu pengetahuan tentang pertanian dan juga modal usaha pertaniannya. Disinilah CROWDE hadir untuk meningkatkan dan juga mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. CROWDE hadir sebagai platform investasi pertanian bagi orang-orang yang ingin turut serta mendukung pemberdayaan petani di Indonesia. Mulai dari Rp 100.000, Anda sudah bisa ikut mendukung terciptanya kesejahteraan petani Indonesia. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda dapat langsung mengunjungi laman resmi CROWDE di https://crowde.co/

0 comments on “Langkah-Langkah Berkebun dengan Konsep Urban Farming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *