Kebutuhan pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang merupakan bagian dari hak asasi dan dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Makanan pokok penduduk Indonesia masih sangat bergantung pada nasi. Karena itu, ketersediaan beras di Indonesia harus selalu cukup, agar tidak perlu mengimpor dari luar negeri. Hanya saja, pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh adanya perubahan pendapatan, perubahan kesadaran masyarakat akan pangan dan gizi, serta perubahan gaya hidup. Sekarang tinggal bagaimana membuat perubahan tersebut tidak berpengaruh pada pola konsumsi masyarakat terhadap produk pangan lokal. Sehingga mereka dapat terus mengkonsumsinya, dan tidak menggantikan dengan yang impor.

Di tahun 2012, perekonomian Indonesia menerima dampak atas pelemahan ekonomi global. Apalagi ditambah dengan adanya nilai impor sebesar 176,09 miliar dollar AS, yang ternyata lebih besar dari nilai ekspor Indonesia, yaitu 174,76 miliar dollar AS. Sehingga menyebabkan terjadi defisit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI). 

Bila terus dibiarkan, kejadian seperti ini akan semakin parah. Bahkan dikhawatirkan penduduk Indonesia akan mengalami rawan pangan. Pasti nggak inginkan penduduk kita jadi kelaparan? 

Parahnya lagi, hasil penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga petanilah yang rawan terancam kelaparan. Dari tahun 2007, persentase menunjukkan angka 28,1%, dan terus meningkat jadi 60,3% di tahun 2010. Padahal mereka adalah pelaku utama di industri pertanian. 

Memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, fokus sektor pertanian dalam negeri adalah peningkatan tercukupinya kebutuhan pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. Masalah ketercukupan kebutuhan pangan menjadi tantangan serius bagi Indonesia karena diperkirakan penduduknya akan tumbuh menjadi 274 juta jiwa di tahun 2020. Sehingga agar penduduk tidak mengalami kelaparan, sektor pertanian dalam negeri harus diutamakan pembangunannya. Sebab, pertanian menjadi sumber utama penyedia bahan pangan bagi penduduk Indonesia. Bila negara kita mampu memiliki ketahanan pangan, penduduk tidak akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Dimana ketahanan pangan bisa tercapai, apabila penduduknya tidak bergantung pada produk impor. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa ikut maju.

Kesimpulannya, pembangunan pertanian nasional memiliki target yang harus dicapai, yaitu swasembada pangan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah hasil panen dan ekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani. Yang bisa diwujudkan salah satunya dengan selalu mengutamakan produk pangan lokal untuk dikonsumsi. 

Kamu mau ikut berperan mencapai target pembangunan pertanian nasional tersebut?

Bisa banget! Yuk, mulai dari hal sederhana dengan tidak meninggalkan produk pangan lokal. Apalagi sampai menggantinya dengan yang impor, duh, jangan, deh!