Komoditas

Mau Buah atau Sayur, Tomat Menjadi Komoditas yang Selalu Dicari

tomat

Sudahkah kamu tahu apa sebenarnya manfaat tomat bagi kesehatan? Dilansir dari Kompas.com, Dr. Edward Giovannucci dari Harvard University School of Public Health berpendapat dengan memakannya lebih dari dua kali seminggu dapat mengurangi risiko dari kanker prostat dan juga penyakit jantung. Selain itu bagi peremuan, kandungan likopen pada tomat mampu melindungi dari risiko terkena kanker payudara, rahim, dan paru-paru. Begitu banyaknya manfaat dari tanaman yang satu ini, belum lagi manfaatnya bagi kecantikan kulit, lantas siapa yang bisa menolak untuk tidak mengkonsumsinya? Berikut Teman CROWDE bisa tahu lebih lanjut tentang bagaimana kondisi serta perkembangan komoditas ini di Indonesia, simak yuk!

Tomat Tumbuh Baik Pada Iklim Tropis

Indonesia yang memiliki iklim tropis ternyata sangat cocok untuk lokasi pembudidayaan komoditas ini. Tomat sendiri terbagi atas tomat sayur dan tomat buah atau biasa disebut dengan tomat apel. Tomat apel yang berwarna merah pekat sangat cocok untuk dinikmati secara langsung. Sedangkan tomat sayur biasanya sering dijumpai berwarna merah oren kehijauan dan rasanya sedikit asam.

Bibitnya tergolong murah bahkan bisa dibuat dari bijinya sendiri yang dikeringkan. Namun, tanaman ini memiliki resiko tinggi untuk hasil produksinya karena cepat membusuk. Jika sudah matang hanya akan bertahan selama 1 hari setelah dipanen. Bila disimpan pada lemari pendingin akan bertahan selama 2 – 3 hari. Oleh karena tanaman ini rentan busuk, hasil panen harus cepat bisa sampai ke tangan konsumen untuk kemudian digunakan. Kalau tidak, petani bisa merugi.

Peluang Ekspor Cukup Tinggi

Produksi tomat di Indonesia selalu surplus. Data tahun 2015 dari Bisnis.com rata-rata produksi tomat nasional mencapai 916.000 ton. Sedangkan kebutuhannya hanya 520.000 ton sehingga sisanya berpotensi diekspor. Agar lebih tahan lama dan aman untuk diekspor, pemerintah mengupayakan adanya hilirisasi yaitu mengolah bahan baku tomat menjadi produk jadi. Bisa dalam bentuk saus, jus, dodol, ataupun produk kecantikan dengan bahan alami.

Ditjen Holtikultura memfasilitasi kemitraan antara petani dengan industri olahan agar dapat memaksimalkan penyerapan hasil produk petani. Dengan begitu kestabilan harga jualnya dapat lebih dijaga. Harganya di pasar induk per Oktober 2017 adalah Rp 7.000/kg. Sedangkan olahannya berupa saus tomat harganya bisa mencapai kisaran Rp 17.000 – 19.000/kg.

Petani Tanam Tomatnya, Teman CROWDE Tanam Modalnya

Dengan beragam jenis olahan yang bisa dihasilkan dari tanaman tomat, menjadikan komoditas ini akan selalu dibutuhkan oleh konsumennya. Ilustrasi yang bisa digambarkan dari budidaya komoditas ini ialah dengan menggunakan 1 hektar lahan akan membutuhkan modal sekitar Rp 10 – 15 juta. Jika tomat dijual dengan harga Rp 3.000/kg, keuntungan bersih yang didapat bisa mencapai Rp 15 – 20 juta. Jelas ini bukan angka yang kecil bukan?

Jika Teman CROWDE ingin melihat proyeksi permodalan untuk komoditas ini bisa langsung mengunjungi CROWDE atau download aplikasi CROWDE. Sekarang bantu petani dengan memberi modal usaha semudah menyentuh layar smartphone kamu.

0 comments on “Mau Buah atau Sayur, Tomat Menjadi Komoditas yang Selalu Dicari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *