Komoditas

Sudahkah Kamu Mengenal Komoditas Terung Nasubi?

terung nasubi

Apa sih sebenarnya terung nasubi itu? Komoditas terung nasubi adalah jenis terung Jepang yang saat ini sudah mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Terung nasubi biasanya diolah menjadi tempura atau dimakan segar sebagai campuran salad. Jenis terung ini memang jarang ditemukan di pasar tradisional. Biasanya swalayan atau supermarket yang lebih banyak menjual jenis terung ini. Kandungan serat yang tinggi serta kandungan antioksidan yang dimiliki terung nasubi membuatnya diminati oleh pasar Indonesia. Beragam manfaat yang bisa didapat saat mengkonsumsi terung nasubi, tidak ada salahnya bila Teman CROWDE juga mengetahui bagaimana pembudidayaannya di Indonesia. Ayo disimak!

Komoditas yang sedang diminati

Bentuknya yang lebih bulat dan gemuk, serta kulitnya yang mengkilat dan berwarna ungu tua menjadi pembeda dari terung asli Indonesia. Terung nasubi memang banyak dibudidayakan di negara Jepang. Namun ternyata di Indonesia, terung nasubi juga dapat tumbuh subur sehingga banyak petani yang berminat ikut membudidayakan terung jenis ini.

Setiap 20 hari sekali setelah masa tanam, tanaman terung nasabi harus rutin diberi pupuk. Jika kondisi tanah buruk, pemberian pupuk akan menjadi lebih sering. Jika kurang teliti atau bahkan pemberian pupuk tidak diberikan sesuai dengan jadwalnya, risiko gagal panen mungkin muncul. Meski begitu risikonya tergolong sedang. Secara normal, terung nasubi akan berproduksi setelah berumur 3 bulan dan dapat dipanen 1 – 2 hari sekali. Produksi terung nasubi bisa mencapai 1 ton/ha dalam satu kali panen. Cara panen terung sebaiknya dilakukan dengan menggunting tangkainya agar tunas berikutnya lebih cepat tumbuh.

Respon pasar akan terung nasubi

Terung nasubi favorit dikonsumsi masyarakat Indonesia karena kandungan nutrisinya. Kaya akan serat sehingga sangat cocok ditambahkan ke dalam menu diet. Dilansir dari Detik.com, seratnya yang tinggi juga bermanfaat untuk mencegah kanker usus.

Terung nasubi yang telah dipanen akan dipilah sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan supermarket biasanya dipilih yang berukuran 100 gram/buah. Kemudian dijual dengan harga Rp 15.000 – Rp 18.000/kg. Kalau untuk kebutuhan industri biasanya dipilih yang berukuran lebih besar, yaitu 200 gram/buah.  

Bagaimana potensinya di pasar modern?

Jelas harga sayuran asal negara Jepang ini jauh lebih mahal. Bisa sampai 3 kali lipat harga sayuran lokal. Padahal biaya produksi untuk pembudidayaan sayuran Jepang hampir sama dengan sayuran lokal. Ditambah saat ini masyarakat lebih suka berbelanja di pasar modern yang mana menjadi target penjualan dari produk terung nasubi ini. Kualitas terutama soal rasa yang lebih enak serta kandungan gizi yang lebih banyak membuat konsumen tidak mempermasalahkan harganya yang lebih mahal dari terung lokal.

Sekarang Teman CROWDE sudah tahu lebih banyak mengenai komoditas terung nasubi kan? Lalu mau tidak bantu petaninya untuk lebih meningkatkan produksi di dalam negeri? Sebaiknya jangan berlama-lama, langsung saja cek di CROWDE. OK?

0 comments on “Sudahkah Kamu Mengenal Komoditas Terung Nasubi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *